Chris Froome Resmi Pensiun, Akhiri Karier dengan Empat Gelar Tour de France

Salah satu pembalap spaling sukses dalam sejarah Grand Tour, Chris Froome, resmi mengumumkan pensiun dari dunia balap profesional. Keputusan itu mengakhiri perjalanan karier selama 19 tahun yang dipenuhi prestasi, termasuk empat gelar juara Tour de France.

Pengumuman tersebut disampaikan Froome dalam sebuah acara yang digelar Škoda di Barcelona, Spanyol, pada Kamis (3/7/2026), beberapa hari menjelang dimulainya Tour de France edisi ke-113.

Saat ditanya secara langsung mengenai statusnya sebagai atlet profesional, Froome memberikan jawaban singkat namun tegas.

"Ya," kata Froome ketika memastikan dirinya telah pensiun.

Pembalap berusia 41 tahun itu mengakui kecelakaan hebat yang dialaminya pada pertengahan tahun lalu menjadi titik akhir perjalanan kariernya.

"Sayangnya, saya mengalami kecelakaan musim panas lalu. Bukan seperti itu saya ingin mengakhiri karier. Tetapi saat itu juga saya tahu semuanya telah berakhir," ujar Froome.

Froome terakhir kali tampil dalam ajang Tour de Pologne sebelum mengalami kecelakaan saat menjalani latihan pada Agustus 2025. Insiden tersebut membuatnya harus diterbangkan ke rumah sakit menggunakan helikopter.

Akibat kecelakaan itu, ia mengalami lima tulang rusuk patah, retak pada tulang belakang, paru-paru kolaps, serta robekan pada selaput yang melindungi jantung atau perikardium, cedera yang tergolong mengancam nyawa.

Kontrak Froome bersama Israel-Premier Tech juga berakhir dan tidak diperpanjang. Selama enam bulan terakhir, ia berstatus tanpa tim sebelum akhirnya mengumumkan pensiun secara resmi.

Chris Froome meninggalkan jejak sebagai salah satu pembalap Grand Tour terbaik sepanjang sejarah. Selama berkarier, ia mengoleksi empat gelar Tour de France, dua gelar Vuelta a España, dan satu gelar Giro d'Italia.

Catatan tersebut menjadikannya sebagai salah satu dari sedikit pembalap yang mampu menjuarai tiga balapan Grand Tour paling bergengsi di dunia. Pada 2018, ia bahkan pernah menyandang status juara bertahan ketiga ajang tersebut secara bersamaan.

Puncak kejayaan Froome diraih saat memperkuat Team Sky sepanjang 2010 hingga 2020. Bersama tim itu, Froome membukukan seluruh 46 kemenangan profesionalnya.

Salah satu penampilan paling dikenang terjadi pada Giro d'Italia 2018 ketika ia membalikkan defisit lebih dari tiga menit melalui serangan solo spektakuler di tanjakan Colle delle Finestre sebelum akhirnya merebut gelar juara.

Setelah meraih kemenangan di Giro d'Italia 2018, perjalanan karier Froome mulai terganggu oleh cedera serius.

Pada 2019, ia mengalami kecelakaan saat melakukan survei lintasan Critérium du Dauphiné. Insiden itu menyebabkan patah tulang dada, leher, tulang paha, siku, dan tulang rusuk, serta kehilangan sekitar empat liter darah.

Froome kemudian bergabung dengan Israel-Premier Tech melalui kontrak lima tahun mulai 2021. Namun, performanya tidak pernah kembali ke level terbaik.

Grand Tour terakhir yang diikutinya adalah Vuelta a España 2022, di mana ia finis di posisi ke-113 klasemen akhir.

Setelah meninggalkan dunia balap profesional, Froome mulai menjalani babak baru dalam kariernya. Ia kini menjabat sebagai Chief Innovation Officer di platform pelatihan kecerdasan buatan, Vekta, serta menjadi duta balap sepeda untuk Škoda. (mainsepeda)


COMMENTS