Tadej Pogacar (UAE Team Emirates-XRG) semakin berada di ambang sejarah setelah mempertahankan keunggulan meyakinkan pada klasemen umum (GC) Tour de France 2026.

Dengan delapan etape tersisa dan selisih waktu 3 menit 36 detik atas pesaing terdekat Jonas Vingegaard (Visma Lease a Bike), peluang Pogacar merebut gelar kelima dinilai sangat terbuka.

Apabila mampu mempertahankan jersey kuning hingga finis di Paris, Pogacar akan menyamai rekor lima gelar Tour de France yang selama ini dipegang Jacques Anquetil, Eddy Merckx, Bernard Hinault, dan Miguel Induráin.

Meski demikian, pencapaian tersebut kembali memunculkan perdebatan mengenai status tujuh gelar Lance Armstrong yang dicabut akibat kasus penggunaan doping.

Secara resmi, Armstrong tidak lagi tercatat sebagai juara Tour de France periode 1999-2005 sehingga rekor terbanyak masih menjadi milik empat legenda dengan lima gelar.

Armstrong sendiri menilai rekor sebenarnya masih menjadi miliknya. Dalam podcast The Move, mantan pembalap asal Amerika Serikat itu menyebut Pogacar memahami bahwa angka tujuh masih menjadi tolok ukur yang sesungguhnya.

Baca Juga: Tour de France 2026-Etape 13: Mauro Schmid Pecah Telur, Pogacar Masih Memimpin GC

Baca Juga: Tour de France 2026-Etape 12: Tim Merlier Hat-trick Menang Sprint

Namun, Pogacar memilih tidak larut dalam perdebatan tersebut. Juara dunia asal Slovenia itu menegaskan, target utamanya adalah mengamankan gelar Tour de France tahun ini.

"Saya tidak memburu rekor. Saya hanya ingin menyelesaikan Tour ini dengan mengenakan yellow jersey di Paris. Itulah fokus utama saya," ujar Pogacar dalam konferensi pers seusai etape ke-13, Jumat (17/7).

Dominasi Pogacar di Tour de France 2026 membuat sejumlah pihak beranggapan bahwa perebutan gelar juara praktis telah berakhir, dan para rival kini hanya bersaing memperebutkan posisi kedua. Namun, pembalap 27 tahun itu menilai bahwa balapan Grand Tour selalu menyisakan berbagai kemungkinan hingga etape terakhir.

"Dalam Grand Tour, ketika Anda memiliki tim yang kuat, selalu ada banyak kemungkinan. Anda harus tetap berharap pada hasil terbaik. Itu pendapat saya," kata Pogacar.

Meski unggul cukup jauh, Pogacar memastikan dirinya dan tim tidak akan mengendurkan kewaspadaan. Selanjutnya, etape ke-14 yang menghadirkan tiga tanjakan kategori satu, diprakirakan menjadi salah satu momen penting dalam perebutan jersey kuning.

Baca Juga: Tour de France 2026-Etape 11: Søren Wærenskjold Menang Sprint dan Pecahkan Rekor Kecepatan

Baca Juga: Tour de France 2026-Etape 10: Pogacar Menang Lagi, Jarak dengan Vingegaard Makin Melebar

Menurut Pogacar, karakter lintasan di etape 14 pada Sabtu (18/7), membuka peluang lahirnya berbagai serangan dari para pesaing.

"Etape itu bisa menjadi arena untuk banyak serangan. Saya berharap kami dapat menjaga tempo yang sesuai dengan kekuatan tim dan membuat balapan tidak mudah bagi lawan. Kita lihat saja nanti," ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa para kandidat juara dipastikan akan memanfaatkan setiap kesempatan untuk memangkas selisih waktu. "Kami harus siap menghadapi setiap serangan dari para pesaing di GC. Balapannya pasti menarik untuk disaksikan seperti setiap hari," tutur Pogacar.

Populer

Tour de France 2026-Etape 13: Mauro Schmid Pecah Telur, Pogacar Masih Memimpin GC
Pogacar Berpeluang Tampil di Vuelta a España, Pangeran Albert Ungkap Niatnya
Pogacar Fokus Juara Tour de France 2026, Bukan Pecahkan Rekor
Tour de France 2026-Etape 12: Tim Merlier Hat-trick Menang Sprint
Dimension Data Resmi Berubah Jadi NTT Pro Cycling
Tour de France 2026-Etape 11: Søren Wærenskjold Menang Sprint dan Pecahkan Rekor Kecepatan
Cyclist Favorit: Kisah Patricia Membelah Pulau Sulawesi
Andhina, Helen & Mitya Tuntaskan Tanjakan Setinggi 3,275 Meter di Taiwan
Tour de France 2026-Etape 10: Pogacar Menang Lagi, Jarak dengan Vingegaard Makin Melebar
Kolom Sehat: Don't Rich People Difficult (E-Bike)