Fenomena Paul Seixas ternyata tak berhenti di etape pembuka Itzulia Basque Country 2026. Pembalap 19 tahun itu berhasil mencatatkan back-to-back kemenangan usai tampil heroik di etape 2 pada Selasa, 7 April 2026. Hebatnya, Seixas tak hanya meraih kemenangan, tapi menghancurkan ego para pembalap-pembalap senior di salah satu medan paling angker di Spanyol.

Setelah mendominasi etape pembuka ITT, pembalap andalan Decathlon-CMA CGM ini membuktikan bahwa dirinya bukanlah kejutan sesaat. Di pendakian kategori 1 San Miguel de Aralar yang legendaris, Seixas mempertontonkan kekuatan yang disebut-sebut hanya dimiliki oleh pembalap sekaliber Tadej Pogacar atau Jonas Vingegaard. Padahal usia masih sangat belia. 

Baca Juga: Itzulia Basque Country 2026-Etape 1: Wonderkid Prancis Kalahkan Para Favorit Juara Umum di Bilbao

​Aksi heroik pembalap kelahiran Lyon, Prancis dimulai tujuh kilometer sebelum puncak Aralar, tepatnya 27 kilometer sebelum finish. Saat para favorit juara masih saling menunggu, Seixas justru meledak. Ia melancarkan serangan solo yang begitu brutal hingga membuat nama-nama besar seperti Primoz Roglic, Mattias Skjelmose, dan Florian Lipowitz seperti terpaku di atas pedal.

Yang lebih menganggumkan lagi, data menunjukkan ia memecahkan rekor waktu pendakian San Miguel de Aralar milik cyclist Italia, Fabio Aru, dengan selisih luar biasa, hampir dua menit lebih cepat. Tak berhenti di situ, ia melesat di turunan teknis bak pembalap veteran, mengunci kemenangan dengan margin 1 menit 25 detik di atas grup pengejar berisi tujuh pembalap. Skjelmose meraih posisi runner up dalam sprint di tanjakan terakhir. Sedangkan, lima kali juara GrandTour, Primoz Roglic, hanya puas finish di peringkat ketiga.

"Rencananya memang menyerang hari ini. Mungkin sedikit ambisius untuk menyerang sedini itu, tapi saya merasakannya di kaki saya. Setelah dua atau tiga menit saya sempat menyesal, tapi tidak ada pilihan selain terus menekan hingga finish," ujar Seixas dengan nada tenang, namun penuh percaya diri usai balapan.

Di ajang sekelas Itzulia yang sering kali ditentukan oleh selisih detik, keunggulan Seixas di klasemen umum (GC) kini melebar hingga hampir dua menit dari rival terdekatnya, Roglic. Ini adalah margin yang "tidak masuk akal" bagi pembalap yang baru mencicipi musim keduanya di level WorldTour.

Kekuatan Seixas memaksa pesaingnya bekerja ekstra keras. Isaac del Toro (UAE Team Emirates) dan juara bertahan Juan Ayuso (Lidl-Trek) kini harus menyusun ulang strategi jika tidak ingin hanya menjadi penonton dalam "Seixas Show" di balapan Itzulia Basque Country musim ini. Meski begitu, sang pemilik Yellow Jersey tetap membumi.

​"Klasemen umum belum selesai, tidak pernah berakhir sampai hari terakhir. Tapi sekarang saya yakin bahwa saya memiliki level untuk menang di sini. Saya memiliki jarak waktu dan sekarang kami akan mengelola itu," tegasnya.

Etape 3 akan menyajikan rute 152,8 km dengan titik start dan finis di Basauri. Di atas kertas, rute ini lebih landai dengan karakteristik rute rolling, namun tanjakan dengan gradien 6 persen di kilometer terakhir bisa menjadi penentu balapan. 

Baca Juga: Komunitas Samar Wulu Banyuwangi Siap Away ke Nggravel Blitar 2026

Melihat aksi gila Seixas sejauh ini, publik kini mulai berspekulasi: mungkinkah remaja ini dapat menyapu bersih seluruh etape? Seixas pun merespons dengan diplomatis. "Saya rasa tidak. Besok adalah etape yang lebih mudah, jadi kita lihat saja nanti. Untuk saat ini, kami hanya akan mengontrol balapan," pungkasnya.

Jika Seixas mampu menjaga konsistensinya hingga akhir pekan, ia tidak hanya akan memenangi balapan WorldTour pertamanya, tetapi juga mengukuhkan namanya sebagai calon bintang besar di masa depan. Ia pun akan mulai disandingkan dengan nama-nama besar seperti Tadej Pogacar, Jonas Vingegaard, atau Remco Evenepoel di balapan-balapan selanjutnya. (Mainsepeda)

Results powered by FirstCycling.com

Populer

Itzulia Basque Country-Etape 2: Paul Seixas Menggila di Aralar, Juara GrandTour pun Tak Berdaya
Komunitas Samar Wulu Banyuwangi Siap Away ke Nggravel Blitar 2026
Rayakan Kemenangan Pogacar, Colnago Rilis V3Rs Capsule Collection
Pecahkan Rekor Speed, Tadej Pogacar Menangi Tour of Flanders
Nggravel Blitar 2026: Datang dari Jauh Demi Surganya Off-Road
EJJ 2026: Cerita Sepatu Bolong Miswanto dan Tangan Dewa Yusuf Kibar
Buka 2024, GAS CC Long Ride Keliling Bali 500 Km
1500 EJJ 2024 Update Hour 140: Janu Joni-dr Wahyu Juara Men Pair, Finis Ditemani Adika Ranggatama
Ada Yang Baru: Medali Berupa Kepala Sabuk
Geraint Thomas Selangkah Lagi Juara Overall