Nggravel Blitar 2026 akan berlangsung pada 19 April mendatang. Namun, para pesertanya sudah fokus untuk berlatih, terutama bagi mereka yang akan mengikuti kategori race.
Cyclist asal Malang, Mochammad Iqbal Purwasito, mengaku fokus berlatih off-road sekali sepekan untuk mengasah kemampuan handling-nya. Selebihnya, ia melakukan latihan intensitas rendah karena masih dalam suasana bulan puasa.
Iqbal mengaku newbie di balapan gravel karena Nggravel Blitar 2026 akan menjadi event kompetitif pertamanya. Meskipun demikian, ia sebenarnya sudah sering mengikuti kompetisi balap sepeda sejak usia muda.
Baca Juga: Nggravel Blitar 2026: Start dari Kantor Bupati Kanigoro, Finis di Candi Penataran
Cyclist 24 tahun itu sudah balapan sepeda di nomor BMX sejak kelas 5 sekolah dasar (SD). Menginjak SMP, ia menjajal roadbike dan Mountain Bike (MTB). Tidak jarang ia mengikuti event-event balapan tingkat nasional di nomor tersebut. "Latihannya di sekitaran Malang saja. Kalau lagi seneng seminggu bisa 5-6 kali," jelasnya.
Iqbal benar-benar menantang dirinya untuk mencoba banyak hal. Dua tahun terakhir, ia juga menjajal dunia ultra-cycling. Bahkan ia telah menjadi peserta Bentang Jawa 2025 dan sukses menuntaskan rute 1.500 Km.
"Seru aja sih kalau kita bisa semua (all bike). Kalau ada nantangin tinggal gas saja. Saya diajakin (Anshori) Tsani. Kita sama-sama penasaran race gravel," kata Iqbal.
Anshori sendiri juga seorang ultra cyclist. Pesepeda asal Lamongan itu pernah menjadi peserta East Java Journey (EJJ) 2024 1.500 Km dan finish under Cut off Time (CoT), 136 Jam 7 menit. Anshori mengaku terbawa arus dengan animo sepeda gravel yang lagi meninggi. Ia pun merakit sepeda gravelnya sendiri dan mulai berlatih dua bulan terakhir.
Tapi pada bulan puasa ini, Anshori memilih banyak berlatih di dalam ruangan untuk menjaga endurance-nya. "Paling nge-Zwift aja. Biasanya sih sore-sore di Lamongan main MTB, ketika mulai ramai Gravel jadi rakit juga," aku cyclist 31 tahun ini.
Di sisi lain, Jefri Sesunan asal Depok sudah dua tahun menggemari bersepeda off-road. Beberapa event gravel pun ia ikuti. Ketika Mainsepeda mengumumkan akan menggelar event gravel, Jefri mengaku tertarik. Namun, ia terlupa mendaftar di Nggravel Blitar 2025 lalu sehingga kali ini ia melakukan registrasi lebih awal untuk dua event Nggravel tahun ini.
"Saya tahun ini ikut tiga event Mainsepeda. Nggravel Blitar, Nggravel Glenmore, dan WJJ (West Java Journey). Saya langsung daftar agar tidak keluapaan lagi," kata Jefri.
Jefri sendiri mengikuti kategori non-race dengan rute 80 Km. Ia sudah rutin berlatih di rute-rute off-road dekat rumanya di Depok. Rute latihan favoritnya di Hambalang dengan rute sekitar 70-80 Km dengan total elevasi yang tinggi, sekitar 700 hingga 1.000 meter tergantung rute yang dipilih.
"Seminggu latihan tiga kali. Ada juga kita nge-loop di Bogor atau puncak dua, yang lebih endurance. Latihan handling di Hambalang," ujarnya.
Karena sudah terbiasa berlatih gravel, Jefri mengaku akan menggunakan ban ukuran 32 mm. Padahal rekomendasi Mainsepeda adalah ban 40 mm. Menurut Jefri, ia sudah nyaman dengan settingan ban tersebut.
Nggravel Blitar 2026 mulai memperkenalkan kategori race dengan 100 Km dan elevation gain (EG) sekitar 1.000 meter. Kategori race akan dibagi menjadi dua jenis kompetisi berdasarkan jenis sepeda, Gravel Bike (Drop Bar) dan MTB (flat bar). Masing-masing kategori akan mempertandingkan lima kelompok umur. Men 34 and Under, Men 35-44, Men 45 and Up, Women 29 and Under, dan Women 30 and Up. Sedangkan, kategori non-race akan berjarak 80 Km.
Baca Juga: Pogacar Berambisi Juara Strade Bianche Keempat Kali, Pembalap 19 Tahun Jadi 'Kuda Hitam'
Kantor Bupati di Kanigoro akan dijadikan lokasi start Nggravel Blitar 2026. Sementara titik finishnya berada di kawasan Candi Penataran, Kabupaten Blitar.
Seperti event-event Mainsepeda sebelumnya, panitia menyediakan beberapa lokasi check point yang dapat dimanfaatkan untuk mengisi suplai, menyediakan makanan-minuman, serta dukungan mekanik.
Para peserta hanya boleh menggunakan sepeda Gravel Bike (drop bar) dan MTB (flat bar). Dilarang memakai sepeda bertenaga listrik atau e-Bike. Demi kenyamanan, Mainsepeda juga merekomendasikan penggunaan ban sepeda dengan lebar 40 mm atau lebih.
Bagi yang berminat, pendaftaran Nggravel Blitar 2026 dapat dilakukan melalui Mainsepeda App. (Mainsepeda)