Tuntaskan Urusan Visa, Perjalanan Lintas Negara Royke Lumowa Siap Dimulai

Perjalanan Irjen (purn) Royke Lumowa bersepeda Jakarta-Paris sudah memasuki border Indonesia. Om Royke, begitu ia biasa disapa di kalangan cyclist, kini sudah berada di Batam, Kepuluan Riau. Harusnya dari Batam, Om Royke akan memulai perjalanan lintas negara dengan menyeberang ke Singapura hingga terus lanjut ke utara.

"Saya sudah di Batam," kata Om Royke dihubungi Mainsepeda, Selasa 18 Juli 2023. Royke mengaku perjalanannya lancar. Ia masih menggunakan sepeda pertama, yakni Wdnsdy AJ1 Disc. Sebagaimana diketahui, perjalanan Om Royke bersepeda Jakarta-Paris di-support oleh Wdnsdy Bike.

Ada dua sepeda yang digunakan mantan Kakorlantas Mabes Polri itu. Pertama, Wdnsdy AJ 1 Disc dan satu lagi Wdnsdy Titanium.

Om Royke memulai perjalanannya dengan start dari Monumen Nasional (Monas), 8 Juli 2023 lalu. Dari Monas, Royke bersepeda menuju Merak. Ia sempat ditemani 300-an cyclist yang mengawal dari titik start hingga keluar Jakarta. Bahkan ada 20 cyclist yang mengantar Om Royke hingga tiba di Kalianda.

Hari pertama, alumnus Akpol 1987 itu menempuh perjalanan 150 km dengan elevation gain 1000. Di perjalanan, Royke sempat menemui kendala di Pelabuhan Merak. “Sempat ada kendala, rombongan cyclist terpisah kapal dengan mobil pendukung. Namun ini bukan masalah besar,” ujar Royke.

Setiba di Pulau Sumatera, Om Royke bersepeda menuju Bandar Lampung. Komunitas The Road Bike Lampung (TROL) ikut mengawal perjalanan pria yang pernah menjadi tiga kali menjabat kapolda itu. Perjalanan menuju Bandar Lampung berjarak 60 km.

“Saya berterima kasih pada teman-teman TROL yang mau menemani dan mensupport perjalanan saya menuju Lampung,” kata Royke.

Nama komunitas TROL memang sempat membuat heboh di Antangin Bromo KOM Challenge 2023. Saat itu mereka membawa truk khusus untuk mengangkut puluhan sepeda yang dibawa untuk menaklukkan Bromo KOM.

"Hari kedua rute datar dengan sedikit tanjakan," kata mantan Kapolda Sulawesi Utara itu.

Di hari ketiga, Om Royke lanjut gowes dari Bandar Lampung menuju Mesuji. Di sini ia mulai menghadapi tantangan cuaca. Sepanjang perjalanan, Om Royke diguyur hujan. Tiba di Mesuji pukul 16.45 WIB.

Hari keempat, Om Royke bergerak menuju Palembang. Sepanjang perjalanan ia harus berhadapan dengan truk besar. Cuaca panas hingga 40 derajat celcius dan hujan lebat di beberapa titik menjadi teman perjalanan Om Royke menuju Palembang.

Om Royke berhasil finis di Palembang pada pukul 19.30 WIB setelah menempuh jarak 195 km.

“Saya tidak merekomendasikan untuk bersepeda di jalur Palembang-Jambi. Saya yang sudah mendapatkan pengawalan dari voojrider saja beberapa kali hampir jatuh ke bahu jalan karena banyak truk besar,” ungkap Royke.

Royke melanjutkan perjalanan hari kelima menuju Jambi dari Sungai Lilin, di perjalanan ia dihajar suhu panas hingga 42 derajat celcius. Ia juga menyempatkan untuk berkunjung ke situs candi Muarojambi, salah satu kompleks candi yang terbesar di Asia Tenggara.

Perjalanan Om Royke tak 100 persen mulus. Ketika sampai Jambi ia harus kembali ke Jakarta untuk mengurus visa yang kurang. Ia pun menempuh dengan pesawat. 

Sekembali dari Jakara, ia lanjut perjalanan. Dari Jambi menuju Kuala Tungkal. Dari sana ia harus menyebrang menuju Batam menggunakan longboat sekitar enam sampai tujuh jam.

Ketika tulisan ini diturunkan, Om Royke masih di Batam. Sesuai jadwal, ia baru meninggalkan Indonesia dan memulai perjalanan lintas negara pada 21 Juli dengan menyeberang ke Singapura. Ia masih harus menuntaskan urusan visa yang belum tuntas.

Perjalanan Om Royke gowes Jakarta-Paris bukan cari sensasi. Ataupun sekadar mengisi waktu karena sudah purna tugas.

Ada misi besar yang diusungnya. Misi itu ingin ia wujudkan selepas purnatugas dan kemudian lulus program doktoral dari Sekolah Ilmu Lingkungan (SLI) Universitas Indonesia.

Setidaknya ada lima misi utama yang dikampanyekan sepanjang perjalanan mantan Kapolda Sulawesi Utara itu. Lima misi itu juga berhubungan dengan tugas kementerian terkait.

Pertama ia ingin membawa misi merajut persahabatan antarnegara dalam rangka perdamaian dunia. Selama perjalanan itu nanti Om Royke melintasi 47 negara.

Misi kedua adalah membawa isu lingkungan. Soal kelestarian sumber daya alam. Hal ini juga erat kaitannya dengan tugas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Misi yang ketiga, Om Royke ingin mengkampanyekan bahwa sepeda adalah satu-satunya moda transportasi ramah lingkungan. Ketika masyarakat dunia banyak menggunakan sepeda sebagai sarana transportasi, maka hal itu bisa membantu mereduksi karbondioksida.

Royke yang punya basic sebagai polisi lalu-lintas tentu sangat memahami bagaimana kendaraan berbahan bakar minyal menjadi penyumbang terbesar karbondioksida. Om Royke mengatakan, misi ketiga itu bisa dikatakan ia membantu kampanye Kementerian Perhubungan.

Misi yang keempat ada hubungannya dengan Kementerian Olahraga. Dengan bersepeda keliling dunia, Royke ingin mengkampanyekan grand strategi Kemenpora terkait promosi Indonesia siap menjadi tuan rumah Olimpaide 2036.

Yang kelima, Royke mengusung misi kampanye pariwisata lima destinasi wisata super prioritas di Indonesia. Yakni, Borobudur, Likupang, Mandalika, Danau Toba, dan Labuan Bajo.(Mainsepeda)


COMMENTS