Pembalap Lidl-Trek Matias Skjelmose meraih kemenangan terbesar dalam kariernya usai finis terdepan di balapan Amstel Gold Race pada Minggu, 20 April 2025. Prestasinya kian sempurna karena ia mengalahkan para juara dunia, yakni Tadej Pogacar dan Remco Evenepoel. Seperti diketahui, Pogi, sapaan Pogacar, adalah juara dunia road race UCI. Sedangkan, Evenepoel merupakan peraih dua medali emas Olimpiade Paris 2024. 

Pogacar menunjukkan determinasi tinggi setelah kekalahan di Paris-Roubaix 2025. Ia melakukan attack solo di 43 kilometer jelang finis, meninggalkan Julian Alapphilippe yang sempat memberikan perlawanan. 

Akan tetapi, Skjelmose dan Evenepoel tak membiarkan kemenangan mudah bagi pembalap Slovenia itu. Mereka melakukan pengejaran dengan sangat gigih. Walhasil, mereka menangkap Pogi di delapan kilometer terakhir. 

Baca Juga: Kolom Sehat: I’ll be Back

Ketiganya terus bersaing hingga akhir. Evenepoel memimpin dan memulai sprint terakhir tepat di luar Valkenberg. Pogacar yang menantikan momentum berhasil mendahului Evenepoel. Namun, Skjelmose tiba-tiba merangsek ke depan usai melebar ke kiri. Ia membuka ruang sekaligus menyerang dengan sprint yang mematikan. 

Pembalap Denmark itu akhirnya menjuarai Amstel Gold Race dengan keunggulan hanya setengah ban dari Pogacar. Kemenangan itu terkonfirmasi melalui teknologi photo finish. Aksi Skjelmose bak cerita David, seorang manusia, yang melawan raksasa bernama Goliath. Meskipun tak diunggulkan, tapi ia adalah pemenangnya.

Skjelmose mencuri kemenangan dalam sprint terakhir melawan Pogacar dan Evenepoel.

"Tidak, sungguh saya tidak percaya, saya benar-benar tidak percaya," ujar Skjelmose seakan tak percaya bahwa ia menjuarai balapan ini. 

"Saya rasa Remco melakukannya dengan sempurna. Saya mencoba membuat jarak yang cukup jauh dan melaju ke kanan, tetapi Remco juga melaju ke kanan dan sialnya, begitu pula Tadej. Jadi saya melaju ke kiri dan setelahnya saya tidak tahu apa yang terjadi," ungkapnya.

Baca juga: Libur Lebaran, Habiskan Waktu Gowes Jambi-Jakarta

Amstel Gold Race jadi gelar one day race WorldTour pertama yang diraih Skjelmose. Cyclist 24 tahun ini sebelumnya lebih akrab dengan balapan-balapan multi-etape. Sebelumnya, Skjelmose menjuarai Tour de Suisse (2023) dan Tour de Luxembourg (2022). 

Di sisi lain, Pogacar yang lebih banyak turun di balapan-balapan one day musim ini harus kembali meramu kecewa. Peraih dobel GrandTour itu sebelumnya dikalahkan Mathieu van der Poel pada dua balapan monument classic, Milan San-Remo dan Paris Roubaix. 

Meskipun demikian, Pogacar nampaknya tak patah arang. Ia masih akan beraksi dua balapan one day pekan depan, yakni balapan La Fleche Wallonne dan Liege-Bastogne-Liege. Balapan terakhir merupakan seri keempat dari balapan monument classic musim ini. (Mainsepeda)

Credit Photos by Getty Images

Results powered by FirstCycling.com

Populer

EJJ 2026: Akhirnya Zidan (Butuh) Tidur Juga
EJJ 2026: Petualangan Bersepeda 1.500 km dari Timur ke Barat Dimulai!
EJJ 2026: Finish Strong 1.500 Km! John Boemihardjo Segel Podium Men 40 and Up untuk Kali Ketiga
EJJ 2026: Lepas Aerobar sejak di Blitar, Zidan Makin Melesat Menuju Finis di Surabaya
EJJ 2026: Three-Peat! Zidan Raih Gelar ’Sarjana S3 Ultra'
EJJ 2026 600 Km: Perjalanan Kaderisasi Calon Peserta 1.500 Km Dimulai
EJJ 2026 - 600 Km: Target Finis 48 Jam, Muhammad Faris Andalkan Manajemen Body Clock
EJJ 2026 - 600 Km: Cyclist Mix Prancis-Sunda Bawa Jimat Keberuntungan Multifungsi
EJJ 2026: Persaingan Sengit Podium Pair
EJJ 2026: Dilema Bambang Hartana, antara ‘Tugas Negara’ dan Target Mengejar CoT di CP 2