Mengunjungi Taipei Cycle Show 2018 (6-habis)
Aksesori Inovatif: Sadel Model Sayap Hingga Ban Tanpa Udara
by - November 06, 2018

Banyak sekali pernak-pernik aksesori yang memikat di Taipei Cycle Show. Pameran yang digelar 31 Oktober hingga 3 November ini terkesan kurang lama apabila ingin melihat dengan detail satu demi satu dari 1.150 booth yang ada.

Berikut ini adalah beberapa pernik aksesori sepeda yang keren dan inovatif. (mainsepeda)

Ban Tannus

Ini dia yang sedang hangat dibicarakan oleh cyclist seluruh dunia. Tannus, produsen ban asal Korea mengusung dua tipe andalannya. Yakni airless alias ban solid berbahan karet.

Versi ini bernama Aither 1.1 tersedia untuk road bike ukuran 23 mm, 25 mm, dan 28 mm. “Juga tersedia untuk Brompton ukuran 16 inchi. Versi airless ini tersedia dalam dua belas macam warna,” tutur Ricky Gawera, Sales and online management Tannus.

Aither 1.1 untuk road bike ini berbobot 430 gram per buah dan bisa digunakan hingga 9.600 km (6.000 miles). Terbuat dari bahan nanofoam polymer dan tingkat keempukannya sama dengan ban biasa yang dipompa di 100 psi.

Meskipun ini adalah ban mati, tapi Tannus tidak susah dipasang di wheelset apapun. “Mudah dipasang karena kita menggunakan sistem lock pin. Bisa dilakukan sendiri di setiap pembelian ban Tannus kita beri alat bongkar pasangnya,” tutur Ricky.

Tipe kedua adalah Armour. Yakni foam atau sepon yang bisa dipasang di antara ban luar dan ban dalam. Bisa menggunakan ban luar merek apapun. Ricky menunjuk pada salah satu MTB yang menggunakan ban luar Maxxis. Dia menjelaskan, apabila ban terkena paku maka paku tidak akan langsung menusuk ban dalam yang mengakibatkan kempes.

“Paku akan tertahan sepon terlebih dahulu. Tebal sepon ini ada yang 15 mm atau 20 mm. Bahkan, apabila ban dalam bocor dan kempes tanpa angin, sepon ini akan menopang dan roda masih bisa dijalankan seperti biasa,” tuturnya.

Tak ayal, dengan dua teknologi keren ini, booth Tannus terus dipenuhi pengunjung yang penasaran dengan cara kerjanya.

All Wings Saddle

Melihat bentuknya yang seperti sayap burung sedang mengepak, apakah masih layak disebut sadel? Atau lebih tepat disebut sebagai penopang badan? Sadel ini tidak lagi menopang bagian selangkangan cyclist. Tapi menopang bagian kiri dan kanan pantat.

Tanpa ada hidung memanjang ke depan, membuat selangkangan aman dari tekanan. Didesain oleh Vincent Tseng, sadel ini telah didaftarkan patennya di Taiwan, Amerika, Jepang, Tiongkok, dan Eropa.

Vincent mengklaim bahwa temuannya ini sangat efektif dan efisien untuk digunakan jarak jauh karena tidak ada tekanan. Melainkan hanya menopang. Selain menopang, bahan plastiknya akan mengikuti gerak pantat saat mengayuh pedal. Sehingga sangat fleksibel dan membuat cyclist lebih nyaman.

ABS Bicycle Brake System

Sering mendengar istilah ABS (Antilock Brake System) di mobil atau motor gede? Nah, sekarang ABS juga ada untuk sepeda. Berkat ciptaan dari Huang Tan Cheng, sekarang tidak perlu lagi takut saat mengerem mendadak.

Tidak sulit mengaplikasikannya. Hanya mengganti rumah kampas rem dengan produk khusus SABS (Safe Antilock Brake System) ciptaan Huang. Ini adalah hasil riset dan pengembangannya selama 8 tahun terakhir.

Bidon Two in One

Biasanya, road bike menyediakan dua dudukan untuk membawa dua bidon. Satu berisi air biasa dan satu lagi elektrolit. Nah, di Taipei Cycle Show, ada produsen yang membuat bidon two in one.

Jadi satu bidon dibagi dua. Sehingga bila menggunakan dua bidon ini maka bisa membawa empat macam minuman. Menarik, ya!

Kacamata Everysight   

Perangkat komputer di sepeda kita sangat penting. Terutama indikator power meter, heart rate, cadence, dan speed serta jarak tempuh. Nah, terkadang layar komputer kita terlalu kecil sehingga diperlukan ekstra waktu untuk memperhatikannya. Dan ini sangat membahayakan cyclist karena pasti pandangannya terlepas dari jalan raya saat melihat layar komputer.

Everysight mempunyai solusi jitu. Semua indikator ini akan tampil di layar kacamata khususnya. “Kualitas tulisannya sangat bagus, kacamatanya tidak berat dan sangat stabil,” tutur Eyal Ovadia, marketing Everysight. Dengan model yang sangat trendy, membuat Everysight jadi bintang di Taipei Cycle Show.

Lampu Lightskin

Lampu sepeda sangat penting untuk keamanan. Depan maupun belakang. Tapi tidak banyak produsen lampu yang membuat bentuk lampu yang keren. Lightskin, produsen lampu asal Korea ini mempunyai inovasi jitu. Tidak perlu dudukan lampu. Lampu ditanam di seatpost dan di handlebar.

Ada lima lampu LED yang ditanam di seatpost. Dan di bagian atas terdapat lubang kecil micro USB untuk mencharge. Ukuran seatpost-pun normal, 27.2 mm cocok untuk mayoritas road bike.

Untuk handlebar, hanya tersedia tipe lurus jadi tidak sesuai untuk road bike. Meski begitu, inovasinya patut diacungi jempol.

 

 

           

 

 

 

 


COMMENTS