Cyclist penguji rute East Java Journey 2023, Dzaki Wardana dan Hadi Tombro melakukan finalisasi rute bareng Azrul Ananda dan John Boemihardjo (belakang paling kiri).

Hasil tes rute East Java Journey 2023 langsung dibahas tim Mainsepeda.com sebagai penyelenggara. Dipimpin langsung founder Mainsepeda.com Azrul Ananda, finalisasi rute event ultra cycling itu berjalan gayeng dan seru.

Duo juara event ultra cycling M. Dzaki Wardana dan Trihadi Siswanto turut hadir. Pun demikian halnya Arfiana Khairunnisa, juara nasional individual time trial (ITT). Ketiganya mempresentasikan hasil tes rute kepada Azrul. Hadir juga salah seorang ”monster” dunia sepeda Indonesia yang juga co-founder Wdnsdy Bike, John Boemihardjo.

Dalam pertemuan itu, semua yang dirasakan dan dialami selama enam hari tes rute (1-6 Januari) dibahas. Tujuannya, agar keamanan dan keselamatan para peserta lebih terjamin. Tentu saja, dengan tetap menghadirkan sensasi dan kehebohan bersepeda jarak jauh.

”Ada satu rute yang menurut saya sangat ikonik, di sisi selatan perbatasan Malang dengan Lumajang. Sayang salah satu ruas jalan terkena abrasi dan jalan tidak ada lagi,” kata Dzaki menjelaskan ruas jalan di Kawasan Tempursari yang berada di sekitaran aliran lahar Gunung Semeru (7/1).

”Mas Zaki, saya rasa rute itu terlalu berat bagi orang baru di ultra cycling seperti saya. Ada turunan yang begitu tajam di jalanan yang begitu sempit. Lebih aman dan tetap seru lewat Piket Nol,” kata Fian dalam diskusi soal rute di Tempursari.

Cyclist yang kuat seperti Mas Dzaki, mungkin bisa finis cepat, empat hari saja bisa. Namun, untuk yang baru, bisa menikmati perlombaan, tidak usah memaksakan diri asalkan bisa lolos cut off time,” tukas Hadi Tombro.

Azrul maupun John tampak antusias mendengarkan cerita ketiga cyclist tersebut. Apalagi, penjelasan Dzaki maupun Hadi sangat lengkap. Mulai dari kondisi jalan hingga pemandangan indah yang selama ini kurang terekspose oleh media massa maupun di media sosial.

”Menurut saya, tes rute ini berjalan sangat baik. Saya yakin East Java Journey akan menjadi ultra cycling yang heboh, seru, aman, dan ikonik di tanah air,” kata Azrul.

Selama enam hari menguji rute East Java Journey 2023, baik Dzaki, Hadi, maupun Fian, acap kali membagikan momen mereka di Instagram Stories. Alhasil, banyak cyclist yang stand by di satu kota tertentu. Khusus untuk menjamu. Atau sekadar menyapa.

Aktivitas mereka di media sosial juga mengundang rasa penasaran. Banyak cyclist yang penasaran dengan mekanisme dan biaya registrasi East Java Journey. Mainsepeda.com akan segera mengumumkan detail pendaftaran seperti apa, menjelang registrasi dibuka pada 1 Februari nanti.

”Biaya pendaftarannya tidak akan lebih mahal dari event yang serupa. Namun mendapatkan benefit lebih,” kata Azrul.

East Java Journey 2023 akan diselenggarakan pada 14-19 Maret dengan menempuh total jarak lebih dari 1.200 kilometer. Dengan elevasi hampir 10.000 meter. Rutenya hampir menyerupai bentuk Jawa Timur. Penasaran? Ikuti perkembangannya di Instagram dan website Mainsepeda.com. (mainsepeda)

Populer

Cerita Survival dan Healing Asyik Peserta Nggravel Blitar 2026
Sambut HUT ke-112, Pemkot Malang-BPJS Ketenagakerjaan Gelar Gowes 112 Km
Respons Cepat Tim Safety Nggravel Blitar 2026 Tuai Apresiasi Peserta
Amstel Gold Race 2026: Pembalasan Dendam Sempurna Remco Evenepoel
Nggravel Blitar 2026: Sabet Lanterne Roque Akibat Ban Bocor Suami, Hingga Keasyikan Reuni
Nggravel Blitar 2026: Podium Gravel Bike Diisi Sosok Familier
Nggravel Blitar 2026: Podium Juara Kategori MTB Diisi Peserta dari Beragam Kota
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
Nggravel Blitar 2026: Adrian Tercepat MTB, Yusuf Kibar Finish Pertama Kategori Gravel Bike
Nggravel Blitar 2026 Resmi Dimulai: 360 Cyclist Nikmati Surganya Off-Road