Jasper Philipsen (Alpecin-Deceuninck), akhirnya memutus rasa penasarannya dengan memenangi ajang klasik In Flanders Fields-From Middelkerke to Wevelgem pada Minggu, 29 Maret 2026. Pembalap Belgia itu sudah enam kali mengikuti balapan yang sebelumnya dikenal dengan Gent-Wevelgem itu. Dan baru tahun ini, ia sukses keluar sebagai pemenangnya. Prestasi ini semakin sempurna bagi Philipsen karena menandai tonggak sejarah kemenangan ke-60 dalam karier profesionalnya.

Philipsen membuktikan dirinya sebagai raja sprint sejati setelah memenangi adu kecepatan di garis finish. Ia keluar sebagai yang tercepat setelah peloton besar secara dramatis mengejar kelompok terdepan yang berisi tiga pembalap, termasuk Mathieu van der Poel dan Wout van Aert. Satu pembalap lain adalah Alec Segaert (Bahrain-Victorious). Mereka tertangkap di kilometer terakhir.

Edisi "In Flanders Fields" tahun ini kembali menyajikan duel klasik yang dinanti publik: Van Aert (Visma-Lease a Bike) melawan musuh bebuyutannya, Van der Poel. Keduanya sempat melesat meninggalkan peloton setelah melakukan akselerasi brutal di tanjakan ikonik Kemmelberg-Ossuaire. Sekitar 58 Km sebelum garis akhir. 

Baca Juga: Juara Volta a Catalunya 2026, Dominasi Jonas Vingegaard Berlanjut

Hingga 10 kilometer menjelang finis, duo ini tampak akan melenggang ke podium dengan keunggulan 25 detik. Namun, embusan angin kencang khas dataran Flanders dan ambisi besar kelompok pengejar mengubah segalanya.

Mathieu Van der Poel dan Wout van Aert melakukan breakaway sejauh 58 Km dari garis finish. (Photo: Getty Images)

Selisih waktu terpangkas drastis menjadi hanya 12 detik di sisa 4 kilometer. Di tengah ketegangan tersebut, Alec Segaert (Bahrain-Victorious) sempat melakukan manuver berani untuk bergabung dengan grup depan. Namun, upaya heroik ketiganya kandas di bawah kendali Filippo Ganna (Ineos Grenadiers) yang memimpin peloton pengejar.

Memanfaatkan kekacauan itu, Philipsen menunjukkan kualitas sebagai sprinter kelas dunia. Mengambil posisi strategis di belakang rekan setimnya, ia lantas meluncurkan sprint eksplosif dari sisi kiri jalan. Aksi Philipsen tersebut membuatnya tak terkejar, mengungguli pebalap muda Tobias Lund Andresen (Decathlon AG2R La Mondiale) di posisi kedua dan Christophe Laporte (Visma-Lease a Bike) di tempat ketiga.

"Enam puluh kemenangan adalah angka yang luar biasa, angka yang sudah lama saya kejar. Balapan ini adalah salah satu yang paling saya incar selama bertahun-tahun, tetapi dulu saya tidak pernah punya cukup tenaga di sisa lomba," ujar Philipsen dengan nada lega.

Baca juga: Nggravel Blitar 2026: Antisipasi Hujan Parah, Siapkan Rute Plan B

Ia juga memuji peran taktis rekan setimnya, Mathieu van der Poel yang meski gagal naik podium, tapi berperan besar memecah fokus lawan di kelompok depan.

"Bersama Mathieu di depan adalah situasi ideal bagi tim. Meski ia merasa kakinya kurang prima setelah balapan hari Jumat, kemampuannya untuk bertahan hingga akhir memberikan kami keunggulan taktis," tambahnya.

Dengan hasil ini, kepercayaan diri Philipsen akan berlipat ganda. Pembalap 28 tahun ini dijadwalkan akan berpartisipasi dengan balapan WorldTour lain, Dwars door Vlaanderen pada Rabu, 1 April mendatang. Ia pun diprediksi akan kembali menjadi kandidat juara. (Mainsepeda)

Results powered by FirstCycling.com

Populer

In Flanders Fields 2026: Jasper Philipsen Menaklukkan 'Kutukan' Gent-Wevelgem
Juara Volta a Catalunya 2026, Dominasi Jonas Vingegaard Berlanjut
Volta a Catalunya 2026-Etape 6: Skenario Sempurna Jonas Vingegaard, Selangkah Lagi Juara Umum
Nggravel Blitar 2026: Antisipasi Hujan Parah, Siapkan Rute Plan B
Pionir Komunitas Road Bike di Tarakan
E3 Saxo Classic 2026: Van der Poel Berdarah-darah Cetak 'Hattrick' Bersejarah
Richard Carapaz, Juara Giro d’Italia karena Diremehkan Lawan
Bagi Froome, Giro d’Italia adalah Latihan untuk Tour de France
Tara: Saya Mencintai Sepeda Baru Olahraganya, Jangan di Balik!
Julian Alaphilippe Juara Dunia 2020