Datang lebih awal ke Jawa Timur, peserta EJJ 2026 kategori 1.500 Km, Muhammad Ikhwan Dharmawan, sengaja mencicipi sebagian rute lebih dulu. Menempuh perjalanan laut dari Banjarmasin ke Surabaya selama 18 jam, Ikhwan memanfaatkan waktu untuk latihan dan adaptasi, terutama tanjakan di area Malang yang tak ia temui di Kalimantan.

Ikhwan akan turun di kategori pair bersama ultra cyclist senior, Budi Suyanto. Meski terkendala jarak domisili, persiapan keduanya terbilang matang lewat komunikasi intens. "Saya sampai ke sini (Surabaya) hari Senin Magrib. Hari Selasanya ke Lumajang, terus istirahat sehari, baru besok siangnya ke Malang. Setelah itu di Malang sehari juga, baru ke Surabaya. Sempat lewatin rutenya EJJ tipis-tipis," kata Ikhwan. 

Baca Juga: EJJ 2026: Banjir Giveaway untuk Dotwatcher dan Peserta, Cek Cara Ikutannya!

Cyclist 25 tahun itu mengaku ingin latihan nanjak dulu sesampainya di Jawa. Ini karena di Kalimantan, khususnya sekitar rumahnya di Banjar Baru, tak ada tanjakan yang cukup menantang.

"Latihan nanjak ini. Di Kalimantan tidak ada tanjakan panjang," imbuhnya. 

Perihal persiapan dengan pair-nya, Ikhwan mengaku sudah siap tempur. Kendalanya hanya tidak bisa berlatih bersama karena perbedaan domisili. Budi sendiri tinggal di Purwokerto, sementara Ikhwan di Banjar Baru. Meskipun demikian, komunikasi keduanya terjalin baik dan rencana perjalanan pun sudah dibicarakan dengan matang. Keduanya pun sudah bertemu di Surabaya pada Sabtu, 31 Januari, dan sempat latihan bersama low intensity.

Budi sendiri sudah banyak dikenal sebagai salah satu ultra cyclist eksentrik di Indonesia. Gayanya mirip karakter 'Mister Roshi' di anime Dragon Ball dengan kumis serta jenggot berwarna putihnya. Uniknya, kali ini ia memutuskan pair. Padahal sebelumnya, Budi selalu bersepeda solo di event-event ultra cycling yang diikutinya. 

"Tahun ini pengen ada yang beda aja. Jadi coba pair ini," ujar Budi. 

Sementara itu, ultra cyclist asal Sleman, Victor Sugiharto Halim, malah sebaliknya. Ia kini memilih solo usai pada EJJ 2024 lalu berpasangan dengan Benyamin Beny Kurniawan. Victor mengaku sudah kangen bersepeda ultra di Jawa Timur yang terkenal indah. Terlebih EJJ juga menawarkan rute-rute yang menantang dan seru. 

"Pengen mengawali taun 2026 dengan gowes ultra lagi. Pengen merasakan sensasi suffer banget, tapi nagih lagi," sebutnya. 

Victor mengaku telah mempersiapkan diri dengan matang. Latihannya pun rajin dan konsisten sejak Desember tahun lalu, meski sempat terganggu sakit dan absen latihan selama sepekan pada tengah Januari. Ia menargetkan diri sanggup finish EJJ 2026 1.500 Km sebelum 115 Jam.

Baca Juga: East Java Journey 2026 - Jersey Tahun ini Minimalis dan Fungsional

East Java Journey 2026 berlangsung 2-8 Februari. Kategori 1.500 km dimulai Senin pagi, 2 Februari. Kategori 600 km menyusul start Jumat pagi, 6 Februari. Semua diberi waktu finish hingga Minggu malam, pukul 21.00 WIB, tanggal 8 Februari. Sekitar 200 peserta meramaikan event tahun ini. Mereka akan menjelajah keindahan Jawa Timur. Melintasi 27 wilayah kabupaten dan kota yang ada di Jatim.

Bagi para dotwatcher dan peserta, segera siapkan smartphone dan ikuti giveaway-nya! (Mainsepeda)

Populer

EJJ 2026: Bersaing di Kategori Pair, Datang Lebih Awal untuk Bonding
EJJ 2026: Banjir Giveaway untuk Dotwatcher dan Peserta, Cek Cara Ikutannya!
East Java Journey 2026 - Jersey Tahun ini Minimalis dan Fungsional
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
Unduh Rute Terbaru EJJ 2026 600 Km di Mainsepeda App!
EJJ 2026: Siapkan Cue Points, Cara Cyclist Singapura Rencanakan Istirahat, Makan, hingga Beribadah
Jadwal & Syarat RPC EJJ 2026: Wajib Datang Sendiri dan Bawa Sepeda!
Pompa Ban Anda sesuai Berat Badan
Tips Memilih Lebar Handlebar yang Ideal
Bentang Jawa Lunas