Colorado bukan hanya punya pegunungan yang spektakuler untuk bersepeda. Negara bagian di tengah-tengah Amerika Serikat itu juga rumah bagi banyak pelaku industri sepeda. Bukan hanya pembuat sepeda, tapi juga aksesori atau peralatan pelengkapnya. Salah satunya Stages, produsen power meter yang telah menjadi partner Team Sky dalam memenangi Tour de France berkali-kali.

Saat berkunjung di Colorado, saya bersama dua rekan (John Boemihardjo dan Bagus Ramadhani) sempat mampir ke Kota Boulder. Letaknya sekitar 40 km dari Denver. Ini kota yang tergolong trendy. Penduduknya hanya sekitar 100 ribu orang, tapi “nge-pop.”

Di Boulder ada banyak anak muda, karena disinilah University of Colorado berada. Di sini pula kultur bersepeda juga sangat kuat, maklum masih dekat dengan kawasan Rocky Mountains. Ketinggiannya juga oke tapi tidak sengsara, di kisaran 1.600 meter.

Asal tahu saja, di kota kecil ini, ada beberapa toko sepeda yang lengkap dan tergolong high end. Bahkan Rapha memilih punya toko di sini, bukan di Denver yang jauh lebih metropolitan.

Nah, di Boulder inilah Stages Cycling berada. Kami dapat akses ke sana karena sahabat kami, Dan Norman, adalah operations manager di perusahaan tersebut.

John Boemihardjo, Azrul Ananda dan Bagus Ramadhani mengunjungi pabrik Stages di Boulder, Colorado.

Bagi penggemar berat sepeda, nama “Stages” pasti sudah sangat familiar. Inilah power meter yang dipakai Chris Froome merebut Tour de France, Giro d’Italia, dan Vuelta a Espana. Ini pula merek power meter yang membantu Geraint Thomas meraih juara Tour de France 2018 ini.

Poster Chris Froome dipajang di kantor Stages di Boulder.

Dan sebenarnya, inilah merek yang membuat power meter menjadi perangkat populer dan massal di seluruh dunia.

Sebelum dipopulerkan oleh Stages, power meter seolah hanya milik pembalap profesional kelas dunia. Harga supermahal, pemakaian juga tidak sederhana.

Pada 2012, Stages mulai memperkenalkan power meter dengan harga lebih terjangkau. Mereka memodifikasi sisi kiri crank Shimano, menempelinya dengan perangkat yang sangat ringan. Dari sisi kiri itu power dihitung, membantu cyclist di seluruh dunia untuk berlatih lebih terstruktur, menjadi lebih kuat dan cepat.

Salah satu poster di kantor Stages di Boulder.

Gara-gara Stages, pasar power meter jadi “terbuka.” Makin banyak produsen turun, harga terus menjadi terjangkau, dan sekarang power meter seolah menjadi perangkat wajib seorang cyclist serius. Rekan saya John misalnya, bilang kalau bersepeda tanpa power meter itu seperti bersepeda buta!

Di Amerika, Stages punya dua kantor. Yang utama, sekaligus pusat produksi dan gudang, adalah yang di Boulder ini. Dari total sekitar 135 karyawan, 60-70 ada di Boulder. Lalu ada sekitar 25 di kantor Portland, Oregon. Sisanya tersebar di berbagai kota.

Proses produksi Stages power meter.

Saat mengunjungi pusat di produksi di Boulder, tentu saja kami tidak boleh seenaknya memotret dan menulis. Banyak yang menjadi rahasia dapur.

Tapi, kami ditunjukkan proses pembuatan dari hulu sampai hilir. Misalnya, dari memesan komponen crank dari Shimano, Campagnolo, atau FSA. Lalu proses memodifikasi crank-crank itu, menempelkan semua komponen elektronik, hingga proses quality control.

Fasilitas produksi Stages di Boulder.

Ada seseorang yang pekerjaannya pasti telah “menyentuh” hampir semua konsumen Stages. Dia bagian quality control, memastikan setiap power meter berfungsi sesuai harapan. Baik saat temperatur normal maupun superdingin (crank-nya dimasukkan kulkas dulu!). Katanya, sekitar 95 persen produk Stages harus lewat tangannya. Jadi, kalau Anda punya Stages, kemungkinan besar barang Anda pernah dia sentuh!

Proses quality control Stages power meter.

Selama hidup, saya belum pernah melihat begitu banyak crank diproses di satu tempat. Menurut Stages, setahun mereka memproduksi puluhan ribu power meter.

Di Boulder ini pula layanan research and development sekaligus servis dilakukan. Jadi kalau Anda punya masalah dengan Stages, maka komponen Anda dikirim ke sini dan diperbaiki di sini.

Tapi, ada satu hal yang menarik, yang tidak banyak orang tahu. Bahwa Stages tidak mengawali bisnis dari sepeda. Mereka mengawali bisnis pada akhir 2009 di dunia indoor cycling, alias di fitness industry.

Selain memproduksi sepeda indoor sendiri, Stages juga menyediakan perangkat power meter untuk merek-merek lain. Ya, itu tandanya, kalau Anda suka nge-gym, ada kemungkinan Anda sudah pernah memakai perangkat buatan Stages. Walau mungkin tidak kelihatan!

John Boemihardjo sedang mencoba perangkat indoor cycling buatan Stages di Boulder. 

Saat ini, Stages juga mulai ekspansi ke sisi lain latihan. Yaitu memproduksi komputer sepeda. Stages Dash sekarang sudah bisa dibeli di mana-mana, lengkap dengan fitur training yang bisa membantu Anda jadi lebih baik. Dalam waktu dekat, akan ada versi Dash terbaru dengan color display dan improvement lain.

Berbincang dengan Doug Crawford (tengah), Senior Vice President dan Dan Norman (kiri), Operations Manager Stages Cycling.

Terus memperbaiki produk dan berinovasi tampaknya tak perlu diragukan lagi di Stages. Praktis semua karyawannya adalah cyclist. Ada ruangan khusus untuk sepeda karyawan, baik di kantor Boulder maupun Portland. Setiap bilik atau ruang kerja pasti ada gantungan helm, atau disandari sepeda. Tidak sedikit yang bekerja sambil masih mengenakan sepatu sepeda!

Gurauan di Stages, menurut Dan Norman, satu karyawan punya dua sepeda!

Acara bersepeda juga jadi program rutin di Stages. Di Boulder, setiap Selasa adalah hari gowes bareng. Namanya “Turnt Up Tuesday.” Kata “Turnt” adalah slang dari “Turned,” yang artinya datang dengan penuh semangat dan gairah. Acara Selasaan ini berlangsung setiap tengah hari, jam makan siang. Sesuai nama, kecepatannya pun luar biasa.

“Acara sepedaan itu crazy fast. Pembalap profesional sering datang bergabung,” ungkap Dan Norman.

Kalau di kantor Portland, acara gowesnya setiap hari Jumat. Sama, banyak pembalap juga ikutan, dan banyak karyawan Stages sebenarnya juga pembalap.

Saat di Portland, kami melihat seorang pembalap profesional ikut bergabung. Dan dia menggunakan wheelset dan ban prototipe dari sebuah merek yang sangat kondang!

Sebagai cyclist, tentu senang dan bahagia bisa melihat fasilitas seperti pabrik Stages di Boulder. Apalagi orangnya ramah-ramah, khas Amerika bagian tengah, dan tidak akan pernah lelah ngobrol soal sepeda.

Karena adalah sangat menakutkan (dan meragukan) apabila kita membeli produk sepeda dari suatu tempat yang orang-orangnya tidak bersepeda! (*)


COMMENTS