Guyub Menikmati Rute-Rute Seru Malang Century Journey 2025

Malang Century Journey 2025 benar-benar menjadi event yang layaknya gathering-nya para pesepeda. Momen guyub dan penuh keceriaan terlihat di sepanjang perjalanan. Terutama saat peserta melintasi segmen paling dinanti, gravel dan jembatan Indiana Jones.

Setelah berkutat dengan jalanan tanah basah dan kerikil, di segmen ini para cyclist juga harus mengantre satu per satu untuk melewati jembatan Indiana Jones. 

Jembatan yang terbuat dari besi itu cukup kokoh. Namun, hanya seruas jalur saja. Meski sempat ada antrean, tak sedikit pun raut wajah muram. Mereka malah terlihat tetap ceria. Seperti menanti giliran wahana permainan untuk melewati jembatan ikonik itu. 

Bahkan, ketika ada warga yang ingin ke ladang dan harus melewati jembatan berlawanan arah. Para cyclist pun rela menunggu. Mereka begitu menikmati feel bersepeda di tengah-tengah masyarakat.

Ketika melalui jembatan Indiana Jones, beberapa cyclist memilih nuntun. Jalannya setapak, sedangkan di bawahnya adalah jurang yang cukup dalam. "Pas lihat jembatannya, langsung bilang 'wah pasti nuntun'! Tidak berani saya," kata Abdur Rasyid, cyclist asal Malang berusia 25 tahun.

Baca Juga: Malang Century Journey 2025 Start, Azrul Ananda: Selamat Menikmati Rute ‘Lucu’ yang Telah Menanti

Pengalaman serupa turut dirasakan oleh Achmad Mulyadi. Memasuki usianya yang ke 55 tahun, ia tetap semangat melahap rute-rute Malang Century Journey 2025, ditemani oleh sepeda lipat miliknya.

Ia mengungkapkan bahwa dirinya memang harus lebih hati-hati saat melewati jalur gravel dan jembatan Indiana Jones yang terbilang menantang.

“Kalau pakai sepeda lipat, intinya harus fokus karena bannya kecil yang bikin lebih sensitif terhadap jalan jelek. Apalagi di gravel kan pada stuck ya, jadi harus nuntut. Asyik juga ada nuntunnya, jadi enggak selalu gowes,” ujarnya.

Achmad benar-benar menikmati tiap jalur yang dilewati. Baginya, setiap rute selalu menghadirkan cerita berbeda yang membuat perjalanan terasa spesial. Bahkan, cyclist asal Jakarta itu turut melayangkan apresiasi bagi pihak Mainsepeda yang dinilainya sukses menggelar event dengan timing yang sangat rapi.

“Rutenya ajib, lah! Banyak kagetnya juga. Justru, itu tantangannya, apalagi ini bukan kompetisi. Jadi, bisa ngerasain lebih banyak fun dan lihat pemandangan. Persiapan dari panitia juga bagus dan on time. Empat menit sebelum start, semua sambutan sudah selesai,” imbuhnya.

Baca Juga: Malang Century Journey 2025: Diikuti 600 Lebih Cyclist, Jadi Ajang Gathering di Penghujung Tahun

Sementara itu, Drias Leusanti, cyclist wanita asal Malang, juga merasa terkesima dengan pemandangan yang tersaji selama bersepeda. Sebagai warga lokal, ia sendiri pun takjub dengan rute yang dipilih dalam Malang Century Journey 2025.

“Rutenya kueren pol, terutama yang menuju CP (check point) 1 soalnya lewat jalanan batu dan di tengah sawah, jadi, pemandangannya bagus,” ujar Dria.

Ia lantas menambahkan. “Harapannya, ini bisa jadi event tahunannya Mainsepeda di Kota Malang, enggak cuma sekali saja.”

Malang Century Journey 2025 merupakan event kolaborasi antara Mainsepeda dan Pemerintah Kota Malang. Seluruh peserta akan memulai start di Balai Kota Malang pada Minggu, 30 November 2025, pukul 06.00 WIB.

Sementara, Cut of Time (CoT) dari gelaran ini berlangsung selama hampir 12 jam. Nantinya, para cyclist akan melewati rute sepanjang kurang lebih 162 kilometer dengan total elevation gain (EG) sekitar 1.200 meter.(mainsepeda)


COMMENTS