Hasil mengecewakan Ben O'Connor (Jayco-AlUla) selama dua pekan Tour de France 2025 sedikit terobati dengan kemenangan pada etape 18, Kamis, 24 Juli 2025. Yang spesial adalah kemenangan yang diraih pembalap Australia ini berstatus queen stage, atau etape terberat di Tour de France musim ini. 

Seperti diketahui, balapan etape 18 dari Vif menuju Pegunungan Alpen ini harus melewati tiga tanjakan Hors Categorie (HC). Diawali tanjakan Col du Glandon, lanjur Cole de la Madeleine, dan ditutup di puncak di Col de la Loze. Yang paling luar biasa ialah elevation gain (EG) yang mencapai 5.642 meter. Angka itu seperti 3,5 kali nanjak ke puncak Wonokitri Bromo dalam sekali jalan!

O'Connor tampil luar biasa pada balapan kali ini. Ia bergabung dengan rombongan yang memisahkan diri dari peloton utama. Lalu ia menyerang pada saat yang tepat, sebelum tanjakan Col de la Loze sejauh 26,5 km menuju garis finis. Strategi ini berjalan sukses. Memberinya cukup waktu untuk mempertahankan posisinya dari kejaran para pembalap GC.

"Ini adalah balapan yang berat. Ini balapan terbesar di dunia, tetapi jelas merupakan yang terkejam," ujarnya.

O'Connor tidak mengalami musim yang baik di Tour de France 2025. Pada etape pembuka, mantan pembalap Decathlon AG2R La Mondiale Team itu mengalami insiden kecelakaan dan kehilangan waktu banyak waktu di pekan pertama. Namun, ia menujukkan karakter pantang menyerah pada balapan kali ini. 

"Saya telah menginginkan kemenangan lagi selama bertahun-tahun. Saya telah berjuang jadi sekarang saya sangat bangga. Saya tidak bisa lebih bangga pada diri saya sendiri dan tim yang mendukung saya setiap hari selama balapan ini, bahkan di masa-masa yang cukup sulit. Terima kasih untuk semua orang di Jayco-AlUla. Inilah yang dibutuhkan tim dan inilah yang saya butuhkan."

Tadej Pogačar (UAE Team Emirates-XRG) dan Jonas Vingegaard (Visma-Lease a Bike) terlibat dalam pertarungan taktis di tiga tanjakan tersebut. Vingegaard sempat mencoba menjauh 2 Km menjelang finis, tetapi Pogacar berhasil meresponnya. Sang juara bertahan Tour de France itu kemudian melakukan serangan balik dalam 500 meter terakhir yang membuat Vingegaard kewalahan.

Pogacar menyusul dan melewati Einer Rubio (Movistar), yang sebelumnya menyerang bersama O'Connor. Hasilnya pembalap Slovenia itu untuk meraih posisi kedua di etape tersebut dan bonus waktu enam detik. Sementara itu, Vingegaard finish sembilan detik lebih lambat dari Pogi, sapaan Pogacar. 

Dengan hasil ini, Pogacar memperlebar keunggulannya atas Vingegaard di papan klasemen juara umum. Jurang antara keduanya kini menjadi 4 menit 26 detik. 

Perebutan juara GC Tour de France 2025 tampaknya hanya akan melibatkan Pogacar dan Vingegaard. Pasalnya, Florian Lipowitz (Red Bull-Bora-Hansgrohe) yang berada di posisi ketiga semakin kesulitan dalam pertarungan tersebut. Jarak selisih waktunya dengan Pogacar pun kini semakin jauh, yakni 11 menit 1 detik. (Mainsepeda)

Results powered by FirstCycling.com

Populer

La Flèche Wallonne 2026: Remaja 19 Tahun yang Meruntuhkan Rekor Sembilan Dekade
Laporte dan Van Aert Finis 1-2 Gent-Wevelgem 2023
Nggravel Blitar 2026: Adrian Tercepat MTB, Yusuf Kibar Finish Pertama Kategori Gravel Bike
Ibu Bhayangkari yang Mencintai Pegoretti
Kolom Sehat: Trik "Menyeret" Newbie Bersepeda
Tour of Guangxi 2025, Etape 3: Magnier Menggila, Hattrick Tercipta
Sukses Ganda Jumbo-Visma: Roglic Menang Etape 8, Kuss Pimpin GC
Podcast Main Sepeda Episode 9 - Cara Meyakinkan dan (atau) Menipu Istri
Milan-San Remo 2020: Wout van Aert Menang Setengah Ban
Donasi "Tantangan Johnny Ray" Disalurkan ke Panti Asuhan di Gresik