Tadej Pogacar (UAE Team Emirates-XRG) kembali menunjukkan dominasinya di Tour de France 2026 setelah memenangi etape ke-14 dengan aksi solo impresif di Le Markstein, Sabtu (18/7). Ia sukses mencatat kemenangan etape keempatnya pada edisi tahun ini sekaligus memperlebar keunggulan dalam klasemen umum (GC).

Memulai balapan dari Mulhouse dalam kondisi lintasan basah, para pembalap harus menaklukkan rute sejauh 155,3 kilometer dengan total tanjakan mencapai sekitar 3.800 meter. Etape ini menjadi yang pertama dari dua etape pegunungan beruntun yang diprediksi menentukan perebutan gelar juara Tour de France 2026.

Momen penentu terjadi di tanjakan terakhir Col du Haag, jalur yang untuk pertama kalinya masuk dalam rute Tour de France. Pogacar melancarkan serangan saat jarak menuju puncak tersisa sekitar 1,6 kilometer atau sekitar 7,5 kilometer sebelum garis finis.

Serangan tersebut langsung menciptakan selisih waktu di jalur dengan kemiringan dua digit. Jonas Vingegaard (Visma Lease a Bike) menjadi satu-satunya rival yang sempat mencoba mengimbangi akselerasi sang juara dunia, tetapi gagal mempertahankan ritme hingga finis.

Di belakang Pogacar, Isaac del Toro tampil solid untuk mengamankan posisi kedua, disusul pebalap muda Prancis Paul Seixas di peringkat ketiga. Vingegaard harus puas finis keempat, sementara Remco Evenepoel melengkapi lima besar setelah mampu membatasi kehilangan waktu di penghujung balapan.

Baca Juga: Tour de France 2026-Etape 13: Mauro Schmid Pecah Telur, Pogacar Masih Memimpin GC

Baca Juga: Tour de France 2026-Etape 12: Tim Merlier Hat-trick Menang Sprint

Hasil tersebut membuat Pogacar memperlebar keunggulan atas Vingegaard di klasemen umum menjadi 4 menit 30 detik. Sementara itu, Seixas naik dua posisi di klasemen sekaligus merebut status pemimpin klasemen pembalap muda dari Juan Ayuso.

Kemenangan di Le Markstein juga menjadi pencapaian bersejarah bagi Pogacar. Pembalap asal Slovenia itu kini telah mengoleksi 125 kemenangan sepanjang karier profesionalnya, termasuk 25 kemenangan etape di Tour de France. Catatan tersebut membuatnya semakin mendekati rekor 35 kemenangan etape milik Mark Cavendish.

Usai balapan, Pogacar mengaku terkesan dengan antusiasme penonton yang memenuhi sepanjang tanjakan hingga puncak gunung.

"Saya harus mengucapkan terima kasih kepada semua penggemar yang datang ke pinggir jalan. Itu adalah sesuatu yang tidak akan pernah saya lupakan. Melihat begitu banyak mobil di lereng bukit dan di puncak gunung, saya belum pernah melihat suasana seperti ini," ujar Pogacar.

Ia mengungkapkan bahwa timnya memang telah menargetkan etape tersebut sejak awal kompetisi.

"Hari ini benar-benar sempurna. Kami sudah menandai etape ini sejak awal. Saya tahu Isaac mungkin belum berada dalam kondisi 100 persen, sehingga saya menunggu hingga dua kilometer terakhir. Saat Decathlon dan kemudian Jonas meningkatkan tempo, satu per satu pembalap mulai tertinggal. Saya merasa kondisi saya sangat baik, jadi saya memutuskan menyerang pada dua kilometer terakhir yang sudah sangat saya kenal. Saya memiliki kenangan indah di sini dan hari ini kami menambah satu lagi bersama tim," kata Pogacar.

Di sisi lain, Vingegaard tetap melihat hasil etape ini secara positif meski gagal menahan serangan rival utamanya.

"Ini bukan etape yang buruk. Saya mendapatkan jawaban mengenai kondisi saya. Kaki saya sudah berada di level yang saya inginkan, jadi saya merasa puas," ujar Vingegaard.

Baca Juga: Tour de France 2026-Etape 11: Søren Wærenskjold Menang Sprint dan Pecahkan Rekor Kecepatan

Baca Juga: Tour de France 2026-Etape 10: Pogacar Menang Lagi, Jarak dengan Vingegaard Makin Melebar

Persaingan juga berlangsung sengit dalam perebutan jersey hijau. Jasper Philipsen berhasil memenangi intermediate sprint berkat bantuan rekan-rekannya di Alpecin-Premier Tech. Namun, Mads Pedersen masih mempertahankan posisi teratas klasemen poin dengan keunggulan tipis 36 poin.

Etape pegunungan berikutnya diperkirakan kembali menjadi ajang pertarungan para kandidat juara klasemen umum (GC). Meski demikian, Pogacar memilih tidak mengungkap strategi timnya secara rinci.

"Saya tidak ingin menjelaskan terlalu banyak, tetapi besok akan menjadi hari yang berat bagi kami. Kami akan siap bertarung dan melihat apa yang akan terjadi. Ada banyak kemungkinan," kata Pogacar. (mainsepeda)

Populer

Tour de France 2026-Etape 14: Pogacar Melesat, Vingegaard Tertinggal 4 Menit
Pogacar Berpeluang Tampil di Vuelta a España, Pangeran Albert Ungkap Niatnya
Tour de France 2026-Etape 13: Mauro Schmid Pecah Telur, Pogacar Masih Memimpin GC
Pogacar Fokus Juara Tour de France 2026, Bukan Pecahkan Rekor
Cyclist Favorit: Kisah Patricia Membelah Pulau Sulawesi
Ini Dia Hasil Resmi Bentang Jawa 2025
Tanjakan Menuju Telaga Ngebel Ramah Tapi Unik, Peserta KAI Ngebel KOM Jangan Khawatir!
HRV di Atas 200! Rahasia Kebugaran dan Recovery Supernya Mathieu van der Poel
Tour de France 2026-Etape 11: Søren Wærenskjold Menang Sprint dan Pecahkan Rekor Kecepatan
Tour de France 2026-Etape 12: Tim Merlier Hat-trick Menang Sprint