Ini Dia Enam Kafe Sepeda Keren di Indonesia
by MainSepeda - October 27, 2018

Banyak sekali kafe baru bermunculan. Lebih spesifik, kafe bertema sepeda. Mereka menyebutnya cycling café. Ada yang fokus menggunakan sepeda jadul (vintage atau retro) sebagai hiasan interior, ada juga yang modern bike.

Apapun sepedanya dan konsepnya. Intinya hanya satu, ingin berbagi hasrat bersepeda antara pemilik dengan pengunjung. Dari cyclist, untuk cyclist! Yuk hunting, di mana saja dan seperti apa? (mainsepeda)

Kedai Kawanlama

Tahun 2014, Abraham ingin mendirikan sebuah kafe. Tapi karena tinggal di Kediri, maka namanya diganti menjadi kedai. “Lebih terasa kedaerahannya,” tutur Abraham. Secara umum, pria kelahiran 29 tahun lalu ini menyiapkan konsep vintage untuk interior Kedai Kawanlama ini.

Banyak sepeda vintage era 70-80an seperti Greg Lemond, Raleigh, Kuwahara Federal, Deki Tsubaki, Ellemore, dan Stylizer Vitesses mengisi sudut ruang di kedai yang berada di kawasan jalan Veteran ini.

Menu andalan Kedai Kawanlama ada mie ayam, nasi goreng, dan sop ayam anglo khas Kediri. Minuman es susu tape dan coffeebeer yang kerap dipesan. “Tidak mahal makanan dan minuman harganya sekitar empat ribu hingga 17 ribu rupiah saja,” tutur Abraham.

Kedai Kawanlama

Jl. Veteran 9B Kediri

081 33610 1988

 

Wdnsdy Café 

Hobi minum kopi dan bersepeda. Disatukan oleh John Boemihardjo dan Azrul Ananda. Mereka mendirikan Wdnsdy Café di Surabaya Town Square. Kafe yang buka 24 jam ini interiornya sangat cyclist.

Banyak sepeda unik dijadikan hiasan interior. Seperti Trek 520 touring bike, sepeda BOO yang berbahan bambu-karbon, sepeda Delta7 yang framenya berlubang-lubang, Brompton Barcelona special edition, hingga sepeda time trial Pinarello Grall asli bekas milik Bradley Wiggins (Team Sky).

“Tidak hanya sepeda modern, ada juga sepeda vintage. Cinelli, Peter Mooney, Rosignoli, dan Greg Lemond,” imbuh John yang membuka Wdnsdy Café bulan April 2018 lalu.

Tembok-tembok diisi berbagai foto saat John dan Azrul bersepeda di luar Indonesia. Dan sebagian lain ditempeli jersey tim balap worldtour yang sudah bertanda tangan asli.

Yellow jersey milik Geraint Thomas, juara Tour de France 2018-pun ada di Wdnsdy Café lengkap dengan tanda tangannya. Frame dan jersey bertandatangan Christopher Froome juga ada. Tanda tangan Peter Sagan? Pasti ada di frame Cannnondale Supersix Evo dan jerseynya.

Menu andalan adalah spageti rawon, rujak Wdnsdy, dan dessert onde-onde nutella. Karena ini cycling café, banyak juga menu sehat yang cocok untuk cyclist seperti fruitbowl. Aneka rasa berasal dari buah segar dan dijus langsung.

Demi kenyamanan cyclist yang suka gowes sebelum ke kantor, Wdnsdy Café menyediakan kamar mandi. “Tinggal bawa handuk dan baju ganti saja. Sabun dan lainnya sudah kami sediakan,” tutur John yang juga mengatakan bahwa Wdnsdy cafe siap mengakomodasi acara-acara komunitas maupun launching product. 

Tak hanya itu, Wdnsdy Cafe juga mengadakan gowes mingguan. "Setiap minggu kita adakan gowes dengan dua pilihan rute. ringan atau berat dengan dua jersey berbeda," tutup John. 

Wdnsdy Café

Surabaya Town Square

Street Level S10-11

0878 0685-7715

 

Peloton & Co.

Jogjakarta menyimpan sejuta pesona. Kulinernya, candi-candi spektakulernya, hingga atmosfer cyclingnya. Mengakomodasi cycling yang sedang naik daun, Sendy Susanto mendirikan Peloton & Co.

Tanggal 14 Oktober 2018, jadi tanggal buka pintu Peloton & Co. Langsung diserbu oleh cyclist Jogja yang tergabung dalam JRCC (Jogja Road Cycling Community).

“Ini adalah sport café pertama yang juga menjadi basecamp cyclist Jogja. Tak menutup kemungkinan untuk para runner juga,” tukas Sendy. Pria ramah ini menambahkan, menu yang disediakan juga disesuaikan dengan kebutuhan atlet. Seperti healthy and high calorie food. “Es kopi susu jadi minuman signature kita,” imbuhnya.

