Acara balapan Semeru Criterium 2025 meninggalkan kesan positif bagi para pesertanya. Penyelenggaraan yang baik, berjalan sesuai jadwal, plus venue di sirkuit Gelora Bung Tomo (GBT) yang memadai jadi nilai plusnya. 

Oleh karena itu, tidak sedikit peserta yang ingin acara ini diadakan secara reguler. Bagus Haristyawan Hefnar, pebalap sepeda asal Semarang, bahkan berharap intensitasnya penyelenggaraanya bisa lebih sering. 

"Eventnya sangat luar biasa, kompetisinya rapat. Lebih menantang karena diadakan di sirkuit, belak-belok. Semoga tahun depan ada lagi kalau perlu empat bulan sekali," candanya. 

Baca Juga: Angga Dwi Wahyu Menjuarai Men Elite Semeru Criterium 2025

Bagus sendiri menjadikan acara Semeru Criterium 2025 sebagai ajang berlatih sekaligus variasi latihan. Ia berencana akan tampil di gelaran lebih besar, UCI Gran Fondo WorldSeries di Hainan, Tiongkok, pertengahan Desember 2025 mendatang. 

Di sisi lain, Semeru Criterium 2025 juga menarik minat pesepeda di luar Jawa. Salah satunya adalah Zulkifli Zoe, pesepeda asal Pontianak. Ia sendiri berkompetisi di kategori Men Master C dan sukses menjadi juaranya. 

"Sangat luar biasa, tempatnya, fasilitasnya terbaiklah. Sirkuit aman, dihajar pun enak karena aspalnya mulus," ujarnya.  

Merespon segala dukungan tersebut, Race Director Semeru Criterium 2025, Samai, pun mengamininya. “Insya Allah, kami akan teruskan untuk menjadi agenda tahunan,” ungkapnya. 

Seperti diketahui, Semeru Criterium 2025 merupakan event balapan yang digelar oleh Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur. Satuan kepolisian yang dipimpin oleh Irjen Pol Nanang Avianto ini ingin ikut berperan untuk mendukung pencarian bakat muda balap sepeda di Indonesia. 

"Kami akan memperbaiki kekurangan-kekurangan untuk lebih baik di event berikutnya," tambah Samai. 

Baca Juga: Minivelo, MTB, hingga Sepeda Aero Siap Ramaikan Malang Century Journey 2025

Semeru Criterium 2025 diselenggarakan dengan sukses pada Minggu, 23 November 2025. Bertempat di sirkuit Gelora Bung Tomo (GBT), terdapat 250-an pebalap sepeda yang bertanding di sembilan kategori yang berbeda. Seperti Men Elite, Men U-19, Men Master A (30-39), Men Master B (40-49), Men Master C (50-59), Men Open, Women Open, serta kelas TNI/Polri U-40 dan Senior. 

Di nomor paling prestisius, yakni Men Elite, Angga Dwi Wahyu Prahesta dari tim Dr.JX Polresta Kota Malang menjadi pemenangnya. Sedangkan, di kelas Women Open yang diisi banyak cyclist pro Indonesia, dimenangi cyclist asal NC Pro Cycling Team, Nihayatuzzain Asshofi. (Mainsepeda)

Populer

Simon Yates Pensiun di Puncak Kejayaan
Kuota Peserta EJJ 2026 Kategori 600 KM Terpenuhi, Pendaftaran Ditutup Besok
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
Wout van Aert Absen Tiga Bulan Akibat Patah Pergelangan Kaki
Pompa Ban Anda sesuai Berat Badan
Bentang Jawa Lunas
EJJ 2026 Harga Normal, Tapi Diskon Khusus Masih Tersedia
Ini Dia Hasil Resmi Bentang Jawa 2025
Tips Memilih Lebar Handlebar yang Ideal
Kaleidoskop 2025: Dominasi, Kontroversi, dan Ekspansi Global