Namanya Happy Healthy Cycling (H2C). Komunitas ini berasal Banjarmasin yang sudah berusia empat tahun. Mereka telah terbentuk sejak 2018. Komunitas itu memiliki dua base. Selain di Banjarmasin, anggota mereka juga tersebar di Banjarbaru, ibu kota Kalimantan Selatan (Kalsel).

Salah satu pentolan H2C Tedy Indrajaya bercerita, sesuai dengan namanya, komunitas ini gowes untuk happy sekaligus healthy. Mereka menjadikan bersepeda sebagai sacara untuk menggapai tujuan itu. "Kami ingin para anggota senang dan sehat melalui kegiatan bersepeda," terangnya.

Selama empat tahun mewarnai dunia sepeda di Kalsel, H2C sekarang memiliki puluhan anggota. Sebanyak 40 di antaranya selalu aktif mengikuti kegiatan komunitas. Menurut Tedy, H2C sangat terbuka dengan anggota baru. "Yang mau gabung, silakan," ucapnya.

H2C berlatih intens menyambut Kediri Dholo KOM Challenge 2022

Saat ini anggota H2C rata-rata berusia 30-50 tahun. Mereka memiliki latar belakang yang bermacam-macam. Ada dari kalangan pegawai negeri, pegawai swasta, hingga pengusaha di Banjarmasin. Mereka gowes hampir tiap hari sebelum berangkat bekerja. Jaraknya sekitar 40-50 kilometer.

"Weekday sebelum berangkat bekerja, kami biasanya gowes di Jalan Ahmad Yani yang terkenal flat. Enak buat mengejar waktu," terang cyclist 47 tahun tersebut.

Sementara saat akhir pekan mereka memilih rute tanjakan. Ada berbagai destinasi gowes yang biasa mereka kunjungi. "Banyak tempat favorit di Kalimantan Selatan untuk gowes. Flat-nya banyak. Buat nanjak pun oke," bilang Tedy.

Dari sekian banyak alternatif rute gowes itu, lanjut Tedy, salah dua yang menjadi favorit H2C adalah Tahura Mandiangin dan Benteng Belanda. "Evelasinya nggak banyak. Cuma 700 meter. Tetapi nanjak terus hingga enam kilometer. Cocok untuk latihan," sebutnya.

Tahura Mandiangin menjadi salah satu destinasi gowes favorit H2C

Mereka juga rutin mengikuti event gowes di luar Kalimantan Selatan. H2C baru saja menuntaskan Banyuwangi Bluefire Ijen KOM Challenge 2022 pada September lalu. Kini mereka sedang berlatih intens untuk menyambut Kediri Kediri Dholo KOM Challenge 2022 pada 3-4 Desember mendatang.

"Persiapan rutin sudah kami lakukan sebulan terakhir ini. Terutama setiap Minggu dengan rute gran fondo dan satu hari untuk latihan nanjak. Selain ke Tahura Mandiangin, biasanya ke Bukit Mawar yang elevasinya lebih dari 1.000 meter," ujar Tedy.

Mereka memang cukup serius dalam persiapan ini. Sebab, ini juga pertama kalinya anggota H2C mengikuti Kediri Dholo KOM Challenge. Mereka sangat penasaran dengan tanjakan di Kelok 9 itu. "Katanya paling menantang ya tanjakannya," seru Tedy.

Selain persiapan mengikuti event-event sepeda, H2C juga berencana mengadakan agenda internal untuk gowes ke luar daerah. Ya, selama ini mereka lebih sering berkegiatan di sekitar Kalimantan. Salah satu destinasi yang dibidik adalah Bali.

"Sampai saat ini memang belum pernah ke luar daerah. Selain agenda internal juga ingin ikut event-event yang lebih menantang," bilangnya. (mainsepeda)

Podcast Mainsepeda Bareng AZA x Johnny Ray Episode 114

Foto: Dokumentasi Happy Healthy Cycling (H2C)

Populer

Zidan Nouval Juara Bentang Jawa 2026, Kawinkan Gelar Ultra-Cycling 1.500 Km
Peserta Tertua dan Termuda Bentang Jawa 2026 Terpaksa DNF di Hari Kedua
Renewi Tour 2026-Etape 2: Philipsen Dominan di Ardooie dan Rebut Puncak GC
Bentang Jawa 2025: Stephen Lane Juara! Pecah Rekor Finish Under 78 Jam
Bu Fey Terjun di Bentang Jawa 2026, Berbekal Pengalaman di Paris dan Three Islands Journey
Ini Dia Hasil Resmi Bentang Jawa 2025
Pogacar Siap Dominasi Vuelta a España 2026, UAE Ungkap Kunci Persiapannya
Race Around Java: Keliling Jawa 3.000 Km, Total Nanjak 30.000 Meter
Nostalgia Jalur Gravel EJJ, Wisli Sagara dan Ilmiawan Auwalin Siap Comeback ke Glenmore
Inilah yang Membuat Bentang Jawa 2024 Sangat Berkesan