Tour de France 2020 Diyakini Lebih Seru dan Sengit

| Penulis : 

Pandemi coronavirus membuat jadwal ketiga Grand Tour saling berdekatan. Tour de France yang seharusnya digelar 27 Juni hingga 19 Juli, mundur menjadi 29 Agustus hingga 20 September 2020. Dua ajang besar lainnya, yakni Giro d'Italia dan Vuelta a Espana akan berlangsung setelahnya.

Berdasarkan maklumat UCI pada 15 Maret lalu, penangguhan kompetisi balap sepeda diperpanjang hingga 1 Juli, serta 1 Agustus untuk agenda WorldTour. UCI juga mengumumkan jika Tour de France 2020 akan digelar pada 29 Agustus hingga 20 September.

Selepas Tour de France, UCI akan menggelar kejuaraan dunia road race di Aigle-Martigny, Swiss pada 20-27 September. Giro d’Italia akan dilaksanakan setelah kejuaraan dunia. Disusul kemudian dengan pelaksanaan Vuelta a Espana. UCI belum menyertakan jadwal anyar Giro dan Vuelta.

Sejumlah media di Eropa meyakini bahwa Giro akan digelar Oktober. Sementara Vuelta berlangsung November. Jika asumsi ini menjadi kenyataan, maka ketiga Grand Tour akan berlangsung dalam tiga bulan secara berturut-turut. Kondisi tersebut membuat tim harus memilih event yang menjadi prioritas.

"Karena tidak akan ada ruang untuk ketiga Grand Tour dalam tiga bulan. Tim akan membuat pilihan," bilang pemenang mountains classification di Tour de France 2019, Romain Bardet kepada L'Equipe.

Rider AG2R La Mondiale ini mengaku lega karena UCI telah memberikan kepastian jadwal Tour de France. Menurutnya, ini adalah kabar yang sangat dinantikan semua pembalap. "Bagi kami, sangat menyenangkan memiliki tanggal comeback, dan kembali membuat beberapa rencana," ucapnya.

Dari ketiga Grand Tour, lanjut Bardet, Tour de France masih menjadi magnet utama. Ia tak ragu menyebut Tour de France mendapatkan prioritas untuk menyelamatkan musim yang kacau balau akibat pandemi coronavirus di seluruh dunia. Bardet menambahkan, para pembalap top dunia akan turun di Tour de France tahun ini.

"Tour de France 2020 ini akan sangat berbeda. Semua pemimpin peleton tidak diragukan lagi akan berada di Tour. Itu akan membuat balapan semakin seru," tutur pembalap 29 tahun ini.(mainsepeda)

Populer

Benarkah Ban 25 Mm Lebih Cepat dari 23 Mm?
Tour de France 2026: Pogacar Makin Dekat Gelar Juara Usai Pecah Rekor di Alpe d’Huez
Banyuwangi Bluefire Ijen KOM 2025: Lanterne Rouge Milik Para Ultra-Cyclist
Tour de France 2026: Datang Tanpa Ekspektasi, Carapaz Pulang sebagai Raja Tanjakan
Tour de France 2026-Etape 20: Carapaz Menang di Alpe d'Huez, Pogacar Selangkah Lagi Juara
Berawal dari Satu Cluster, Kini Punya Ratusan Member
Apa Itu Green Jersey, dan Kenapa Peter Sagan Terancam
Cyclist Favorit: Vlogger Janu Joni Lahir dari Band Pop-Punk
Preview Paris-Nice 2026: Ujian Pertama Vingegaard, Juan Ayuso Bisa Jadi Kuda Hitam
Membangun Endurance untuk Cyclist Perempuan