Peloton & Co. ini menggabungkan antara café, toko sepeda, dan service course. Juga ada indoor trainer corner. “Saya sediakan space untuk show case merek CCN, Wilier, Infocrank, Rapha, Bastion, Shimano, Sram, Wahoo, Garmin, Giro, dan C-Bear bearing,” tukas Sendy yang juga menggandeng bike fitter berteknologi STT System.

Peloton & Co.

Jl. Magelang KM 5.8

Jogjakarta

 

Coffee Bici

Free snack bagi yang datang menggunakan sepeda”, itu daya tarik utama dari kafe milik Franciscus Arry ini. “Konsepnya lebih pada warung, jadi untuk nongkrong santai, tidak perlu resmi,” tutur cyclist penggemar sepeda high end.

Andalan utama warung yang berada di kawasan Kalongan Jogjakarta ini adalah kopinya. “Ada kopi Aceh Gayo, Aroma Bandung, kopi Panggang, kopi Suroloyo dan kopi Merapi,” bilang Arry. Untuk makanan, brongkos tahu tempe teri dan telor selalu jadi pilihan pengunjung.

Arry mengaku mendirikan warung ini pada bulan puasa tahun 2017 untuk mewadahi para cyclist yang ingin bersepeda di Jogja tapi belum tahu daerah. “Di tiap kolom kayu ada berbagai foto tujuan tempat gowes yang dapat dijangkau dengan sepeda. Lengkap juga dengan peta dan jarak serta elevasinya,” tutur Arry.

Berbagai komunitas dari MTB, sepeda lipat, road bike, hingga vintage bike menjadikan Coffee Bici tempat andalan untuk nongkrong.

Coffee Bici

Jl. Marsma TNI Dewanto (selatan tugu contong)

Kalongan, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Jogjakarta

 

ETAPE

Baru dibuka tanggal 30 Mei 2018, Etape membuka pintu untuk para cyclist yang ingin nongkrong tapi tidak mau jauh dari sepedanya. “Jadi sepeda bisa dibawa masuk. Sekaligus jadi wadah untuk sharing tentang sepeda. Juga ngopi santai,” buka Arif, bos Etape.

Saat ini, yang banyak nongkrong di Etape adalah komunitas sepeda turing Surly, komunitas sepeda Federal, juga sepeda lipat. “Tapi hari demi hari makin banyak komunitas yang mampir ke Etape,” bilang Arif.

Buat Arif, cyclist is the king. Jadi apabila banyak cyclist yang datang dengan sepeda dan parkiran sedang penuh, maka kami akan perintahkan pemilik mobil untuk memindahkan mobilnya agar sepeda dapat parkir di dalam.

Selain sepeda baru seperti merek Surly, Marin, dan Wdnsdy, di sini, juga menjual barang bekas pesepeda. “Tinggal tempel info kontak dan harga, silahkan taruh barang bekasnya di etalase kami,” bilang Arif. Selain barang bekas, Arif juga menggandeng industri lokal untuk memajang produknya di Etape.

 

Seperti topi lokal Bandung, jersey lokal Bandung, hingga trainer juga bikinan lokal. Makanan dan minuman di Etape tidaklah mahal. Sekitar 10 – 18 ribu rupiah saja. Menu andalannya adalah rawon, bakso, dan nasi rames.

ETAPE

Jl. Wastukancana 18, Babakan Ciamis, Sumur Bandung

Bandung Jawa Barat

081 872 3684

 

Kayuh Clubhouse

“Kita bukan kafe, kita bukan restoran, tapi kita adalah clubhouse,” buka Rezy Arifin, pemilik Kayuh Clubhouse. Rezy bersama 25 pemilik lainnya ingin berperan dalam lifestyle persepedaan di Jakarta.

Memang 26 orang pemilik Kayuh Clubhouse ini semuanya adalah cyclist serius dengan berbagai aliran. Ada yang Brompton, fixie, MTB, dan mayoritas adalah roadbike.

“Kita ingin Kayuh ini jadi tempat ketiga di antara rumah dan kantor. Tempat nongkrong yang nyaman setelah gowes. Ditemani kopi yang nikmat dan bubur yang enak. Lalu mandi di Kayuh dan siap ke kantor,” tukas Rezy yang mengaku bahwa Kayuh Clubhouse ini baru dibuka tanggal 13 Oktober.

Rezy mengunggulkan menu biterballen, bakmie, bubur ayam, chilli fries, sop buntut, lidah cabe ijo, dan rawon untuk disantap. Sesuai dengan tema, cycling café, terdapat 12 unit sepeda yang menjadi pajangan . “Empat di antaranya akan berganti tiap minggu,” imbuh Rezy yang juga menyediakan TV 65 inchi untuk sarana nonton bareng.

Beberapa komunitas Jakarta sudah meramaikan clubhouse yang buka pukul 7 pagi hingga 10 malam ini. seperti JKTCC, RCCJKT, Kosakata Cycling, Skipnride, Viroke, Classimo, dan Brommies.

Kayuh Clubhouse

Jl. Cikajang 82A

Jakarta Selatan

0812 9462 9321

 

 


COMMENTS