Kejutan-kejutan besar tercipta pada etape 10 Tour de France, Senin, 14 Juli 2025. Pembalap Visma-Lease a Bike, Simon Yates, melakukan solo attack memukau untuk merebut kemenangan di puncak Le Mont-Dore. Di lain pihak, Ben Healy (EF Education-EasyPost) secara dramatis merebut Maillot Jaune atau jersey kuning dari tangan Tadej Pogacar.

Drama dimulai sejak periode awal. Yates yang menjadi bagian dari rombongan besar breakaway yang berjumlah 29 pembalap, tampil konsisten sepanjang balapan. Perlahan tapi pasti, rombongan terdepan itu menyusut dan menyisakan beberapa pembalap saja. 

Healy merayakan kesuksesannya merebut posisi pemimpin GC dari tangan Tadej Pogacar. 

Puncaknya terjadi di lereng tanjakan Le Mont-Dore. Ketika hanya tersisa lima pembalap terdepan, Yates melancarkan serangan jitu pada 3,5 kilometer tersisa. Ia langsung tancap gas dan tak terkejar hingga garis finis. Pembalap Inggris Raya itu mengklaim kemenangan etape pertamanya sejak kepindahannya ke Visma-Lease a Bike awal musim ini. 

"Saya tidak merasakan hal baik di luar sana. Sangat sulit berada di sini dengan pembalap-pembalap kuat. Dan itulah mengapa saya mengambil sudut terakhir sebelum tanjakan dimulai. Kemudian saya melakukan yang terbaik," ujar Yates. 

"Momen ini sudah lama tak saya rasakan, tapi juga saya sebenarnya tidak berharap dengan peluang di sini. Tentunya kami datang untuk fokus pada Jonas dan GC, tapi saya berada di sini dan saya menerimanya dengan senang hati."

Di belakang Yates, Thymen Arensman (Ineos Grenadiers), berusaha mati-matian memangkas jarak. Sempat terlihat sangat dekat, Arensman tak mampu menempel Yates dan harus puas di posisi kedua. Namun, sorotan utama justru tertuju pada peringkat ketiga yang ditempati oleh Ben Healy. Hal ini karena pembalap Irlandia itu dipastikan mengenakan jersey kuning untuk etape berikutnya. 

Healy itu sukses merebut jersey tersebut dari tangan Pogacar yang harus puas finish 4 menit 20 detik di belakangnya. Pogi, sapaan Pogacar, terlalu asyik menjaga jarak dengan rival utamanya, Jonas Vingegaard. Hasil ini membuat Healy merangsek ke puncak dan unggul 29 detik dari Pogacar di klasemen GC. Sedangkan, peringkat ketiga diisi Remco Evenepoel.

Tadej Pogacar dan Jonas Vingegaard finish bersamaan di puncak Le Mont-Dore.

Meskipun demikian, hal ini mungkin jadi bagian strategi dari Pogacar. Ia ingin menyimpan tenaga untuk balapan pekan kedua yang dimulai Rabu, 16 Juli 2025. Dua dari lima etape merupakan balapan bertipikal pegunungan dengan finish di puncak tanjakan Hors Categorie (HC). Ada pula balapan Individual Time Trial (ITT) di etape 13 yang bersegmen tanjakan kategori 1 di Peyragudes. Jenis balapan ini adalah "santapan empuk" bagi Pogacar untuk menimbun catatan waktu. 

"Pada akhirnya, tidak ada perbedaan dengan Visma, meskipun mereka berusaha keras sepanjang etape. Pada akhirnya, saya rasa tanjakannya tidak cukup sulit untuk membuat perbedaan yang berarti," kata Pogacar setelah balapan berakhir. 

Tour de France 2025 akan memasuki masa rehat pada Selasa (15/7) setelah melalui 10 etape. Balapan akan kembali bergulir pada Rabu (16/7) dan menggelar lima etape sebelum memasuki minggu terakhir pada pekan depan. (Mainsepeda) 

Photo by Getty Images

Results powered by FirstCycling.com

Populer

Komunitas Lokal Antusias Sambut Nggravel Blitar 2026
Tara: Saya Mencintai Sepeda Baru Olahraganya, Jangan di Balik!
UCI World Championship 2025: Pogacar Back to Back Juara Dunia Road Race
UCI World Championships 2025: Evenepoel Ukir Sejarah, Tiga Kali Beruntun Juara Dunia ITT
Jonas Vingegaard Comeback di Paris-Nice 2026
Nggravel Blitar 2026 Dulu Sebelum Turun di Kejuaraan Dunia Gravel UCI
Munggahan dan No Bidon Ride Jadi Tradisi Nubie CC Gowes Saat Ramadan Datang
Tips Merakit Gravel Bike dengan Harga Terjangkau
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
Kolom Sehat: Hari Apes Nggak Ada di Kalender