Kediri bukan sekadar tahu, pecel atau klub sepak bola Persik saja. Daerah ini juga memiliki destinasi gowes yang indah sekaligus menantang. Bagi Anda yang hobi nanjak, Kediri punya Gunung Kelud yang sudah tersohor itu, serta air terjun Dholo yang berada di lereng Pegunungan Wilis.

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengatakan, bersepeda bukan sekadar berolahraga, ini telah menjadi budaya sehat di Kediri. Berdasarkan pengamatannya, ada banyak warga Kediri yang gowes setiap pagi.

Rute favorit tentu saja Gunung Kelud dan Dholo. Dua spot ini memang digemari pecinta olahraga sepeda di Kediri maupun Jawa Timur (Jatim). "Saat di pit stop, kudapannya tahu Kediri dan kopi. Itu orang Kediri banget," ucap bupati yang akrab disapa Mas Dhito itu.

Melalui event Kediri Dholo KOM Challenge 2021, Mas Dhito berharap destinasi gowes di wilayahnya tidak hanya dinikmati masyarakat Kediri dan Jatim saja. Namun cyclist dari seluruh Indonesia, bahkan dari luar negeri, dapat berbondong-bondong gowes ke Kediri.

"Kami sedang menata betul rute-rute gowes di Kediri. Saya sempat berdiskudi dengan Mas Azrul. Beliau telah menjabarkan rute yang akan dilalui Kediri Dholo KOM Challenge 2021. Saya akan cek rutenya untuk memastikan jalannya sudah mulus saat event ini berlangsung," bilang bupati berusia 28 tahun itu.

Mas Dhito mendukung penuh Kediri Dholo KOM Challenge 2021. Sebagai empunya Dholo, Kabupaten Kediri siap menyukseskan event resmi pertama di Indonesia tersebut. "Saya akan tes tanjakan di Dholo sebelum event ini berlangsung. Sembari saya cek jalannya," ucap penunggang penunggang De Rosa Merak ini.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar (kanan) beserta istri, Ferry Silviana Feronica

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar turut mengajak cyclist dari seluruh Indonesia untuk datang ke Kediri dan menaklukkan berbagai medan gowes menantang di daerah ini. Sebagai cyclist yang gowes sejak 2015, ia merasakan sendiri bagaimana "siksaan" Kelud maupun Dholo.

Mas Abu, sapaan karibnya mengatakan, Dholo tak sekadar menantang, tapi juga ngangeni. Setiap cyclist yang nanjak ke Dholo selalu ingin mengulang dan mengulang lagi. Oleh karena itu, Kediri sangat welcome dengan ediri Dholo KOM Challenge 2021.

"Ayo gowes ke Kediri. Ada banyak rute gowes yang menarik dan masih alami. Jika suka tanjakan, bisa gowes ke Dholo atau ke Gunung Kelud," ajak penunggang Wdnsdy AJ1 dan S Works Tarmac SL5 itu.

Cyclist asal Kediri Ferry Martalatta memberikan gambaran singkat tentang tanjakan Dholo. Menurutnya, nanjak ke Dholo mulai berat setelah Besuki. Di sana, cyclist harus menaklukkan tanjakan "Gigi Satu". Dinamakan demikian karena spot ini cukup curam dan berat.

"Pemerintah sudah membuatkan jalur baru yang menembus "Gigi Satu". Jalurnya makin panjang dan terjal. Tapi dengan nuansa taman," terang Ferry.

Menurut Ferry, belum lengkap rasanya jika berpelesir ke Jatim atau ke Kediri tanpa merasakan tanjakan Dholo. Sebab Dholo memiliki karakter berbeda dan unik dibandingkan tempat lainnya. Selain itu, Dholo menyuguhkan panorama yang indah dan masih fresh. (mainsepeda)

Foto: Vicky Romario, Instagram Hanindhito Himawan Pramana, Humas Kota Kediri

Populer

EJJ 2026: Petualangan Bersepeda 1.500 km dari Timur ke Barat Dimulai!
Unduh Rute Terbaru EJJ 2026 600 Km di Mainsepeda App!
TM EJJ 2026: Yang Debutan dan Remidi Sama Semangatnya
EJJ 2026: Siapkan Cue Points, Cara Cyclist Singapura Rencanakan Istirahat, Makan, hingga Beribadah
EJJ 2026: Banjir Giveaway untuk Dotwatcher dan Peserta, Cek Cara Ikutannya!
EJJ 2026: Bersaing di Kategori Pair, Datang Lebih Awal untuk Bonding
EJJ 2026: Vindranori Tempelkan Sticker Penyemangat, Victor Putar Lagu Rohani untuk Mengusir ‘Setan’
EJJ 2026: Seluruh Peserta 1.500 Km ’Lulus’ Tanjakan Jolotundo
Jadwal & Syarat RPC EJJ 2026: Wajib Datang Sendiri dan Bawa Sepeda!
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!