Demi Vollering sukses mempertahankan gelar juara roac race putri dalam Kejuaraan Eropa 2026 di Slovenia pada Sabtu (3/10).

Vollering memastikan kemenangan setelah melancarkan serangan menentukan di tanjakan terakhir menuju garis finis. Dengan sekitar 14,5 kilometer tersisa, pembalap Belanda itu meninggalkan para pesaingnya dan membangun keunggulan yang terus bertambah hingga finis di Šenčur.

Puck Pieterse melengkapi pesta Belanda dengan merebut posisi kedua. Dia finis lima detik di belakang Vollering setelah memenangkan sprint dari kelompok pengejar. Sementara itu, Marlen Reusser dari Swiss menempati posisi ketiga.

Kemenangan tersebut menjadi gelar kedua Vollering di Kejuaraan Eropa. Hasil itu sekaligus memperpanjang dominasi Belanda dalam ajang road race putri yang baru memasuki edisi kesebelas.

Dalam sebelas edisi Kejuaraan Eropa, hanya satu pembalap non-Belanda yang sebelumnya mampu keluar sebagai juara. Vollering kini kembali menegaskan kekuatan Belanda di nomor elite putri.

"Ini gila, dan juga sebuah hasil luar biasa dengan Puck di posisi kedua hari ini. Jadi, saya pikir kami bisa sangat bangga dengan usahanya sekali lagi," kata Vollering.

Vollering juga menegaskan bahwa motivasinya tidak hanya berasal dari keinginan untuk terus memenangkan perlombaan. Baginya, proses berkembang sebagai pembalap menjadi bagian penting dari perjalanan karier.

"Saya sangat menyukai kemenangan, dan itu tidak pernah membosankan bagi saya. Jadi, menurut saya, ini bukan hanya tentang kemenangan, tetapi juga tentang meningkatkan diri dan menjadi lebih baik setiap hari, terus bekerja pada diri sendiri, dan melihat apa yang masih mungkin dicapai di masa depan," ujarnya.

Kemenangan Vollering tidak terlepas dari strategi sempurna tim Belanda. Mereka mengendalikan perlombaan sejak awal dan memainkan peran besar dalam mengejar kelompok pelarian sebelum menjalankan serangan pada putaran terakhir.

Balapan sepanjang 130 kilometer tersebut dimulai dari Ljubljana dan berakhir di Sencur. Setelah menempuh rute panjang menuju utara, para pembalap harus melewati dua putaran sirkuit sepanjang 22 kilometer.

Tanjakan menuju Mozjanca menjadi titik paling menentukan. Puncak tanjakan berada sekitar 14 kilometer sebelum finis, sehingga para pembalap masih memiliki kesempatan untuk mengejar setelah melewati tanjakan, turunan, dan jalur datar menuju garis akhir.

Sejak bendera start dikibarkan, sejumlah pembalap langsung melancarkan serangan. Namun, tim Belanda bergerak cepat mengendalikan situasi di peloton.

Carina Schrempf dari Austria dan Margot Vanpachtenbeke dari Belgia kemudian berhasil membentuk kelompok breakaway. Keduanya sempat mendapatkan keunggulan hampir dua menit ketika perlombaan memasuki 100 kilometer terakhir.

Belanda kemudian mengambil kendali. Lorena Wiebes menjadi salah satu pembalap yang bekerja keras di depan peloton untuk memangkas jarak dengan kelompok pelarian.

Memasuki sekitar 70 kilometer terakhir, keunggulan pelarian menyusut menjadi kurang dari 1 menit 20 detik. Kristyna Burlova dari Republik Ceko kemudian mencoba menjembatani jarak menuju dua pembalap terdepan.

Namun, ketika balapan memasuki sirkuit akhir, tempo peloton meningkat. Italia, Swiss, dan Polandia ikut mempercepat laju hingga Burlova tertangkap. Kelompok pelarian juga akhirnya kembali ke dalam rombongan utama sebelum tanjakan Mozjanca.

Femke de Vries kemudian menjalankan tugas penting bagi Belanda dengan mengatur tempo tinggi di tanjakan. Saat ia mulai tertinggal mendekati puncak, hanya tujuh pembalap yang tersisa di kelompok terdepan dengan 36 kilometer menuju finis.

Serangkaian serangan kembali terjadi di bagian akhir perlombaan. Cecilie Uttrup Ludwig dari Denmark dan Franziska Koch dari Jerman sempat melarikan diri dan membangun keunggulan sekitar 20 detik.

Namun, Belanda kembali mengendalikan situasi. Lima pembalap Belanda berada dalam kelompok favorit yang berisi 17 pembalap dan perlahan mengejar kedua pelarian tersebut.

Setelah Uttrup Ludwig dan Koch tertangkap, Jerman kembali mencoba menyerang melalui Liane Lippert. Upaya tersebut juga tidak bertahan lama dan kembali dinetralisir.

Memasuki tanjakan terakhir, De Vries kembali mengatur tempo untuk Vollering. Ketika Puck Pieterse mengambil alih tugas tersebut, kecepatan kelompok semakin meningkat hingga hanya Vollering dan Kasia Niewiadoma-Phinney dari Polandia yang mampu bertahan.

Momentum penentuan terjadi sekitar 14,5 kilometer sebelum finis. Vollering melancarkan serangan dan langsung menciptakan jarak dari Niewiadoma-Phinney serta kelompok pengejar.

Keunggulan Vollering terus bertambah hingga garis finis. Niewiadoma-Phinney sempat menjadi pengejar terdekat, tetapi kemudian bergabung dengan Pieterse, Reusser, Antonia Niedermaier dari Jerman, dan sejumlah pembalap lainnya.

Kelompok tersebut mulai memangkas jarak, tetapi Vollering sudah mengamankan keunggulan yang cukup untuk meraih gelar juara. Pieterse kemudian memenangkan sprint untuk posisi kedua, sedangkan Reusser mengamankan podium ketiga. (mainsepeda)

Populer

3 Bestie Pencinta Gravel Ingin Nikmati Glenmore Sambil Ngonten
Adrian Ingin Ulangi Sukses Blitar di Nggravel Glenmore 2026, Kadek Penantang Serius
Stephen Lane Siap Debut Gravel di Indonesia, Kai Besser Comeback Setelah 20 Tahun
Kalah di Blitar, Ethan Siap Patahkan Dominasi Kibar di Nggravel Glenmore 2026
Backpacker Belanda Gowes Jakarta-Bali, Berujung Ikut Nggravel Glenmore
Demi Vollering Pertahankan Gelar Juara Eropa, Belanda Kuasai Podium
Komunitas Goku Siap Jelajah Glenmore Lalu Berburu Rujak Soto
Pogacar Lewatkan Kejuaraan Eropa dan Il Lombardia, Comeback pada 2027
Panduan Lengkap RPC Nggravel Glenmore 2026: Lokasi, Alur, dan Regulasi Peserta
Dari RD Nge-Hang sampai Salah Ban, Bike Check Jadi Penyelamat Sebelum Start Nggravel Glenmore