Bagi peserta EJJ 600 keikutsertaan mereka di East Java Journey seperti sebuah kaderisasi. Beberapa yang baru mencoba ultra cycling mengaku akan ikut rute 1.500 Km tahun depan jika lulus tantangan 600 Km.
Setelah menempuh perjalanan epik melintasi Jawa Timur, John Boemihardjo akhirnya mencapai garis finis East Java Journey (EJJ) 2026. Co-founder & CEO Wdnsdy Bike tersebut menyentuh garis akhir di Surabaya Town Square (Sutos) pada Jumat dini hari (6/2/2026), pukul 03.53 WIB.
Luar biasa Zidan Attala Nouval Hidayat. Cyclist asli Gedangan, Sidoarjo ini sukses mencatatkan hattrick alias juara tiga kali beruntun. Setelah lagi-lagi dia berhasil finis terdepan pada East Java Journey (EJJ) 2026 jarak 1.500 km kategori Men 39 and Under.
Cyclist berpaspor Prancis dan berdarah sunda Aude Marie Le Gorec akan membawa jimat keberuntungannya saat mengikuti East Java Journey (EJJ) 2026 - 600 Km. Jimatnya berbentuk boneka berwarna merah, seukuran gengaman tangan. Diberi nama Racha.
Cyclist asal Jakarta Muhammad Faris akan menjajal event East Java Journey (EJJ) 2026 untuk pertama kalinya. Ia akan turun di kategori 600 Km yang akan mulai start pada Jumat, 6 Februari, pukul 05.00 WIB.
Zidan kian dekat dengan podium ketiganya secara beruntun di ajang EJJ. Apalagi sepeda Zidan sudah lebih ringan. Aerobar yang terpasang sejak start, telah dicopot ketika Zidan sejak dari Blitar. Tanpa aerobar itu, sepeda Zidan bisa setengah kilogram lebih ringan untuk melesat.
Persaingan kategori pair pada East Java Journey (EJJ) 2026 – 1.500 Km berlangsung kompetitif. Lima pasangan ultra cyclist yang terlibat persaingan, sejauh ini tetap survive melanjutkan perjalanan mengelilingi Jawa Timur.
Meski segala persiapan sedetail apapun sudah dilakukan. Tetap saja ada hal-hal tak terduga yang bisa terjadi. Itulah yang harus dialami oleh ultra cyclist asal Depok, Muhammad Suhud. Dia mengalami dobel kendala sekaligus saat menaklukkan tantangan East Java Journey (EJJ) 2026 – 1.500 Km. Yakni, masalah ban pecah dan smartphone rusak.
Bambang yang berprofesi sebagai konsultan lingkungan hidup ini, harus tertahan karena urusan ‘tugas negara’ tersebut di Km 440, sekitar Glenmore di Banyuwangi.
Perang saudara. Mungkin kalimat ini cocok untuk menggambarkan persaingan ketat antara John Boemihardjo dan Joko Sumalis pada East Java Journey (EJJ) 2026. Dua cyclist yang sama-sama "bersenjata" Wdnsdy Bike, bersaing untuk menjadi yang tercepat di kategori 40 Men and Up.