SEJARAH baru saja tercipta di dunia ultra-endurance cycling. Cyclist asal Prancis Victor Bosoni berhasil mengguncang jagat balap sepeda jarak jauh dengan memecahkan rekor waktu dalam ajang legendaris Tour Divide 2026. Tidak tanggung-tanggung, Bosoni menuntaskan rute ekstrem sepanjang 4.345 kilometer hanya dalam waktu 11 hari 8 jam 37 menit!
Catatan waktu fantastis yang dibukukan Bosoni itu menumbangkan rekor dunia sebelumnya yang dipegang oleh Justinas Leveika (Lithuania). Pada edisi 2024, ia finis dalam waktu 13 hari 2 jam 16 menit. Bosoni berhasil mempercepat rekor tersebut hingga hampir dua hari penuh. Sebuah pencapaian yang hampir di luar nalar manusia untuk kategori bersepeda mandiri tanpa bantuan (self-supported).
"Kami menghabiskan hari-hari untuk menyeberang gunung, berkendara selama puluhan jam tanpa berhenti menghadapi cuaca. Melawan kelelahan, makan dengan buruk. Melihat tubuh kami memburuk hari demi hari," tulis Bosoni di akun media sosial pribadinya. "Kami menjalani petualangan yang sangat mengubah kami," imbuhnya.
Baca Juga: Pogacar Penuh Percaya Diri, Siap Merajai Tour de France 2026
Baca Juga: Vingegaard Fokus Rebut Gelar Tour de France, Klaim Persiapan Lebih Matang
"Sepanjang Tour Divide, ada sebuah pikiran yang sangat mengharukan hingga membuat saya menangis setiap kali itu terlintas di benak saya: Arthur, saudara saya akan ada di finis," akunya.
Victor Bosoni saat menempuh lomba Tour Divide 2026.
Tour Divide bukan balapan biasa. Ajang yang sudah rutin digelar sejak tahun 2008 itu menuntut ketahanan fisik dan mental tingkat tinggi. Rutenya membentang membelah benua Amerika Utara. Dimulai dari Banff di Alberta, Kanada, dan berakhir di Antelope Wells, sebuah wilayah terpencil di perbatasan antara Amerika Serikat dan Meksiko. Nyaris sepanjang dari Sabang sampai Merauke.
Para peserta diwajibkan mengikuti jalur Great Divide Mountain Bike Route (GDMBR). Sepanjang perjalanan, mereka tidak hanya berhadapan dengan jarak yang sangat jauh, tetapi juga elevation gain mencapai 48.178 meter—atau setara dengan mendaki Gunung Everest sebanyak lebih dari lima kali berturut-turut.
Jalur yang dilewati didominasi oleh jalanan kerikil (gravel), jalan setapak tanah, hingga aspal rusak di area pegunungan berbatu (Rocky Mountains) juga semakin menambah siksaan para peserta.
Baca Juga: Vingegaard Klaim Lebih Kuat dari Sebelumnya, Siap Juara Tour de France 2026
Baca Juga: Chris Froome Resmi Pensiun, Akhiri Karier dengan 4 Gelar Tour de France
Sesuai aturan ketat Tour Divide, kompetisi itu berjalan dengan format self-supported. Artinya, setiap pembalap harus mandiri secara mutlak. Mereka dilarang keras menerima bantuan dalam bentuk apa pun dari tim mekanik atau mobil logistik.
Mulai dari mengatasi masalah teknis sendiri, mencari tempat menginap, hingga mengatur pasokan makanan dan air, semuanya harus diselesaikan mandiri.
Ketangguhan Bosoni di medan ekstrem ini langsung menempatkannya di posisi puncak kategori pria, disusul oleh mantan pembalap profesional WorldTour asal Belanda, Laurens Ten Dam, yang finis di posisi kedua dengan waktu 13 hari 7 jam 48 menit. Sementara posisi ketiga diamankan oleh Angus Young dari Inggris.
Di kategori wanita, ketangguhan luar biasa juga ditunjukkan oleh Meaghan Hackinen. Cyclist asal Kanada itu sukses mengamankan posisi pertama dengan catatan waktu 14 hari 10 jam 12 menit, disusul oleh Alyssa Secreto dari Amerika Serikat.
Menariknya, Tour Divide tidak mengenal sistem batas waktu gugur atau Cut off Time (CoT) resmi seperti balapan pada umumnya. Panitia menentukan status kelulusan peserta (finisher) berdasarkan rumus dinamis: maksimal 1,5 kali dari catatan waktu sang pemenang di edisi tersebut.
Dengan keberhasilan Victor Bosoni finis di angka 11 hari 8 jam, maka batas aman bagi peserta lain untuk diakui sebagai finisher resmi pada Tour Divide 2026 ini otomatis menyusut menjadi hanya sekitar 17 hari saja.
Sejak bendera start dikibarkan pada 12 Juni 2026 lalu, ajang itu total diikuti oleh sekitar 200 peserta dari berbagai belahan dunia. Hingga memasuki hari ke-20 ini, mayoritas peserta masih berada di jalur pedalaman, berjuang menembus cuaca yang tidak menentu dan kelelahan ekstrem demi bisa menyentuh garis finis di perbatasan Meksiko. (Mainsepeda)