Sang 'Cannonball' masih akan berkiprah di WorldTour musim ini. Julukan tersebut disematkan ke Mark Cavendish. Atas performa yang luar biasa sprinter 37 tahun itu di lintasan balap sepeda. Kini pembalap asal Britania Raya itu baru saja diumumkan sebagai pembalap anyar tim Astana Qazaqstan.

Cavendish mendapatkan kontrak jangka pendek. Hanya semusim. Ia akan membela Astana sepanjang 2023. "Tim Astana Qazaqstan akan menjadi tempat yang bagus untuk meraih sukses," ucap Cavendish dalam rilis resminya pada Selasa (17/1).

Skuad yang identik dengan warna biru langit itu, menjadi tim ketujuh sepanjang karier Cavendish. Sebelumnya, ia pernah memperkuat Team Sparkasse, T-Mobile Team Sky (sekarang Ineos Grenadiers), Team Dimension Data, Bahrain–McLaren (sekarang Bahrain Victorious), dan QuickStep.

"Saya sudah menikmati karier yang panjang. Tetapi kegembiraan saat bersepeda, serta rasa lapar untuk meraih kemenangan,, masih saya rasakan hingga saat ini. Saya tidak sabar untuk menjadi bagian dari tim yang sukses. Yang bertujuan agar kami berada di podium teratas," tegas Cavendish.

Cavendish bukan hanya menjadi bintang terbesar di skuad Astana Qazaqstan 2023. Ia menjadi pembalap paling senior di tim itu. Cavendish akan diplot untuk tampil di Tour de France 2023. Dengan target meraih kemenangan di etape flat.

Saat ini Cavendish telah mengoleksi 34 kemenangan di Tour de France. Sejajar dengan perolehan Eddy Merckx. Targetnya adalah melampaui rekor Merckx. Seluruh tim Astana Qazaqstan siap menyukseskan ambisi Cavendish tersebut.

Kepala tim Astana Qazaqstan Alexander Vinokourov menjelaskan, kedatangan Cavendish merupakan tantangan baru untuk skuadnya. Sekaligus pengalaman baru. Cavendish akan ditarget bukan hanya meraih kemenangan etape saja dan Grand Tour saja. Juga berjaya di balapan klasik.

"Mark masih memiliki keinginan besar untuk menang. Kami akan mendukungnya dengan segenap kekuatan kami di semua jenis balapan," tegas Vinokourov. (mainsepeda)

Foto: Astana Qazaqstan


COMMENTS