Hadi Tombro dan Arfiana Khairunnisa melintasi Pantai Soge, Pacitan saat menjajal rute East Java Journey 2023 pada 2 Januari lalu

Dari ujung timur sampai ujung barat. Dari pesisir pantai utara sampai pantai selatan. East Java Journey 2023 benar-benar akan mengajak para peserta mengelilingi sisi terluar Jawa Timur, menaklukkan tantangannya, menikmati keindahahannya.

Rute East Java Journey sudah disurvei dan difinalisasi. Yang mensurvei rute full journey sepanjang 1.200 km lebih adalah juara event ultra cycling nasional 2022 Dzaki Wardana dan Trihadi ”Tombro” Siswanto. Om Azrul Ananda bersama teman-teman dari AASoS kebagian tes rute half journey sejauh 600 km plus.

Peserta berangkat dari pusat Kota Surabaya. Menyisir Gresik, Lamongan, dan Tuban. Lalu menuju ke selatan, melewati Bojonegoro, Ngawi, Madiun, dan Ponorogo, terus sampai ke pesisir selatan sampai Pacitan.

Dari Pacitan, para peserta, full maupun half akan menuju Trenggalek, lanjut Tulungagung. Inilah salah satu segmen terberat.

”Cyclist akan dihadapkan pada total nanjaknya lebih dari 3.000 meter hanya di segmen ini,” kata Dzaki. ”Meski demikian, rute dari Pacitan ke Trenggalek itu sangat memanjakan mata. Sebab pemandangannya begitu indah. Pantai Soge yang luar biasa cantik. Lalu di ujung tanjakan, kita bisa melihat PLTU Pacitan,” lanjutnya.

Hadi Tombro dan Arfiana Khairunnisa membelah Alas Baluran saat menjajal rute East Java Journey 2023 pada 6 Januari lalu

Peserta full dan half journey akan ”berpisah” di Tulungagung. Full akan lanjut ke arah timur menuju Blitar, Malang, Lumajang, sampai Banyuwangi, sebelum kembali ke Surabaya lewat Jalur Pantura. Sedangkan kategori half dari Tulungagung akan menuju utara ke Kediri, Pujon, Lalu ke Surabaya.

”Rute resminya akan kami umumkan sebulan sebelum event. Sebab kami masih menunggu progres dari perbaikan jalan. Termasuk  Jembatan Gladak Perak di Jalur Piket Nol,” kata Azrul Ananda.

Kategori full journey ditempuh selama enam hari, mulai tanggal 14 sampai 19 Maret. Sementara peserta half journey diberi waktu selama tiga hari untuk menyelesaikannya pada 17-19 Maret.

Kategori full journey bersifat kompetitif. Ada juaranya. Terdiri dari berbagai kategori usia. Mulai dari Men 40 and up, Men 39 and under, Women 40 and up, Women 39 and under, Men Pair, dan Mixed Pair (a man and a woman).

”Sedangkan rute half journey bersifat nonkompetitif. Meski demikian, semua finisher sebelum COT juga akan mendapatkan trofi," tegas Azrul. (mainsepeda)

Podcast Mainsepeda Bareng AZA x Johnny Ray Episode 122

Populer

Antusiasme Nggravel Blitar 2026: Ajak Ayah, Kejar Podium, dan Ingin "Healing"
Brompton Day Out 11 Hadir di Malang, Usung Semangat Inklusif dan Carnival Ride
Nggravel Blitar 2026: Datang dari Jauh Demi Surganya Off-Road
Unduh Rute Terbaru EJJ 2026 600 Km di Mainsepeda App!
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
Inilah Tiga Rute Seru untuk Gravel Bike di Tangerang
Wout van Aert Juara Paris-Roubaix 2026, Kalahkan Pogacar dan Tebus Janji Lama Michael Goolaerts
Hiyaaaaa, Sudah Muncul Pinarello Dogma F12
Kolom Sehat: Meri, tapi Bukan Anak Bebek
Gowes 77 Km Keliling Beijing untuk Memperingati HUT RI