Tadej Pogacar (UAE Team Emirates-XRG) kembali menunjukkan dominasinya di Tour de France dengan memenangi etape 10 yang digelar bertepatan dengan perayaan Bastille Day, Selasa (14/7). Ia tampil impresif di tanjakan kategori 1 menuju Col de Pertus sebelum melaju sendirian hingga garis finis.

Kemenangan tersebut sekaligus menjadi ajang pembalasan bagi Pogacar atas kekalahan dari Jonas Vingegaard (Visma-Lease a Bike) pada finis di Le Lioran dua tahun lalu. Hasil ini juga semakin memperkokoh posisinya di puncak klasemen umum (GC) Tour de France 2026.

Pogacar menyelesaikan etape dengan keunggulan yang cukup nyaman setelah membuka jarak sejak 15 kilometer menjelang finis. Sementara itu, Vingegaard finis di posisi ketujuh dan kini tertinggal 3 menit 36 detik dari rival utamanya dalam perebutan jersey kuning.

Remco Evenepoel (Red Bull-BORA-hansgrohe) sempat mengalami kesulitan saat menaklukkan tanjakan terakhir. Namun, juara dunia tersebut mampu bangkit secara dramatis dan memenangkan sprint perebutan posisi kedua.

Pembalap muda Prancis, Paul Seixas (Decathlon CMA CGM) melengkapi podium etape dengan finis di posisi ketiga, hasil yang menjadi momen spesial di hadapan publik negaranya pada Bastille Day.

Baca Juga: Tour de France 2026-Etape 9: Van der Poel Menang Sprint, Pogacar Tetap Kuasai Jersey Kuning

Baca Juga: Tour de France 2026-Etape 8: Tim Merlier Menang Sprint Lagi dan Dekati Jersey Hijau

Usai balapan, Pogacar mengaku puas dengan performa timnya yang telah menyiapkan strategi untuk etape tersebut sejak lama.

"Hari ini sungguh luar biasa. Tim bekerja dengan sangat baik. Kami sudah menargetkan etape ini sejak lama," katanya.

Pembalap asal Slovenia itu juga mengakui masih mengingat kekalahannya dari Vingegaard pada finis di Le Lioran dua tahun silam.

"Dua tahun lalu Jonas mengalahkan saya dalam sprint secara sportif. Hari ini kondisi kaki saya saat finis juga benar-benar sudah habis. Saya bahkan tidak yakin akan menang sampai kilometer terakhir," ujarnya.

Pogacar menambahkan, atmosfer balapan pada Bastille Day memberikan motivasi tambahan, meski sempat mendengar sorakan negatif dari sebagian penonton.

"Saya ingat hari ini adalah Bastille Day dan saya ingin menghormati jersey kuning. Terima kasih kepada semua penggemar yang datang. Suasananya luar biasa. Bahkan bagi mereka yang mencemooh kami, itu justru memberi kami kekuatan lebih," ucapnya.

Pogacar juga mengaku sempat mengalami kendala komunikasi melalui radio tim akibat kebisingan penonton di sepanjang lintasan.

"Sepuluh kilometer terakhir saya tidak tahu selisih waktu maupun apa yang dilakukan para pesaing. Yang ada di pikiran saya hanya terus menekan hingga mencapai puncak," kata Pogacar.

Baca Juga: Tour de France 2026-Etape 7: Tim Merlier Menang Sprint, Pogacar Pertahankan Jersey Kuning

Baca Juga: Tour de France 2026-Etape 6: Pogacar Kuasai Tourmalet dan Rebut Jersey Kuning

Etape sepanjang 166 kilometer tersebut memang bukan etape pegunungan murni, tetapi memiliki profil lintasan yang sangat berat. Para pebalap harus melewati tujuh tanjakan, termasuk dua tanjakan kategori 1, dengan total elevasi hampir 4.000 meter.

Sekitar 3.000 meter di antaranya berada pada 100 kilometer terakhir, sehingga membuat balapan berlangsung dengan intensitas tinggi sejak awal hingga finis.

Sejumlah insiden juga mewarnai jalannya balapan. Jake Stewart, Lennert Van Eetvelt, Kamil Gradek, dan Alex Kirsch terlibat kecelakaan pada bagian awal etape. Robbe Dhondt juga mengalami insiden terpisah.

Di sektor turunan setelah Puy Mary, Tom Pidcock, dan Chris Harper sempat terjatuh. Meski demikian, Pidcock mampu kembali mengayuh sepeda dan bergabung lagi dengan kelompok pengejar.

Upaya serangan dari kelompok breakaway juga silih berganti. Ben Healy sempat mencoba menghidupkan peluang bagi kelompok terdepan, sebelum Javier Romo melancarkan akselerasi yang akhirnya berhasil dipatahkan peloton di tanjakan Puy Mary.

Richard Carapaz kemudian mengambil inisiatif menyerang. Namun, aksinya tak bertahan lama setelah Pogacar melancarkan serangan penentu sekitar 15 kilometer menjelang finis.

Serangan tersebut membuat Vingegaard tertinggal, sementara Carapaz berhasil disalip sebelum puncak Col de Pertus.

Dengan keunggulan 41 detik saat memasuki satu kilometer terakhir, Pogacar memilih turun dengan aman tanpa mengambil risiko. Ia akhirnya mengamankan kemenangan etape dengan nyaman. (mainsepeda)

Populer

Cannondale Topstone Carbon, Sepeda Gravel Bersuspensi
Tour de France 2026-Etape 10: Pogacar Menang Lagi, Jarak dengan Vingegaard Makin Melebar
Tour de France 2026-Etape 9: Van der Poel Menang Sprint, Pogacar Tetap Kuasai Jersey Kuning
Legenda Naga Baru Klinting, Kisah Epik di Ujung Finis KAI Ngebel KOM 2026
Rela Repot Demi Seru, 20 Cyclist Matador Siap Invasi KAI Ngebel KOM 2026
Kendala Teknis, Bernard van Aert dkk Gagal Sumbang Emas
Bu Fey Sukses Finis 81 Jam di Paris-Brest-Paris 2023
Giro d'Italia 2025 - Etape 2: Josh Tarling Curi Panggung ITT, Roglic Curi GC
Rajin Nge-Loop di Kahuripan dan Juanda, Punya Agenda 'Auto Nyasar'
Ngapain Saya Ikut Bromo KOM Challenge?