Lis peserta Nggravel Blitar 2026 terselip nama-nama yang menarik perhatian. Yakni para raja dan ratu tanjakan yang selama ini klasemen Trilogy Mainsepeda dipastikan akan turun gunung. Mereka akan bersiap adu nyali di jalur off-road pada Minggu, 19 April mendatang. 

Dari deretan cyclist Women Elite terdapat Crismonita Dwi Putri dan Maghfirotika Marendra yang akan bertarung di nomor Women Gravel 29 and Under. Sementara itu, Ethan Batara Njotoprawiro yang selalu jadi langganan podium di kelas Men age Under 29 di event-event King of the Mountain (KOM) Mainsepeda akan mencoba menantang atlet profesional gravel nasional, Yusuf Kibar, di kategori Gravel Men 34 and Under. 

Balapan gravel akan jadi pengalaman baru. Meskipun demikian, sisi kompetitif yang sudah terasah membuat mereka akan tetap tampil bersaing. "Kalau race tetap, hanya pasti banyak kejadian lucu karena sama-sama baru race gravel pertama kali," kata Crismonita mengomentari persaingannya dengan Maghfirotika di Nggravel Blitar 2026 nantinya. 

Baca Juga: Antusiasme Nggravel Blitar 2026: Ajak Ayah, Kejar Podium, dan Ingin "Healing"

Crismonita merupakan pemenang Kediri Dholo KOM 2025. Namun, Maghfirotika merebut gelar juara umum Trilogy Mainsepeda tahun lalu. Persaingan keduanya cukup intens di nomor road-race beberapa tahun terakhir. 

Latihan di rute off-road menjadi selingan bagi Crismonita. Cyclist 28 tahun itu juga fokus mengikuti event Indonesia Cup Track di Jakarta pada 29 April mendatang. Crismonita akan mewakili tim Jawa Barat di nomor Scratch, Omnium, dan Keirin. "Masuk off-road (latihan) seminggu sekali. Biasanya main di Renggo tembus Wajak (di Malang)," imbuh Crismonita. 

Sementara itu, Maghfirotika menanggapi enteng tawaran persaingan dari Crismonita. Atlet profesional balap sepeda asal Surabaya itu mengaku ingin menikmati momen balapan gravel pertamanya. "Selagi masih sama-sama sepedanya, gas aja. Saya ingin menikmati rutenya, full enjoy," jelasnya. 

Selain Crismonita dan Maghfirotika, Nggravel Blitar 2026 juga akan diikuti oleh Arfiana Khairunnisa. Fian, sapaan Arfiana, merupakan cyclist gravel nasional yang berhasil lolos ke Kejuaraan Dunia Gravel di Nannup, Australia, pada 10-11 Oktober mendatang. Ia meraih tiket tersebut karena mengunci posisi tiga besar kategori Women 35-39 di UCI Gravel World Series, Gravelista, tahun lalu. Di Nggravel Blitar, Fian akan berkompetisi di kategori Gravel Women 30 and Up. 

Di sisi lain, Ethan mengaku mengikuti Nggravel Blitar 2026 karena kerinduan yang mendalam. Cyclist yang tergabung dengan klub GCC Racing pernah menjalani studi di Jerman pada 2022 lalu. Di sana, ia sering ikut gowes bareng di rute-rute off-road bersama rekan kerja part time-nya di toko sepeda, Bike-Components.   

"Jadi setiap rabu itu ada grup ride gravel. Nah, belakangan ini rindu banget gravelan. Lah kok pas banget Mainsepeda ngadain event gravel. Alhamdulillah-nya juga di-support sama tim GCC," ujarnya. 

Meski bukan atlet profesional, Ethan tampil sangat kompetitif di event KOM, Trilogy Mainsepeda. Musim lalu, ia adalah runner up di klasemen umum di kategori Men Age Under 29. 

Cyclist 26 tahun ini dipercaya akan jadi kompetitor utama untuk Yusuf Kibar, atlet gravel nasional. Keduanya akan bersaing di nomor Gravel Men 34 and Under. Meski secara pengalaman kompetitif Ethan masih minim, tapi kemampuan endurance-nya cukup bermanfaat melibas rute off-road di Blitar nantinya. 

"Semoga (dapat bersaing), karena gravel jauh lebih banyak faktor X-nya," ungkapnya. 

Yusuf Kibar sendiri juga tidak memiliki latar belakang atlet profesional. Awalnya ia adalah ultra-cyclist yang sukses jadi perbincangan publik usai menjuarai Bentang Jawa 2024 lalu. Selang setahun berikutnya, ia mulai aktif mengikuti event-event gravel dunia, seperti Unbound Gravel 100 mil pada 2025 lalu. 

Prestasi terbaiknya ialah finis di posisi keempat pada kategori Men 19-34 di balapan UCI Gravel World Series di Thailand, Dustman 2025. Berkat torehannya itu ia berpeluang mendapatkan tiket Kejuaraan Dunia Gravel UCI di Nannup, Australia, tahun depan.

Baca Juga: Brompton Day Out 11 Hadir di Malang, Usung Semangat Inklusif dan Carnival Ride

Selain Ethan, kompetitor Yusuf di Nggravel Blitar adalah Pradimtyo Mer Handipo yang merupakan pemenang spesial segmen di Nggravel Blitar 2025. Ada pula peringkat kedua East Java Journey (EJJ) 2026 di kategori 1.500 Km Men 39 and under, Hendri Setiawan.

Seperti diketahui, Nggravel Blitar 2026 merupakan event gravel yang diselenggarakan Mainsepeda dengan dua kategori berbeda: race dan non race.

Kategori race akan dibagi menjadi dua jenis kompetisi berdasarkan jenis sepeda, Gravel Bike (Drop Bar) dan MTB (flat bar). Masing-masing kategori akan mempertandingkan lima kelompok umur. Men 34 and Under, Men 35-44, Men 45 and Up, Women 29 and Under, dan Women 30 and Up. Sedangkan, kategori non-race akan melewati rute berjarak 80 Km.

Para peserta dilarang memakai sepeda bertenaga listrik atau e-Bike. Demi kenyamanan dan keamanan, Mainsepeda juga merekomendasikan penggunaan ban sepeda dengan lebar 40 mm atau lebih. (Mainsepeda)

Populer

Nggravel Blitar 2026: Target Finish Happy sekaligus Menikmati Tantangan Gravel yang Komplet
Nggravel Blitar 2026 Resmi Dimulai: 360 Cyclist Nikmati Surganya Off-Road
Nggravel Blitar 2026: Adrian Tercepat MTB, Yusuf Kibar Finish Pertama Kategori Gravel Bike
Nggravel Blitar 2026: Demi Safety, Peserta Wajib Aktifkan Race Map
Nggravel Blitar 2026: Cyclist Lokal Tak Mau Berbagi Podium
Nggravel Blitar 2026: Spesialis Tanjakan Jajal Tantangan Off-Road
Angkut Sepeda dengan Vespa dari Lombok, Dede Siap Kompetitif di Nggravel Blitar 2026
Kediri Dholo KOM: 10 Rekomendasi Kuliner Kediri Versi Warlok Ivo Ananda, Cobain Yuk!
Pompa Ban Anda sesuai Berat Badan
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!