Pembalap Ineos Grenadiers Filippo Ganna mempertontonkan aksi heroik yang sulit dinalar dalam balap klasik satu hari Dwars door Vlaanderen, Rabu, 1 April 2026. Ganna berhasil "merampas" kemenangan yang sudah di depan mata milik Wout van Aert (Visma-Lease a Bike) lewat sebuah pengejaran dramatis tepat 150 meter sebelum garis finis.
Kemenangan ini terasa monumental bagi Ganna yang sempat dikepung kesialan mekanis. Sebelum tanjakan krusial Eikenberg, atau sekitar 40 kilometer menjelang finis, Ganna terpaksa menukar sepedanya akibat kerusakan roda depan. Namun, nasib buruk belum berhenti. Handlebar pada sepeda penggantinya justru patah tepat saat Van Aert melancarkan serangan krusial.
Baca Juga: In Flanders Fields 2026: Jasper Philipsen Menaklukkan 'Kutukan' Gent-Wevelgem
Meski sempat tercecer, peraih dua kali juara dunia Individual time trial (ITT) ini menolak menyerah. Ia kembali menunggangi sepeda pertamanya setelah perbaikan kilat dan kembali melesat ke peloton. Memasuki 3 km terakhir, ia bekerja sama dengan Florian Vermeersch (UAE Team Emirates-XRG) untuk melepaskan diri dari peloton untuk memulai pengejaran intens pada Van Aert.
Wout van Aert sebenarnya tampil sangat dominan. Ia melepaskan serangan tajam di Eikenberg dan sempat membangun gap yang meyakinkan setelah meninggalkan rekan pelariannya, Romain Gregoire dan Niklas Larsen, di tanjakan Nokereberg. Namun, bersepeda seorang diri sejauh 10 Km terakhir rupanya menguras habis sisa tenaga bintang asal Belgia itu. Ganna pun akhirnya melakukan menyusul di 100 meter terakhir setelah solo run Van Aert gagal terwujud.
"Ini kemenangan yang luar biasa. Saya sempat tidak beruntung hari ini; roda depan rusak, lalu setang patah. Saya hanya berharap kesialan itu habis di hari ini saja," ujar Ganna seusai balapan.
Ganna mengakui bahwa mengejar Van Aert memerlukan mental baja. Ia baru benar-benar yakin bisa menang saat menyentuh tikungan terakhir dan melihat Van Aert mulai kehilangan momentum.
"Wout menunjukkan performa yang impresif. Menangkapnya sama sekali tidak mudah, tetapi pada akhirnya, kaki saya memberikan tenaga yang dibutuhkan hingga garis finis," tambah pembalap Italia tersebut.
Bagi Wout van Aert, hasil ini menjadi tamparan keras sekaligus memperpanjang kutukannya di Waregem. Dua belas bulan lalu, ia kalah menyakitkan dari Neilson Powless. Kali ini, ia harus kembali menelan pil pahit, tertunduk lesu saat dilewati Ganna dengan perbedaan kecepatan yang sangat kontras di sisa 100 meter.
Baca Juga: Juara Volta a Catalunya 2026, Dominasi Jonas Vingegaard Berlanjut
Sementara itu, podium terakhir diamankan oleh pembalap muda Uno-X Mobility, Søren Wærenskjold, yang memenangi adu cepat dari kelompok pengejar, mengungguli spesialis sprint Biniam Girmay.
Kemenangan Ganna ini semakin menambah bumbu persaingan jelang balapan monumental classic Paris-Roubaix yang akan digelar 12 April mendatang. Ketangguhan Ganna melewati sektor cobbled (jalan berbatu) Herlegemstraat, meski didera kendala mekanis membuktikan bahwa ia bisa jadi pesaing kuat untuk menaklukkan "Neraka Utara". Ganna akan bersaing dengan lawan-lawan yang lebih kuat seperti juara bertahan Mathieu van der Poel dan pembalap terbaik di dunia saat ini, Tadej Pogacar. (Mainsepeda)
Results powered by FirstCycling.com