Dari Showroom Motor, Komunitas Sepeda, DMCT Kini Aktif Bina Cyclist Muda di Bali

Dewata Motor Cycling Team (DMCT). Mendengar nama itu, apa yang terlintas di benak Anda? Sebagian mungkin bakal bertanya, ini klub motor atau klub sepeda? 

Ya, Anda tidak salah. Nama DMCT memang erat kaitannya dengan motor. Dewata Motor Cycling Team berdiri pada 21 Desember 2023. Bermula dari ide Hermawan yang merupakan pemiliki showroom Dewata Motor.

Hermawan merupakan penghobi sepeda. Ia sebelumnya kerap bersepeda sendiri (solo). Bosen bersepeda sendirian, Hermawan mulai meracuni teman-temannya untuk aktif bersepeda juga. Dari sana berdirilah DMCT.

Awal berdiri DMCT beranggotakan 33 cyclist. Sekarang mereka sudah memiliki anggota aktif lebih dari 50 orang.

DMCT memiliki aturan tak tertulis, yakni jika ada anggota yang tidak rutin gowes maka otomatis akan dikeluarkan dari grup. DMCT selama ini memiliki basecamp di Maha Cafe Kuta. Tapi ketika mau gowes bareng, DMCT punya tikum (titik kumpul) di sebuah swalayan waralaba di kawasan Bypass.

DMCT memiliki agenda mingguan gowes dari Senin-Minggu. Biasanya mereka gowes 50 km perhari di Garuda Wisnu Kencana (GWK). Ngeloop dari Mall Galeria ke Bandara Ngurah Rai Bali. Rencananya DMCT akan gowes keliling Bali pada Agustus 2023. Mereka menyiapkan rute gowes sejauh 368 km.

Rute itu bakal mengeksplorasi seluruh daerah di Bali. Berangkat dari Denpasar menuju Tabanan, lalu lanjut ke Gilimanuk, Singaraja, dan Karangasem. Dilanjut melalui bypass Ida Bagus Mantra kemudian kembali pulang.

“Keliling Bali adalah salah satu agenda rutin tahunan kami di DMCT,” ungkap Edi Purnomo, Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi di DMCT.

Yang menarik dari DMCT tak lain tugas yang dijalankan oleh Edi Purnomo. Pembinaan dan Prestasi! Ya, komunitas ini memang punya concer concern mengembangkan cyclist muda. Terutama yang ada di Bali. Hal ini terbukti dengan adanya pembinaan untuk cyclist muda di bawah usia 20 tahun.

DMCT mulai melakukan pembinaan usia muda pada 2021. Ketika itu DMCT prihatin karena banyak anak-anak muda di Bali memiliki potensi menjadi atlet sepeda, namun tidak memiliki wadah untuk mengembangkan bakatnya.

“Dari sana akhirnya kami memberikan dukungan pada mereka untuk mengikuti kejuaraan,” kata Edi. Kini DMCT juga punya divisi khusus untuk tim mudanya, namanya Arma Team. Terakhir kali, tim itu berhasil keluar sebagai juara dua di sebuah kejuaraan road bike di Bali.

DMCT tahun depan berencana mengirim skuadnya mengikuti Bromo KOM Challenge. Edi ingin menguji seberapa kompetitifnya skuad DMCT, terutama tim mudanya di ajang yang kerap dikenal sebagai "naik haji"-nya pesepeda itu.

“Kalau saya pribadi empat kali ikut Bromo KOM. Dari 2016-2019, sebelum pindah ke Bali. Tahun depan, saya ingin anak-anak mencoba tanjakan Bromo,” pungkas cyclist 53 tahun itu.(mainsepeda)


COMMENTS