Salah satu event ultra cycling bergengsi dan termasuk tertua di dunia, Paris-Brest-Paris (PBP) siap digelar, Minggu 20 Agustus 2023. Sejumlah cyclist asal Indonesia turut serta. Termasuk di antaranya tiga cyclist yang selama ini tergabung Spartan Indonesia.

Tiga cyclist Spartan Indonesia itu adalah Handika, Afandi Munir, dan Lucky Bagus Waskito. Sebelum turun di PBP, Handika dan Munir termasuk Spartan yang berhasil menaklukkan tantangan memecahkan rekor gowes Jakarta – Bali dalam waktu empat hari.

Kini mereka siap menaklukkan tantangan Paris-Brest-Paris yang diselenggarakan di Paris dengan jarak tempuh 1.200 km, dan cut of time (COT) 80 jam. Berbeda dengan ketika gowes Jakarta-Bali, di PBP ini tentu para Spartan tak mendapatkan support dari siapapun.

Tanpa support sistem yang ideal, para Spartan ini akan bahu-membahu menaklukan Paris-Brest-Paris. Mereka ingin membuktikan dan membawa harum nama Indonesia bersama EJ Sport “Everyone Can”. Perjalanan para Spartan itu memang disupport EJ Sport, produk energi gel yang menjadi sumber asupan energi cepat.

Handika yang menjadi captain Spartan Indonesia mengatakan, ia bangga karena tantangan menaklukkan PBP bertepatan dengan perayaan HUT kemerdekaan ke-78 Indonesia.

“Badan orang bisa dirantai, tetapi semangat merdeka tidak dapat diikat. Sembari merayakan HUT Indonesia, saya ingin mengajak semua teman-teman penggiat olahraga untuk mendukung saya bersepeda sejauh 1.200 km dari Paris menuju Brest, dan kembali lagi ke Paris,” ujarnya.

Keikutsertaannya para Spartan di PBP juga membawa misi kemanusian. Setiap kayuhan para Spartan akan disumbangkan ke panti asuhan.

“Saya tidak bisa berjuang sendiri. Mari sebarkan misi ini menjadi bagian perjuangan untuk adik-adik yatim piatu. Indonesia bisa, Indonesia mendunia. Misi ini juga sesuai semangat EJ Sport, #EveryoneCan #GoExtraLevel,” ujar Handika.

Sementara itu, Munir menambahkan, sebagai cyclist muda ia banyak mendapatkan kesempatan mengikuti kompetisi bersepeda untuk mengembangkan potensinya.

Di PBP 2023 ini, selain menguji kemampuannya, Munir juga membawa misi memberikan bantuan makanan bergizi untuk anak-anak yatim piatu.

“Dalam setiap kayuhan saya sejauh 1.200 km bertujuan untuk sehatkan anak Indonesia. Ayo dukung saya dalam penyelesaian misi ini sebagai bentuk kontribusi dalam membantu adik-adik yatim piatu tercinta agar mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Indonesia bisa, Indonesia mendunia,” ucap Munir. 

Spartan terakhir, Lucky Bagus juga punya misi yang tak kalah mulia. Ia sedang menggalang campaign untuk seorang anak bernama Pani.

Anak tersebut ditinggal kedua orang tuanya tapi tetap bersemangat sekolah. Pani selama ini berjualan es keliling agar bisa tetap bersekolah.

“Saya ingin mengajak teman-teman untuk mendukung Pani dalam tiap kayuhan saya sepanjang 1.200 km dalam event PBP,” ungkapnya. 

Ayo dukung para Spartan dalam menaklukan Paris-Brest-Paris dan mewujudkan misi kemanusian mereka dengan mengunjungi website resmi EJ Sport (mainsepeda)

Populer

HRV di Atas 200! Rahasia Kebugaran dan Recovery Supernya Mathieu van der Poel
Pengalaman Serba Pertama Yusran Yahya di EJJ 2026, dari Rasakan Rute Terjauh Sampai Gempa
Raih Gelar S3 di Sydney, Wisuda ‘Sarjana Ultra’ 1.500 Km di EJJ 2026
Ketika Para Peserta EJJ 2026 Akhirnya Menemukan Marka Mobil Terbang
Peserta EJJ 2026 Kompak Sebut Tanjakan di Jatim Bikin Ampun, tapi Bikin Nagih!
Lulus 600 Km Pakai Seli, Ditantang Istri Lanjut EJJ 1.500 Km
Alumni Nggravel Blitar Datang Lagi: Ada Pilih Race, Ada yang Ingin Sekadar Nikmati View
EJJ 2026: ’Ultra Women’ Ivo-Fian Rebut Podium ke-3 Pair sekaligus Lantern Rouge
Bentang Jawa Lunas
Bentang Jawa 2025: Stephen Lane Juara! Pecah Rekor Finish Under 78 Jam