Frits Biesterbos menghadirkan kejutan di etape kedua Tour of Guangxi 2026, Rabu (14/10). Pembalap Picnic PostNL itu memenangi sprint di Jingxi, China setelah mengalahkan Paul Magnier (Soudal-QuickStep) dan Olav Kooij (Decathlon CMA CGM).
Kemenangan ini terasa istimewa bagi Picnic PostNL. Tim asal Belanda tersebut akhirnya meraih kemenangan pertamanya di level WorldTour musim ini. Biesterbos sekaligus menyelamatkan timnya dari ancaman menutup musim tanpa kemenangan di level tertinggi.
Bukan hanya soal gengsi, hasil ini juga penting untuk mendongkrak perolehan poin Union Cycliste Internationale (UCI). Sebelum kemenangan di Jingxi, Picnic PostNL baru mengoleksi dua kemenangan di berbagai level kompetisi sepanjang musim 2026.
"Saya sangat senang dengan kemenangan pertama saya, dan kemenangan ini diraih di level WorldTour. Itu membuatnya semakin istimewa," ujar Biesterbos usai balapan.
Magnier sebenarnya berada dalam posisi ideal untuk mengamankan kemenangan kedua secara beruntun. Pemenang etape pertama itu membuka sprint di bagian akhir, tetapi Biesterbos mampu menjaga posisinya di belakang pembalap Prancis tersebut sebelum melancarkan akselerasi penentu.
Magnier harus puas finis kedua, sementara Kooij menyusul di posisi ketiga setelah melakukan sprint dari jarak cukup jauh.
Meski gagal mengulang kemenangan, Magnier masih mempertahankan jersey merah sebagai pemimpin klasemen umum. Ia unggul enam detik dari Biesterbos yang kini menempati posisi kedua. Sam Welsford dari Netcompany Ineos tetap berada di urutan ketiga meski kesulitan mendapatkan ruang dalam sprint terakhir.
Sebelum drama di garis finis, etape kedua sejauh ini lebih banyak diwarnai pertarungan di tanjakan National Road. Tanjakan sepanjang 8,5 kilometer dengan gradien rata-rata 3,4 persen itu berada sekitar 35 kilometer dari finis dan menjadi titik penting untuk memecah rombongan.
Dari kelompok pelarian awal yang berisi empat pembalap, Martin Tjotta (Uno-X Mobility) dan Dries De Bondt (Jayco AlUla) menjadi dua nama yang bertahan hingga memasuki tanjakan. Namun, serangan dari rombongan utama segera mengubah situasi.
Jhonatan Narvaez (UAE Team Emirates-XRG) dan Javier Romo (Movistar) berhasil menyusul keduanya. Empat pembalap itu sempat membangun kelompok terdepan, tetapi keunggulan mereka tidak bertahan lama karena Soudal-QuickStep dan Tudor menjaga tempo peloton.
Kedua tim tampaknya ingin memastikan balapan kembali berkumpul sebelum finis agar peluang sprinter tetap terbuka. Strategi tersebut berhasil. Kelompok terdepan tertangkap sekitar 1,5 kilometer sebelum puncak tanjakan.
Persaingan kemudian berlanjut menuju sprint antara di Huadong. Narváez mengamankan tiga detik bonus, disusul Pau Miquel (Bahrain Victorious) dengan dua detik dan Tom Pidcock (Pinarello Q36.5) dengan satu detik.
Sejumlah pembalap mencoba melancarkan serangan menjelang finis. Namun, tidak ada yang mampu menahan laju peloton ketika jalan mulai mendatar. Groupama-FDJ United dan Decathlon CMA CGM mengambil alih kendali rombongan depan pada dua kilometer terakhir untuk mempersiapkan sprint.
Magnier mendapat dukungan yang baik dari rekan setimnya hingga memasuki tikungan terakhir. Namun, ia terlanjur membuka sprint saat menghadapi tanjakan ringan menuju garis finis. Biesterbos membaca momentum dengan tepat dan melancarkan serangan pada saat yang menentukan.
Hasilnya, pembalap Picnic PostNL itu berhasil melewati Magnier dan meraih kemenangan yang sangat berarti bagi timnya.
"Sama seperti kemarin, tim memberikan dukungan luar biasa lainnya, dan saya senang bisa menyelesaikannya hari ini," sebut Biesterbos.
Persaingan belum selesai. Etape ketiga Tour of Guangxi akan menempuh jarak 212,3 kilometer dari Jingxi menuju Bama dengan karakter lintasan bergelombang.
Biesterbos kini hanya terpaut enam detik dari Magnier. Dengan karakter etape berikutnya yang lebih menantang, persaingan memperebutkan jersey merah masih terbuka. (mainsepeda)