Ambisi Chris Froome untuk kembali ke masa jayanya semakin berat. Alih-alih bangkit, Froome kini sibuk untuk memulihkan cedera lutut. Masalah ini memengaruhi program balap sang superstar. Ia diperkirakan harus absen hingga pertengahan Maret.

Froome tak kunjung menemukan bentuk terbaiknya setelah kecelakaan di Criterium du Dauphine 2019. Berbagai cara sudah dilakukan. Termasuk rehabilitasi di Amerika Serikat. Sayang perkembangannya berjalan lambat. Ia belum pernah naik podium selama hampir empat tahun.

Masalah baru pun muncul saat Froome belum betul-betul melewati masa krisis. Ia mengalami cedera lutut pada awal Januari ini. Manajer tim Olahraga Israel-Premier Tech (IPT), Rik Verbrugghe menceritakan kronologin serta detailnya kepada Het Nieuwsblad.

Froome terpaksa mengakhiri musim 2021 lebih awal dari perkiraaan karena schistosomiasis. Lalu ia mencoba olahraga lain seperti renang dan lari untuk membangun ulang kondisinya. Sayang situasinya justru memburuk hingga menyebabkan cedera lutut.

BACA JUGA: Chris Froome Cedera Lagi

Froome memang sudah bersepeda lagi. Ia berlatih dengan pembalap akademi IPT. Tetapi tanpa intensitas apa pun. Menurut Verbrugghe, Froome tidak akan balapan sampai pertengahan Maret. Ia harus melewatkan Tour of Rwanda dan Paris-Nice.

"Tidak masuk akal untuk membuat program balapnya saat ini. Kami harus memastikan bahwa ia betul-betul fit terlebih dulu," tegas Verbrugghe.

Verbrugghe masih yakin bahwa Froome akan pulih sesuai jadwal. Akan tetapi, ia tidak berani menjamin tentang potensi mengembalikan Froome ke level terbaiknya. "Apakah ia masih mampu mencapai performanya di masa lalu, saya tidak berani lagi menjawabnya," aku Verbrugghe. (mainsepeda)

Foto: ASO


COMMENTS