Petualangan Aleix Espargaro di dunia balap sepeda profesional harus berakhir cepat. Kurang dari setahun berseragam tim pengembangan Lidl-Trek, kakak Pol Espargaro itu memutuskan "gantung sepeda".

Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan. Ia ingin fokusnya tercurah penuh sebagai pembalap sekaligus test rider bagi tim Honda. 

Espargaro, memang dikenal sebagai salah satu penggila sepeda di paddock MotoGP. Mimpinya sebagai pembalap terwujud profesional ketika Lidl-Trek memberikan kontrak penuh. Ia pun sempat menjajal beberapa balapan resmi.

Baca Juga: Ban Pilihan Peserta Malang Century Journey 2025, Tergoda Ban Besar Meski Panitia Rekom 28 mm

Debutnya dimulai saat mengikuti balapan UCI Gravel World Series di Spanyol pada akhir Maret lalu. Sedangkan, pengalaman pertamanya di balapan jalanan (road race) terjadi ketika mengikuti Tour of Austria (2.1). 

Di sana, pembalap 36 tahun itu berhasil menyelesaikan dua etape awal di posisi ke-85 dan ke-70, sebelum terpaksa menyerah (DNF) di etape ketiga akibat kecelakaan. Balapan terakhirnya adalah Circuito de Getxo (1.1) awal Agustus lalu, di mana ia finis di urutan ke-57.

Perihal keputusannya mundur dari dunia balap sepeda ternyata dipicu oleh pesan langsung dari Honda. Espargaro mengaku mendapat peringatan keras dari manajemen pabrikan asal Jepang tersebut.

Espargaro saat mengenakan seragam balap tim Honda di paddock MotoGP.

"Tidak akan ada lagi!" itulah pesan tegas yang tersirat dari keputusan mundurnya.

"Alberto Puig (manajer tim Repsol Honda saat itu) mengatakan bahwa dia sangat mengerti gairah saya pada sepeda, tapi ini adalah Honda, dan saya harus lebih fokus," terang rider asal Catalunya itu.

Puig mungkin terkesan kasar, tapi dia benar. Hal yang juga diamini sendiri oleh Espargaro. Balapan sepeda bukan tempat rekreasi, ini adalah balapan penuh risiko. Espargaro telah merasakan "kekejaman" balap sepeda setelah mengalami kecelakaan dan mengalami cedera yang parah.

“Saya pulang dengan tiga tulang belakang patah gara-gara sepeda,” ujarnya.

Baca Juga: Israel-Premier Tech Tutup Akun Medsos, Chris Froome juga Terdepak

Selain cedera, masalah utama adalah kesulitan membagi waktu di antara dua dunia balap yang berbeda itu. Beberapa bulan terakhir, aktivitasnya di MotoGP semakin padat, membuatnya nyaris tak bisa berlatih sepeda dengan konsisten. 

Meski mundur dari balapan profesional, Espargaro tidak akan meninggalkan dunia sepeda sepenuhnya. Ia akan tetap mempertahankan kehadirannya di struktur Lidl-Trek, namun hanya sebagai sparring partner latihan. 

“Tahun depan saya akan lanjut di tim, tapi saya tidak akan balapan sebagai profesional. Saya hanya akan berlatih bersama mereka dan fokus lebih pada Honda,” tegasnya. (Mainsepeda)

Populer

Giro d'Italia 2026-Etape 12: Alec Segaert Raih Kemenangan Terbesar dalam Kariernya
Selamat, 68 dari 123 Cyclist Menyelesaikan Bentang Jawa 2023 Under COT
Sudah 15 Tahun, Anies Baswedan Setia dengan Schwinn Skyliner
Kolom Sehat: Saya Harus Menghadap Guru BP
Cyclist Favorit Nur Hidajat: Bedah Otak dan Kayuh Becak
Juara Bentang Jawa Yusuf Kibar Menimba Ilmu di Dustman 2025
Amstel Gold Race 2026: Pembalasan Dendam Sempurna Remco Evenepoel
Gus Ipul Siapkan Pit Stop Heritage dan Fotogenik di Pasuruan
Rute Pedih EJJ 2026 1.500 Km, Terobati Estetika JLS hingga Teksas
Selamat Datang Cannondale SuperSix Evo Generasi Ketiga (Eksklusif dari Jerman)