Giro d'Italia 2026-Etape 14: Vingegaard Dominan dan Rebut Maglia Rosa

Jonas Vingegaard tampil dominan untuk merebut puncak klasemen umum (GC) Giro d'Italia 2026 usai memenangi etape 14 yang berlangsung brutal di kawasan pegunungan Alpen, Sabtu (23/5/2026).

Pembalap Visma-Lease a Bike itu melancarkan serangan menentukan pada 4,8 kilometer terakhir sebelum finis dan melaju sendirian menuju garis akhir di Pila.

Kemenangan tersebut sekaligus mengantarkan Vingegaard merebut maglia rosa dengan tujuh etape tersisa dalam balapan Grand Tour itu.

Etape sepanjang 133 kilometer yang dimulai dan berakhir di Aosta tersebut dikenal sebagai salah satu rute paling berat di Giro d'Italia tahun ini. Para pembalap harus menaklukkan lima tanjakan dengan total elevasi lebih dari 4.000 meter.

BACA JUGA: Giro d'Italia 2026-Etape 13: Alberto Bettiol Tak Terkejar di Verbania

Serangan Vingegaard langsung memecah kelompok unggulan. Felix Gall dari Decathlon CMA CGM sempat mencoba mengejar, namun hanya mampu finis di posisi kedua dengan selisih 49 detik. Sementara Jai Hindley dari Red Bull-Bora-hansgrohe menempati posisi ketiga, tertinggal 58 detik dari sang juara etape.

Pembalap asal Portugal, Afonso Eulalio gagal mempertahankan maglia rosa yang ia kenakan sejak etape kelima. Rider Bahrain Victorious itu mulai kehilangan tenaga di tanjakan akhir dan terlepas dari rombongan favorit saat menyisakan sembilan kilometer menuju finis.

Ia akhirnya finis di urutan ke-115 dan turun ke posisi kedua klasemen umum dengan selisih 2 menit 26 detik dari Vingegaard.

Felix Gall kini naik ke posisi ketiga klasemen keseluruhan. Sedangkan Thymen Arensman turun ke peringkat keempat tepat di depan Jai Hindley.

BACA JUGA: Bromo KOM 2026: Ketika Para Remidial Tak Pernah Kapok Tuntaskan Misi Finis Bahagia

Keberhasilan Vingegaard tak lepas dari performa impresif tim Visma-Lease a Bike yang mengontrol jalannya balapan sejak awal etape. Tim asal Belanda itu mendominasi ritme balapan dan terus menekan kelompok breakaway hingga seluruh pelarian berhasil ditangkap sekitar lima kilometer sebelum finis.

"Saya rasa ini akan menjadi kemenangan yang paling saya ingat sejauh ini," kata Vingegaard usai balapan.

"Kami sudah membuat rencana sejak awal bersama tim dan ingin mengendalikan balapan. Rekan-rekan setim melakukan pekerjaan luar biasa sepanjang hari. Saya sangat bangga kepada mereka dan senang bisa membalas kerja keras itu dengan kemenangan," lanjut juara Tour de France tersebut.

Vingegaard juga mengungkapkan bahwa serangan penentunya di tanjakan terakhir sebenarnya lahir dari improvisasi situasi balapan.

"Kami sepakat untuk mencoba menyerang saat jalur mulai menanjak curam. Piganzoli bahkan hampir membuat saya tidak perlu menyerang karena dia sudah menghancurkan ritme lawan lebih dulu," ujar Vingegaard. (mainsepeda)


COMMENTS