Bambang ”Bembenx” Anggoro Jati punya target tinggi di East Java Journey 2024. Ia menargetkan finis di kategori 1.500 km kurang dari 100 jam. Jika bisa tercapai, itu akan membuat pembalap asal Sleman tersebut sebagai salah satu kandidat juara dalam event yang diselenggarakan pada 26 Februari-3 Maret tersebut.

"Targetnya maksimal 100 jam, target per hari gowes 400 Km. Jadi kalau sudah lewat 400 Km kita lihat kondisi seperti apa, kalau terlalu capek istirahat dulu," ucap Bembenx kepada Mainsepeda.

Bembenx punya catatan yang hebat di East Java Journey (EJJ) maupun Bentang Jawa. Di dua event itu, selalu bertarung dalam perebutan gelar juara. di EJJ tahun lalu, Bembenx finis ketiga. Ia hanya kalah dari dua pembalap profesional dari Nusantara Pro Cycling, Muhammad Ridwan dan Woro Fitrianto.


Sosok Bembenx usai Menyelesaikan Tantangan EJJ 2023

Bembenx dikenal dengan ketahanan bersepedanya yang luar biasa. Ia bisa tidak tidur sama sekali, lebih dari 24 jam, terus mancal di atas sepeda. Persaingannya dengan Dzaki  Wardana di Bentang Jawa beberapa tahun lalu dikenang sebagai persaingan yang sangat epic. Tahun lalu, Dzaki mengalami masalah pada punggung di EJJ, sehingga tidak mampu bersaing dengan Bembenx.

”Latihan sudah maksimal, saya sudah siap untuk ikut EJJ,” ucap Bembenx.

Meski kompetitif di EJJ tahun lalu, Bembenx menyatakan persaingan tahun ini tidak akan mudah. Rute jauh berbeda dengan tahun lalu. Jarah lebih jauh, karena tahun lalu ”hanya” 1.200 km. Apalagi, tanjakan tahun ini juga maut, seperti di kawasan Nongko Jajar dan Paltuding. Total elevasi tahun ini 14.000 meter, tahun lalu sekitar 8.000 meter.

”Kalau tahun ini agak berat sih. Lihat rutenya kebanyakan tanjakan dan baru semua. Jadi penasaran juga sih,” ucapnya.

Tahun lalu Bembenx menyelesaikan rute 1.200 km selama 65 jam 9 menit. Dzaki yang tidak fit, finis 82 jam 59 menit. menarik untuk ditunggu, persaingan Dzaki dengan Bembenx. Keduanya akan tampil di nomor men 39 and under. (*)

Populer

Canyon Siapkan Penerus MTB Lux CF?
Grupset Rotor 13-speed Ini Bisa Mengubah Dunia!
UCI Sepakat Penundaan Olimpiade Tokyo
Preview Omloop Het Niewsblad: Wout van Aert Kandidat Juara Pembukaan Spring Classics
Alif Mabbrur Tuntaskan Bentang Jawa dengan Sepeda Fixed Gear
BMC dan Red Bull Racing Luncurkan 'The First F1 Bike'
EJJ 2026 - 600 Km: Target Finis 48 Jam, Muhammad Faris Andalkan Manajemen Body Clock
KAI Kediri Dholo KOM Challenge 2021 Digelar 4-5 Desember
Setelah Lima Tahun, Muncul Bianchi Specialissima Baru
Pinarello Dogma FS Pakai Suspensi Elektronik Depan dan Belakang