Usia yang akan segera memasuki kepala dua membuat Cycling Brotherhood (Cybro) jadi komunitas tertua sekaligus pelopor di Bengkulu. Mereka terbentuk pada 2006, 19 tahun lalu. 

Seperti namanya, persaudaraan jadi kunci eksistensi komunitas ini. Walaupun para anggotanya memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Dari pebisnis, dosen, guru, dokter, dan masih banyak lainnya. 

"Kita ini seperti keluarga besar, tidak ada sekatnya," kata Ketua Cycbro Bengkulu, Agung Gatam. 

Baca Juga: Meski di Bawah Ekspektasi, Listyo Sigit Apresiasi 11 Medali dari Balap Sepeda

"Kalau touring luar kota, kebiasaan kita saling menunggu. Yang lain kebiasaannya meninggalkan, itu bisa bikin perpecahan. Dan komunitas ini bukan ajang pamer-pameran," imbuhnya. 

Resep itu yang membuat Cybro Bengkulu tetap eksis, meski banyak komunitas baru di Bengkulu bermunculan. Hari ini, terdapat 60 cyclist yang jadi anggota Cybro. Kebanyakan anggotanya berusia di atas 50 tahun. Pecinta endurance, bukan kebut-kebutan. 

Cybro saat menggelar agenda fun ride merayakan ulang tahun pendiri komunitas, Edy Waluyo.

Cybro Bengkulu memiliki tiga kali agenda latihan setiap pekannya. Namun, yang tergolong agenda wajib adalah jadwal akhir pekan. Di manfaatkan sebagai social ride dengan rute di atas 70 Km. 

Pilihan rute di Bengkulu pun cukup beragam. Pegunungan hingga jalur pesisir pantai yang indah jadi highlight utamanya. Salah satu rute pegunungan yang jadi andalan adalah Bengkulu-Rejang Lebong via Kepahiyan dan Curup yang punya ketinggian di atas 1.000 meter di atas permukaan laut. View-nya kebun teh dan hutan lindung yang indah. 

Baca Juga: Yusuf Kibar-Miswanto Tertantang Taklukkan Rute EJJ 2026

Untuk rute bersepeda tahunan ialah Bengkulu-Kaur. Panjangnya 200 Km dengan menyisir jalur pantai barat Bengkulu yang menghadap langsung ke Samudra Hindia. 

"Mainnya ke daerah pinggiran, rolling, tanjakan, dan pantai panjang. Beragam sekali. Bengkulu itu surga para pesepeda, rutenya keren," tambah Agung. 

Saking beragamnya rute sepeda di Bengkulu, Cybro jarang sekali bersepeda bersama ke luar daerah. Namun, mereka rajin mengikuti event-event nasional. Salah satunya Bromo KOM. "Kita sering kirim teman-teman ikut Bromo KOM untuk mencari kesenangan," tutupnya. (Mainsepeda)

Populer

Giro d'Italia 2026-Etape 5: Igor Arrieta Menang Dramatis Setelah Dua Kali Crash
Ada Apa di Wdnsdy Café, Kafe Cycling Pertama Indonesia?
Giro d'Italia 2026-Etape 4: Narvaez Menang Sprint, Ciccone Rebut Jersey Pink
Helm-Helm Baru Abus: Aero dan Lebih Terjangkau
Pesona Selo “Ring of The Fire”, Sensasi Menanjak Membelah Merapi dan Merbabu
Kevin dan Chika Juara Go West Gantasan 22
Simak Cara dan Biaya Registrasi Bromo KOM 2023
Rio Akbar Sabet Emas di Balap BMX Asia 2018
Ada Bus dan Truk Untuk Pulang dari Wonokitri
Wdnsdy AJ62: Performance Nyaman untuk Cyclist Indonesia