Kabar duka datang dari industri sepeda global saat King Liu, pendiri Giant Manufacturing Co., dilaporkan tutup usia pada Senin, 16 Februari 2026. Sosok yang dikenal sebagai pelopor industri sepeda modern asal Taiwan tersebut menghembuskan napas terakhirnya di usia 93 tahun.
Kepergiannya menyisakan duka mendalam bagi komunitas pesepeda di seluruh dunia. Lahir pada tahun 1934 di Taichung, Taiwan, King Liu tidak memulai kariernya di dunia manufaktur alat transportasi. Pada awalnya, ia adalah seorang pengusaha yang mencoba berbagai peruntungan, mulai dari pengiriman kargo hingga budidaya belut.
Akan tetapi, sebuah bencana alam besar pada 1970-an menghancurkan bisnis peternakan belutnya, sebuah titik nadir yang justru menjadi katalisator bagi lahirnya raksasa sepeda dunia, Giant. Tanpa latar belakang teknik formal di bidang sepeda, Liu memberanikan diri mendirikan Giant dengan modal tekad untuk membangun industri manufaktur yang kuat di tanah airnya.
Baca Juga: Sambut Ramadan, Komunitas TendBir Semarang Gelar Long Ride ke Rute "Luna Maya"
Pada dekade awal, Giant hanya beroperasi sebagai produsen Original Equipment Manufacturer (OEM) bagi merek-merek mapan Amerika Serikat seperti Schwinn. Namun, ketergantungan pada pihak luar menyadarkan Liu bahwa untuk bertahan dalam jangka panjang, ia harus memiliki identitas sendiri.
"Dengan kesedihan yang mendalam, Giant Group mengumumkan berpulangnya pendiri tercinta kami, Bapak King Liu. Beliau bukan sekadar pemimpin bagi kami, melainkan seorang visioner yang mengajarkan bahwa sepeda adalah kendaraan untuk perdamaian dan kesehatan global. Semangatnya akan terus mengalir dalam setiap rantai dan bingkai yang kami ciptakan," tulis pernyataan melalui akun Instagram resminya, @giantbicycles.
Pernyataan resmi itu juga menekankan bahwa filosofi Liu bukan hanya tentang menjual produk, melainkan tentang membangun budaya.
Bagi Liu, sepeda bukan sekadar alat transportasi murah bagi masyarakat kelas bawah, melainkan sebuah karya seni teknis yang harus bisa dinikmati oleh semua kalangan, mulai dari atlet profesional hingga komuter perkotaan. Ia adalah orang pertama yang membuktikan bahwa label "Made in Taiwan" bisa berdiri sejajar dengan kualitas Eropa.
Salah satu momen paling krusial dalam sejarah Giant di bawah kepemimpinan Liu adalah keberaniannya memperkenalkan material serat karbon secara massal. Di era di mana sepeda balap masih didominasi oleh besi dan aluminium, Liu menginstruksikan tim teknisnya untuk bereksperimen dengan komposit. Langkah berisiko ini membuahkan hasil luar biasa, menjadikan Giant sebagai pionir yang mendemokratisasi teknologi tinggi sehingga bisa dijangkau oleh pesepeda amatir.
Menariknya, King Liu bukan tipe pemilik perusahaan yang hanya duduk di balik meja kerja yang mewah. Ia dikenal sebagai "Misionaris Sepeda" karena dedikasinya yang luar biasa dalam mempromosikan gaya hidup sehat.
Meskipun ia mendirikan perusahaan sepeda sejak usia muda, Liu justru baru benar-benar menekuni olahraga bersepeda secara serius saat usianya sudah menginjak kepala tujuh, sebuah bukti bahwa tidak ada kata terlambat untuk mulai hidup sehat.
Pada tahun 2007, saat berusia 73 tahun, Liu melakukan tur sepeda sejauh 927 kilometer mengelilingi Taiwan selama 15 hari. Aksi heroik ini bukan sekadar ajang pamer ketahanan fisik, melainkan sebuah kampanye besar-besaran untuk mengubah persepsi masyarakat Taiwan terhadap sepeda.
Ia ingin membuktikan bahwa jika pria seusianya mampu menaklukkan jalanan, maka siapa pun bisa melakukannya. âVisi Liu juga merambah ke ranah transportasi publik dengan menginisiasi program YouBike, sistem berbagi sepeda (bike-sharing) yang kini menjadi salah satu yang tersukses di dunia.
Liu percaya bahwa solusi kemacetan di kota-kota besar bukanlah dengan menambah ruas jalan tol, melainkan dengan menyediakan akses sepeda yang mudah dan terintegrasi. Kini, ribuan unit sepeda kuning YouBike menjadi pemandangan ikonik yang menghiasi jalanan Taipei dan kota besar lainnya.
Baca Juga: UAE Tour 2026-Etape 1: Issac Del Toro Gagalkan Dominasi Para Sprinter
Karakter Liu yang rendah hati, namun progresif membuatnya sangat dihormati oleh kompetitornya di industri global. Ia tidak ragu untuk berkolaborasi dengan produsen lain demi memajukan standar industri secara keseluruhan. Di bawah kendalinya, Giant tumbuh dari bengkel kecil menjadi korporasi multinasional dengan pabrik yang tersebar di berbagai negara dan pendapatan tahunan mencapai miliaran dolar AS.
Warisan paling berharga yang ia tinggalkan bukanlah sekadar angka penjualan, melainkan keyakinan bahwa setiap kayuhan pedal adalah langkah menuju dunia yang lebih bersih dan berkelanjutan. Dunia kehilangan seorang guru, namun visinya akan tetap hidup di seluruh penjuru bumi.
Selamat jalan, King Liu. (Mainsepeda)