Jelang Gent-Wevelgem 2024: Perang Saudara di Tim Alpecin-Deceuninck 

Selama beberapa dekade, ajang balap Gent-Wevelgem digelar pada tengah pekan di antara dua ajang classic WorldTour, yakni Tour of Flanders dan Paris-Roubaix. Hal ini membuat balapan tersebut menjadi momentum paling pas bagi para pembalap untuk menjaga ritme di antara berbagai dua agenda UCI bertaraf monumental tersebut.  

Tapi sejak tahun 2011, Gent-Wevelgem dipindahkan di akhir pekan sebelum Tour of Flanders. Digabung dengan tur klasik flemish lainnya sebagai satu festival balapan di Belgia selama 10 hari.

Pihak penyelenggara juga menambahkan banyak jalur tanjakan dan gravel agar lebih menarik. Sebelumnya jalur Gent-Wevelgem hanya berupa trek jalan lurus. 

Jalur gravel yang akan dihadapi para pembalap di Gent-Wevelgem 2024. 

Bumbu lain balapan di Gent-Wevelgem ialah cuaca dan angin. Dalam beberapa tahun, angin yang datang dari laut utara membuat para pembalap kesulitan. Tak sedikit yang terjatuh. Kondisi ini menciptakan tantangan yang serius bagi para pembalap, apalagi jika kondisi cuaca terus memburuk. 

Sejarah Gent-Wevelgem

Balapan pertama Gent-Wevelgem dimulai pada 1934. Tapi baru di tahun 1945 setelah perang dunia (PD) II balapan ini diperuntukan bagi para profesional.

Setelah itu, beberapa kali balapan ini berubah format. Hingga pada 2011, UCI menetapkan balapan Gent-Wevelgem masuk dalam kalender WorldTour. Jadwal balapan pun berubah di akhir pekan antara penyelengaraan Milan-San Remo dan Tour of Flanders.

Baca Juga: Volta a Catalunya 2024 Etape 6: Tadej Pogacar Tampil Perkasa, Gelar Juara di Depan Mata

Sejak 2015, event tersebut diberi nama Gent–Wevelgem – In Flanders Fields, diambil dari puisi perang ikonik karya John McCrae. Penyelenggara ingin memperingati 100 tahun Perang Dunia I karena wilayah Westhoek adalah jantung peperangan kala itu.

Gelar juara terbanyak di ajang ini tidak ada yang benar-benar dominan. Robert van Eenaeme, Rik Van Looy, Eddy Mercky, Mario Cipollini, Tom Boonen, dan Peter Sagan memiliki tiga trofi di lemarinya masing-masing. Sedangkan, pembalap Christophe Laporte dari Visma-Lease a Bike menjadi pemenang di edisi terakhir tahun lalu. 

Rute Gent-Wevelgem 

Rute Gent-Wevelgem terletak di kawasan flemish sisi barat yang mendekati area perbatasan dengan Prancis. Berangkat dari Ypres, peloton akan akan menempuh jarak sepanjang 156 km. 

Rute awal akan didominasi jalur datar dan gravel. Namun, memasuki kilometer ke-105, pembalap akan menemukan tujuh tanjakan-turunan antara Scherpenberg hingga Kemmelberg. Jaraknya bervariasi dari 500 meter hingga 2,4 km dengan elevasi tertinggi 10,7%. 

Baca Juga: E3 Saxo Classic 2024: Nahas Menimpa Wout van Aert, Berkah Bagi Mathieu van der Poel 

Setelah melalui area berbukit di Kemmelberg, jalan relatif datar sepanjang 30 km hingga finis di Wevelgem. Jalur tersebut disebut sprinters classic karena para pemenang ditentukan melalui adu sprint di bagian akhir balapan.

Pembalap Unggulan Gent-Wevelgem 2024

Yang menarik dalam balapan Gent-Wevelgem 2024 kali ini adalah potensi perang saudara di tim Alpecin-Deceuninck. Pembalap Alpecin-Deceuninck Jasper Philipsen menjadi unggulan pertama untuk memenangai balapan Gent-Wevelgem edisi ke-86 kali ini. Performa cyclist 26 tahun ini sedang prima setelah memenangi dua ajang classic sebelumnya, yakni Milan-San Remo dan Classic Brugge-De Panne. 

Aksi Jasper Philipsen ketika menjuarai gelaran Brugge-De Panne 2024.

Namun, Mathieu van der Poel yang juga berkaos Alpecin-Deceuninck memiliki kans besar juga untuk merebut gelar. Juara dunia road race 2023 ini sebelumnya tampil apik di E3 Saxo Classic tengah pekan lalu. 

Pengganggu dominasi Alpecin-Deceuninck hadir dari tim Lidl-Trek, Mads Pedersen. Pembalap Denmark ini pernah menjuarai Gent-Wevelgem pada tahun 2020 lalu. Ia juga pernah menyabet titel juara dunia road race pada tahun 2019. 

Selain tiga nama di atas, terdapat pula kandidat juara lain seperti Olav Kooij (Team Visma-Lease a Bike) dan Tim Merlier (Soudal Quick-Step). (Mainsepeda) 


COMMENTS