Calon juara East Java Trilogy di kelas Women Elite Dewika Mulya Sova kemungkinan besar absen di seri terakhir, EJ Sport Banyuwangi Bluefire Ijen KOM 2024. Cyclist 21 tahun ini dijadwalkan akan bertanding di ajang Kejuaraan Dunia Balap Sepeda Wanita di Zurich, Swiss. 

Ia akan turun di dua nomor berbeda, Individual Time Trial (ITT) dan Road Race. Untuk jadwal ITT di kejuaraan dunia akan hanya selang sehari dari gelaran EJ Sport Banyuwangi Bluefire Ijen KOM, yakni Minggu, 22 September 2024. Sedangkan, balapan road race akan beselang sepekan kemudian. 

Absennya Dewika akan menjadi berkah bagi Maghfirotika Marendra. Cyclist 26 tahun ini berpeluang besar mempertahankan gelar Trilogy musim ini. 

Maghfirotika adalah juara bertahan di East Java Trilogy 2013. Cyclist 26 tahun ini mengoleksi 70 poin dan mengalahkan Chika Zerra Arta Arinda kala itu. 

Saat ini, baik Maghfirotika mengoleksi 36 poin, begitu pun Dewika. Keduanya saling berbalas kemenangan di dua seri Trilogy sebelumnya. Dewika menjuarai Antangin Bromo KOM X, sedangkan Maghfirotika revans di Kediri Dholo KOM 2024. 

"Saya belum tau siapa saja lawannya yang akan datang. Tapi harapannya bisa bermain seperti di Kediri, biar bisa mempertahankan juara (Ijen KOM) dan Trilogy seperti tahun kemarin," ungkap Maghfirotika.

Di sisi lain, perebutan podium 2 dan 3 akan menjadi pertarungan antara Crismonita Dwi Putri dan Chika Zerra. Keduanya kini mengantongi 20 poin atau tertinggal 16 poin dari pimpinan klasemen. Hal ini membuat mereka berpeluang kecil untuk menganggu laju Maghfirotika merengkuh juara Trilogy. 

Chika sedikit lebih diunggulkan karena memiliki pengalaman menanjak ke puncak Paltuding. Musim lalu, ia duduk di peringkat kedua saat mengikuti seri Banyuwangi Bluefire Ijen KOM. Sedangkan, Crismonita adalah debutan di event Trilogy inisiasi Mainsepeda. 

"Katanya tanjakan (Ijen) agak tinggi. Saya bersaingnya sama Chika jadi kalau bisa didepannya. Kalau bisa nge-push (untuk podium)," kata Crismonita. 

Crismonita memang lebih akrab dengan balapan di jalur datar dibandingkan tipikal pembalap climber. Pembalap asal Malang ini merupakan peraih medali perak di SEA Games 2017 Malaysia cabor balap sepeda track dari nomor time trial putri 500 meter dan di nomor sprint beregu putri bersama pasangannya, Santia Tri Kusuma. 

Ia juga meraih medali perunggu pada nomor time trial 500 meter dalam Asian Track Championships 2019 yang berlangsung di Jakarta International Velodrome, Jakarta. 

Selain nama-nama di atas, dua cyclist muda Mila Safa Fidela (15 tahun) dan Aisyah Putri Aprilia (19 tahun) juga masih berpeluang merebut podium. Meskipun peluang keduanya sangatlah kecil. (Mainsepeda)

Populer

Tour de France 2026-Etape 13: Mauro Schmid Pecah Telur, Pogacar Masih Memimpin GC
Dimension Data Resmi Berubah Jadi NTT Pro Cycling
Pogacar Berpeluang Tampil di Vuelta a España, Pangeran Albert Ungkap Niatnya
Tour de France 2026-Etape 12: Tim Merlier Hat-trick Menang Sprint
Pogacar Fokus Juara Tour de France 2026, Bukan Pecahkan Rekor
Tour de France 2026-Etape 11: Søren Wærenskjold Menang Sprint dan Pecahkan Rekor Kecepatan
Andhina, Helen & Mitya Tuntaskan Tanjakan Setinggi 3,275 Meter di Taiwan
Cyclist Favorit: Kisah Patricia Membelah Pulau Sulawesi
Kolom Sehat: Don't Rich People Difficult (E-Bike)
Cari Alternatif Brompton? Ini Dia Lima Merek Sepeda Seru Lain