Mainsepeda East Java Journey atau EJJ 2026 resmi dimulai. Tepat pukul 05.00 WIB, para peserta kategori 1.500 Km resmi bertolak dari titik start di Surabaya Town Square, Senin, 2 Februari 2026. Keberangkatan para cyclist dilepas oleh Founder Mainsepeda Azrul Ananda.

Event ultra cycling yang sudah terselenggarakan kali keempat berturut-turut itu akan mengajak peserta menuntaskan bersepeda sejauh 1.500 km. Mengelilingi Jawa Timur, melintasi 27 kota/kabupaten.

Yang berbeda adalah rutenya. Tahun ini, Mainsepeda menawarkan rute baru. Rute tahun ini di balik dari tahun lalu. Kalau sebelumnya dimulai dari sisi barat Jawa Timur, sekarang rute EJJ 2026 dimulai dari timur. Searah jarum jam. Dari timur menuju barat. 

Baca Juga: TM EJJ 2026: Yang Debutan dan Remidi Sama Semangatnya

Di hari pertama ini, para peserta langsung mendapatkan menu tanjakan di rute Jolotundo-Trawas. Rute di KM 45-61 itu punya elevation gain (eg) 800 meter. 

Sejumlah peserta yang tercepat juga bakal merasakan tanjakan menuju Paltuding, Ijen dengan cara yang berbeda. Ya berbeda, jika sebelum-sebelumnya, rute menuju Paltuding Ijen melewati kota Banyuwangi, kali ini peserta akan lewat Bondowoso. Sebelum kemudian para peserta akan mengarah ke selatan hingga kemudian menuju ke arah barat Jawa Timur.

Founder Mainsepeda Azrul Ananda menyapa para cyclist peserta EJJ 2026 1.500 Km. 

Founder Mainsepeda Azrul Ananda melihat perkembangan para ultra cyclist dari tahun ke tahun. Mereka semakin matang, juga semakin tahu cara menghadapi tantangan. ”Sekarang malah tambah siap. Memang harus dijalani, karena pengalaman tidak bisa dikalahkan,” katanya. 

Azrul berpesan kepada para peserta EJJ 2026 untuk tidak terlalu khawatir menghadapi tantangan ultra cycling. Menurutnya, baik pesepeda veteran maupun pemula bisa menaklukkan rute panjang di EJJ jika menikmati prosesnya.

Bersepeda jarak jauh di awal tahun tentu penuh tantangan. Cuaca tidak menentu akan menemani perjalanan peserta. Terkadang panas, hujan, dan angin. Itu semua harus dihadapi dengan tenang. ”Justru di situlah serunya. Ultra cycling adalah bagaimana kita menghadapi kondisi apa pun dengan tenang,” ujarnya.  

Memang, masih ada cyclist yang overthinking. Pun, ada pula yang justru memilih untuk tidak memikirkan rute EJJ 2026 yang pedih dan menyiksa. Yang penting, peserta bisa menikmati prosesnya. 

Di EJJ 2026, para pesepeda akan banyak belajar dari setiap kilometer yang dilalui. Dan pada akhirnya, semua tantangan itu barangkali bisa dilalui bersama.

Antusiasme tampak dari cyclist asal Depok, Bambang Hartana. Ia sudah lama menantikan event ini. Saking antusiasnya, enam bulan lalu Bambang sempat menanyakan jadwal EJJ 2026 ke panitia, Jawabannya waktu itu, ”Masih Februari nanti, Om.”. Sejak itu, ia mempersiapkan diri dengan mengikuti beberapa event ultra cycling.

Menjelang EJJ 2026, Bambang tetap meluangkan waktu untuk latihan meski harus membagi waktu dengan kesibukan di pekerjaan. ”Harapannya bisa finis dengan sehat. Tapi di waktu terakhir saya ada jadwal Zoom meeting dari pusat tanggal 4-5 Februari 2026. Jadi mungkin setengah hari akan tersita untuk itu,” katanya.

EJJ 2026 menjadi pengalaman keduanya. Sebelumnya, Bambang menuntaskan EJJ 2025 kategori 600 km dalam dua hari. Tahun ini, cyclist berusia 63 tahun ini berharap bisa menuntaskan rute 1.500 km. 

”Saya datang jauh-jauh dari Jakarta, jadi ingin mencoba yang 1.500 km sekaligus mencari pengalaman baru. Katanya wilayah yang dilalui indah-indah, jadi saya semakin semangat,” ungkapnya.

Sementara itu, perasaan nervous dialami Rasditya Permana. Cyclist asal Surabaya itu mengaku mengaku harap-harap cemas jelang menempuh rute EJJ 2026 sejauh 1.500 kilometer. Apalagi ultra cycling besutan Mainsepeda ini menjadi pengalaman pertamanya. 

Baca Juga: EJJ 2026: Vindranori Tempelkan Sticker Penyemangat, Victor Putar Lagu Rohani untuk Mengusir ‘Setan’

Didit, saapan karibnya, sebenarnya mantan atlet balap sepeda. Ia pernah turun di kategori elite dan master. Namun, EJJ kategori 1.500 km ini disebut lebih menantang. ”Ini kali pertama saya ikut ultra cycling 1.500 km. Rasanya mendebarkan sekaligus menegangkan,” kata cyclist 49 tahun itu.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, Didit menyiapkan perlengkapan dengan matang. Seperti membawa empat ban cadangan. Juga bekal makanan yang cukup. Semua sudah ia persiapkan dengan baik.

Soal cuaca, Didit berharap kondisinya mendung agar tenaga tidak terkuras. Targetnya, bisa mencapai Banyuwangi di hari pertama. Plus bisa menyelesaikan seluruh rute sesuai target. ”Mudah-mudahan diberi tenaga dan tidak ada halangan di jalan. Harapan saya bisa finis tepat waktu,” tuturnya. 

Bagi para Dotwatcher, ikuti perjalanan dan perjuangan para ultra cyclist EJJ 2026 melalui live tracker di web Mainsepeda, seperti yang ada di bawah ini, atau klik https://www.mainsepeda.com/event/30/live-tracker.(Mainsepeda)

Populer

EJJ 2026: Petualangan Bersepeda 1.500 km dari Timur ke Barat Dimulai!
Unduh Rute Terbaru EJJ 2026 600 Km di Mainsepeda App!
TM EJJ 2026: Yang Debutan dan Remidi Sama Semangatnya
EJJ 2026: Siapkan Cue Points, Cara Cyclist Singapura Rencanakan Istirahat, Makan, hingga Beribadah
EJJ 2026: Banjir Giveaway untuk Dotwatcher dan Peserta, Cek Cara Ikutannya!
EJJ 2026: Vindranori Tempelkan Sticker Penyemangat, Victor Putar Lagu Rohani untuk Mengusir ‘Setan’
EJJ 2026: Bersaing di Kategori Pair, Datang Lebih Awal untuk Bonding
Jadwal & Syarat RPC EJJ 2026: Wajib Datang Sendiri dan Bawa Sepeda!
Rute Pedih EJJ 2026 1.500 Km, Terobati Estetika JLS hingga Teksas
Live Tracker EJJ 2024 Sepanjang Event, Live Streaming Dua Kali Tiap Hari