Milan Fretin (Cofidis) meraih kemenangan pada etape kelima Tour of Guangxi setelah memenangi sprint massal di Yizhou, China, Sabtu (17/10). Sementara Paul Magnier (Soudal-QuickStep) terjatuh pada satu kilometer terakhir, tetapi tetap mempertahankan posisi teratas klasemen umum (GC).
Fretin tampil lebih cepat dalam adu sprint di garis finis untuk mengungguli Matteo Moschetti dari Pinarello-Q36.5 dan Erlend Blikra dari Uno-X Mobility. Kemenangan tersebut menjadi kemenangan kedua Fretin sepanjang pekan ini sekaligus kemenangan keduanya di ajang UCI WorldTour.
Etape kelima pada dasarnya diprediksi berakhir melalui sprint massal, seperti empat etape sebelumnya. Prediksi itu terbukti setelah rombongan peloton kembali melaju bersama menuju garis finis.
Sebelum sprint penentuan, enam pembalap sempat memimpin balapan sebagai bagian dari kelompok pelarian, yakni Patrick Gamper, Jasha Sutterlin dari Jayco AlUla, Brandon Rivera dari Netcompany Ineos, Baptiste Veistroffer dari Lotto-Intermarché, Davide Formolo dari Movistar, dan Max Walker dari EF Education-EasyPost. Namun, peloton berhasil mengejar mereka saat balapan menyisakan 14 kilometer.
Magnier, yang sebelumnya memenangi etape pertama dan keempat, kembali menjadi salah satu kandidat kuat untuk meraih kemenangan.
Akan tetapi, pembalap Prancis itu gagal mengikuti sprint terakhir setelah terjatuh bersama Max Kanter dari XDS-Astana dan sejumlah pembalap lain ketika peloton mendekati garis finis.
Insiden tersebut membuat beberapa sprinter unggulan kehilangan kesempatan bersaing untuk meraih kemenangan.
Arvid de Kleijn dari Tudor sempat meluncurkan sprint lebih dahulu, tetapi Fretin mampu mengatur waktu akselerasinya dengan tepat untuk merebut posisi pertama.
Fretin mengaku sangat senang dengan hasil tersebut. Ia menyebut keberhasilan tim mengendalikan balapan dan menempatkannya pada posisi ideal di kilometer-kilometer terakhir menjadi faktor penting di balik kemenangan.
“Ini luar biasa! Sulit dipercaya saya baru saja memenangi balapan kedua pekan ini sekaligus kemenangan kedua saya di UCI WorldTour. Kami tahu ada peluang untuk bersaing dalam sprint, dan tim mengendalikan balapan dengan sangat baik hingga akhir,” kata Fretin.
Ia menambahkan, seluruh rekan setimnya bekerja sama pada kilometer-kilometer terakhir untuk memastikan dirinya berada dalam posisi yang menguntungkan sebelum melancarkan sprint.
“Saya berada di posisi yang tepat sehingga bisa memulai sprint dengan baik. Saya memulainya sedikit terlalu awal, tetapi berhasil menciptakan keunggulan pada momen yang tepat,” ujarnya.
Fretin juga menilai performanya terus meningkat sepanjang musim. Ia mengaku sempat merasa belum sepenuhnya mencapai hasil yang diharapkan ketika datang ke Tour of Guangxi, meski telah menunjukkan perkembangan sebagai pembalap.
“Saya merasa telah mencapai level ini seiring berjalannya musim. Saya selalu bekerja keras untuk memberikan yang terbaik dan meraih kemenangan di level UCI WorldTour. Bisa menutup musim dengan kemenangan seperti ini sungguh luar biasa. Saya tidak bisa meminta penutup musim yang lebih baik,” kata Fretin.
Di klasemen umum, Magnier masih mempertahankan posisi pemimpin balapan meski gagal menambah koleksi kemenangannya. Ia memasuki etape keenam dengan keunggulan 10 detik atas Frits Biesterbos dari Picnic PostNL, pemenang etape kedua yang juga terdampak insiden pada kilometer terakhir.
Namun, posisi Magnier sebagai pemimpin klasemen masih berpotensi berubah pada etape penutup, Minggu (18/10).
Etape keenam dijadwalkan berakhir di Nongla Scenic Spot, yang menghadirkan satu-satunya finis menanjak dalam balapan ini, dengan panjang 3,2 kilometer dan gradien rata-rata 7,3 persen. (mainsepeda)