Bintaro Loop Jakarta: Tempat Latihan Bos hingga Atlet
Saling Respect, Tidak Peduli Sudah Kenal atau Belum
by - April 07, 2018

Tempat latihan gowes bisa di mana saja. Tapi buat warga Jakarta, rasanya bagai mencari oase di tengah gurun. Nah, untuk pecinta road bike yang tinggal di kawasan Bintaro atau Jakarta Selatan termasuk beruntung.

Di sekitar Bintaro, ada area yang biasa dipakai nge-loop (berputar). Akhirnya mendapat julukan Bintaro Loop alias Binloop alias BL.

Mereka yang berlatih di sana pun tidak mau disebut sebagai klub sepeda. Melainkan komunitas tidak mengikat yang sama-sama latihan di Bintaro.

“Klub sepeda itu terlalu inklusif dan sering justru bersaing dengan klub lain. Juga biasanya bisa ruwet di internal sehingga akhirnya bubar. Belajar dari situ, saya nggak mau bikin klub Binloop. Biarkan saja Binloop ini milik semua cyclist. Hanya ada kepanitiaan apabila akan ada even. Begitu selesai, bubarlah panitia itu,” jelas Toto Sudarsono, koordinator Binloop.

Banyak komunitas tidak mengikat yang berlatih bersama di Bintaro 

Di sana, siapa pun, apa pun klubnya, tidak peduli merek sepedanya --ada road bike, TT, MTB, fixie, semuanya-- boleh datang latihan. Ada dua pilihan rute memutar (loop), yakni sembilan kilometer dan 13 kilometer.

Sejarah gowes di Binloop sendiri ternyata lumayan panjang. “Sejak 2012 sudah banyak yang latihan di sini, tetapi saat itu mereka latihan sendiri dan high speed,” ungkap Toto.

Semakin hari, makin banyak yang berlatih di Bintaro. Tidak terorganisir dan mayoritas suka kebut-kebutan. “Akhirnya banyak yang kapok berlatih di sini karena kalah speed. Pada dasarnya mereka mampu, tetapi tidak ada yang mengajari sehingga ngawur,” tutur Toto.

Tanpa sengaja, tanpa direncanakan, pria yang aslinya tokoh basket ini mulai mengorganisir para cyclist sejak dua tahun lalu. “Awalnya saya ajak beberapa cyclist pemula untuk membentuk peloton sendiri. Saya ajari bagaimana menggunakan komposisi gir yang benar, bagaimana drafting alias ‘nggandol’ di peloton. Tujuannya tentu untuk menaikkan speed dan membuat mereka percaya diri,” jelasnya.

Dalam seminggu, ada tiga hari latihan yang terorganisir. Tak terasa, sambutannya sangat baik dan antusias. Selasa dan Kamis pukul 6 hingga 9 pagi jadi jadwal rutin “kelas” yang diasuh oleh Toto.

“Untuk Selasa pagi, peloton khusus lady cyclist dan newbie. Kadang pesertanya bisa 60 orang!” katanya bangga.

Mantan pengurus Pegasus Continental Cycling Team ini lantas fokus program untuk meningkatkan kebugaran dan kesehatan serta endurance.

“Maklum yang gowes kebanyakan bos-bos yang pengin menurunkan berat badan. Juga ingin lebih fit. Mereka tidak kejar prestasi apa pun. Jadi latihannya disesuaikan keinginan mereka itu,” tukas pria yang di-endorse oleh Specialized Indonesia sejak 2017 ini.

Toto Sudarsono mendedikasikan dirinya untuk mengajari cyclist pemula bersepeda yang benar.

Agar tidak bosan berlatih di jalur flat dan hanya putar-putar, pada hari Sabtu, Toto mengajak cyclist yang latihan di Binloop untuk nanjak. “Sekali lagi siapa pun boleh ikut, nggak peduli dari klub mana,” pungkasnya.

Nanjaknya relatif tidak terlalu jauh, maksimal 150 km pergi-pulang. Gunung Menyan, Pabangbon, Puncak atau Km 0 bisa jadi pilihan. “Selain Sabtu, gowes keluar dari Binloop juga setiap libur tanggal merah. Kami bentuk panitia untuk bikin one-day even. Kebetulan karena saya di-endorse oleh Specialized, jadi ada beberapa hadiah merek itu untuk undian. Ditambah juga ada beberapa sponsor lainnya,” ujar komentator basket era 1994-2017 itu.

One day even di Bintaro Loop di setiap libur atau hari sabtu.

Dedikasi pria kelahiran 22 September 1957 ini patut diacungi jempol. Toto tidak meminta fee atau apa pun apabila ada cyclist ingin ikut latihan di Binloop.

“Semata-mata demi kecintaan saya pada olahraga sepeda. Saya dulu pelari dan main basket. Tapi sejak lutut cedera, ganti main MTB. Tapi berat badan naik terus sampai 82 kg. Indra Bakrie ajak saya gowes bareng akhirnya keterusan sampai sekarang,” tuturnya bernostalgia.

Di usianya yang tak lagi muda, berbagai prestasi pernah direngkuhnya. Seperti juara kedua GFNY Bali kelas usia 60+ (2018) dan juara TTT usia 50 up di tahun 2016.

Toto Sudarsono (paling kiri) berhasil meraih podium di GFNY Bali 2018.

Toto bersama komunitas Bintaro Loop juga punya misi mulia dengan membina cyclist muda asal Tangerang. “Kita beri mereka jersey Binloop gratis, biar mereka bangga dan giat berlatih. Kebetulan kita juga jual jersey berkualitas tapi terjangkau, hanya Rp 250 ribu saja,” tuturnya.

Beberapa cyclist yang giat berlatih di Binloop juga berhasil meraih juara di GFNY Bali beberapa bulan lalu. Salah satunya, Gia Amalia berhasil merebut podium pertama kategori Female Overall.

Nge-loop di Bintaro ini enak. Lebih aman karena alur mobil kan searah dengan kita. Dan ramai banget, serulah pokoknya,” imbuh Ronald Simanjuntak, yang sudah berlatih di Binloop sejak dua tahun ini.

Gia Amalia (tengah) berhasil meraih podium pertama di GFNY Bali 2018 berkat latihan rutin di Binloop.

Senada dengan Ronald, Simon Pasaribu juga merasakan asyiknya nge-loop di sini. “Cyclist-nya saling respect tidak peduli sudah kenal atau belum kenal. Lalu lintas juga nggak terlalu ramai seperti di dalam kota. Pelotonnya tinggal pilih, mau ikut beginner, medium, atau atlet semuanya ada. Latihan endurance juga bisa,” ucap Simon. 

Bagi cyclist yang sudah selesai latihan di Bintaro, bisa bersantai ngobrol dan ngopi. Di sana ada Cafe Overflow, Loops Koffie and Bike, McDonald’s Emerald, dan Lot 9 Café.

“McDonald’s Emerald Bintaro yang biasanya jadi titik kumpul kami sebelum gowes atau pun sebelum berangkat turing keluar kota,” pungkas Toto yang juga pernah menyabet juara nasional inline skate  kelas veteran di tahun 1997-1999. (mainsepeda)


COMMENTS