Muhammad Fahrurrozi menuntaskan East Java Journey 2023 kategori 1.200 Km. Rozi -sapaannya- menjadi finisher ke-33. Ia berhasil sampai di Surabaya Town Square (Sutos) pukul 20.11 WIB. Kata pria asal Jogjakarta ini, East Java Journey 2023 kategori 1.200 K merupakan event ultra terjauh yang pernah ia ikuti. 

“Yang jelas bersyukur karena masih diberi kesempatan serta kemampuan. Apalagi jaraknya 1.200 Km, yang menurut saya sangat berat. Untungnya saya ada beberapa pengalaman. ini yang ketiga kalinya saya ikuti. Pertama saya ikut 600 kilometer, turun ke 400 kilometer terus langsung loncat ke 1.200 kilometer,” kata Rozi. 

Untuk menghadapi rute sepanjang itu, Rozi punya persiapan begitu matang. Ia melakukan gowes seminggu empat kali. “Terus kemarin sebelum berangkat ke sini, weekend terakhir itu saya long trip selama 200 kilometer. Alhamdulillah, saya juga bawa tiga ban dalam cadangan dan satu ban luar nggak kepakai semuanya,” lanjut Rozi. 

Rozi empat kali istirahat. Setiap selesai mampir di check point, ia langsung mencari penginapan. “Untungnya di dekat check point itu banyak penginapan. Setiap menginap itu saya manfaatkan istirahat empat jam. Bisa saya buat cuci dan macam-macam,” kata Rozi. 

Rozi sebenarnya ingin finis lebih cepat. Namun terhalang hujan deras di Banyuwangi. “Artinya, saya wasting time banyak sekali. Tentu tidak sesuai target. Malah awalnya saya ingin benar-benar push dalam race. Tapi karena kategori 50 Up sudah tidak ada, saya akhirnya memilih lebih menikmati pemandangan,” tutur Rozi. 

Menurut Rozi, semua rute ada tantangannya dan harus dinikmati. “Harus dinikmati nggak boleh ngomel, happy saja. Rute yang menyenangkan meskipun sebenarnya capek, biar lebih gampang juga ngelewatinya harus dibikin seolah kita ini sahabat alam. Alhamdulillah akhirnya lancar lancar. Meskipun ban depan bocor, tapi saya pakai ban tubbles yang cepat menutup,” tambah Rozi.

Rozi punya pengalaman menarik selama melewati tanjakan Pacitan hingga Trenggalek. Apalagi ini pertama kalinya ia melewati rute tersebut. “Saya awalnya mengira tanjakannya hanya sedikit sewaktu lewat situ. Terus ada turunan. Saya sudah senang. Saya dalam hati Alhamdulillah sudah selesai, eh ternyata ada lagi. Cukup menguras tenaga banyak. Tapi ya tadi itu, enjoy saya,” tutup Rozi. (mainsepeda)

Populer

Giro d’Italia 2026-Etape 20: Jonas Vingegaard di Ambang Juara Overall
EJJ 2026: Cerita Sepatu Bolong Miswanto dan Tangan Dewa Yusuf Kibar
Giro d’Italia 2026-Etape 19: Sepp Kuss Menang di Dolomites, Lengkapi Koleksi Grand Tour
La Flèche Wallonne 2026: Remaja 19 Tahun yang Meruntuhkan Rekor Sembilan Dekade
Tips Memilih Lebar Handlebar yang Ideal
Pogacar Cetak "Quattrick" di Liege-Bastogne-Liege, Mendekati Rekor Eddy Merckx
Tour de Romandie 2026: Tak Terbendung, Pogacar Raih Juara Umum
Polda Jatim Kembali Jadi Titik Start, Bromo KOM 2026 Jadi Rangkaian HUT Ke-80 Bhayangkara
20 Cyclist Kupang Ramaikan Bromo KOM 2026
Bentang Jawa Lunas