Trek Madone SLR Launching Serentak di Tiga Kota
by MainSepeda - July 07, 2018

Dalam satu minggu terakhir, banyak sepeda aero bermunculan. Mulai pengembangan dari yang sudah ada seperti Specialized S-Works New Venge dan BMC Timemachine R01 hingga lahirnya varian baru, Cannondale SystemSix.

Produsen sepeda nomor satu di Amerika, Trek, tak mau kalah meluncurkan Madone SLR terbaru. Sepeda aero paling nyaman. Uniknya, seluruh dunia melaunching sepeda ini bersamaan di tanggal 7 Juli, tepat dimulainya balap sepeda paling megah se-jagad, Tour de France.

Untuk Indonesia, tiga kota yang kebagian pesta launching ini. Jakarta di Bikes & Bites Alam Sutera, Yogyakarta di Iconic Café serta Surabaya di Wdnsdy Café.

Foto bersama setelah launching Trek Madone SLR di Surabaya.

Suasana launching Trek Madone SLR sekaligus sebagai ajang gathering cyclist Surabaya.

“Untuk Indonesia, konsepnya adalah ride bersama komunitas setempat lalu acara launching, gathering dan presentasi produk,” bilang Ong Djoenedi, Brand Manager PT. Wahana Inti Utama (distributor sepeda Trek).

Sabtu pagi itu, lebih dari 100 cyclist se-Surabaya kumpul di Wdnsdy Café di Surabaya Town Square. Djoenedi tidak membatasi hanya untuk pengguna sepeda merek Trek. Boleh untuk umum semua kalangan semua merek sepeda. “Ini yang keren. Ride rame-rame, sekaligus jadi ajang gathering cyclist se-Surabaya,” tutur Maya Anggraeni, dari komunitas WCC Surabaya.

Parkir sepeda peserta ride sejauh 50 km untuk semua kalangan dan semua merek sepeda saat launching Trek Madone SLR di Surabaya.

Setelah registrasi, pukul 6 pagi dimulailah bersepeda sejauh 50 km ke arah Krian Mojosari. Balik masuk Ahmad Yani dan kembali ke Wdnsdy Café di jalan Hayam Wuruk.

Sekitar 100 cyclist Surabaya riding bareng sejauh 50 km dalam rangka launching Trek Madone SLR.

Sekembali ke Wdnsdy Café, seluruh cyclist dikagetkan dengan adanya dua sepeda yang diselubungi kain hitam. “Kain hitam ini serempak dibuka jam delapan pagi di tiga kota Indonesia. Jadi jangan diintip ya,” tutur Putri Puspita, Head Store Build A Bike Surabaya.

Setelah menikmati hidangan, Djoenedi bersama Azrul Ananda, Ng Martanto (toko sepeda Rukun Makmur Surabaya) dan Nadia Soewandito (Trek Ambassador) melakukan prosesi launching membuka kain yang membungkus sepeda itu.

Dari kiri : Ng Martanto (Rukun Makmur), Nadia Soewandito (Trek Ambassador), Azrul Ananda, Putri Puspita (Build A Bike Surabaya) dan Ong Djoenedi (Trek Indonesia).

Akhirnya, resmi juga Trek Madone SLR hadir untuk cyclist Surabaya. “Sengaja kita bawa dua unit ke Surabaya, yang pertama adalah edisi spesial Project One ICON dengan warna black gold yang eksotis ber-gliter. Yang satu lagi dilengkapi grupset Shimano Ultegra,” tunjuk Djoenedi saat presentasi produk.

Waskito Sugihartono, cyclist yang juga pegawai di Pemkot Surabaya ini berdecak kagum melihat sepeda berteknologi tinggi ini. “Saya terpana melihatnya. Bisa terbawa mimpi nih,” tuturnya sambil tertawa. Keberuntungan menghinggapinya, Ito, panggilan akrabnya mendapatkan doorprize sebuah helm Bontrager. “Belum beli Trek, tapi pakai helmnya dulu nggak papa, deh!” gurau Ito.

Sepatu, helm dan produk-produk merek Bontrager terus dibagi-bagikan kepada pengunjung. Pertanyaan kuis pertama diberikan oleh Azrul Ananda. Kolektor sepeda Trek ini menanyakan apakah nama peredam getaran yang merupakan teknologi unggulan sepeda Trek. “IsoSpeed Decoupler,” teriak Dimas, cyclist asal Surabaya menjawab dengan mantap. Alhasil hadiah helm Bontrager dari Ng Martanto, bos toko sepeda Rukun Makmur Surabaya bisa diboyongnya pulang.  

Di waktu bersamaan, William Rudy Sudarwan, dari Gudzbike Yogyakarta juga menyibak kain penutup Madone SLR di Iconic Cafe Yogyakarta bersama Yohan Yuwono, ketua Keong Cycling Team dan Roy Wirjana dari Trek Indonesia. Antusiasme cyclist Yogya sangat tinggi. "Saya belum punya sepeda aero dan Madone ini jauh lebih maju dibandingkan kompetitornya. Bikin saya jadi galau, nih!" tutur Agus Tamara dari JRCC (Jogja Road Cycling Community).

Berbeda dengan Agus, Sandi Wibowo justru memperhatikan bentuk Bottom Bracket yang ekstra besar. "Transfer power Madone baru ini pasti lebih efektif, lihat aja BB-nya segede dan setebal itu," tunjuk anggota JRCC ini.

Riding sejauh 50 km di Yogyakarta mengambil rute Iconic - Jl. Magelang - Balerante - Bungker Tunggul Arum - Iconic dalam rangka launching Trek Madone SLR di Yogyakarta.   

Yohan Yuwono, ketua Keong Cycling Team Yogyakarta melakukan presentasi produk Trek Madone SLR.

Kain selubung sudah tersibak di Surabaya dan Yogyakarta, giliran Frans Suryadi (Trek Indonesia) bersama Levy, Agus dan Deddy, bos Bikes & Bikes memperkenalkan Madone SLR di hadapan 120 cyclist Jakarta. "Sebelum launching kita ride bersama dulu sejauh 50 km mengitari Alam Sutera Loop sebanyak sepuluh kali," tutur Frans.

120 cyclist Jakarta melakukan riding bareng mengitari Alam Sutera Loop sebanyak 10 kali sebelum menghadiri launching Trek Madone SLR.

Antusiasme cyclist Jakarta tak kalah hebohnya dibandingkan dengan Surabaya dan Yogyakarta. "Sejak Madone 9 yang keluar tahun 2016, hingga hari ini, Trek konsisten sebagai pionir sepeda "tanpa kabel". Belum ada merek lain yang seperti Trek ini," puji Louis, salah satu cyclist Jakarta. 

Frans Suryadi (Trek Indonesia) menghadapi banyak pertanyaan seputar harga maupun fitur terbaru Trek Madone SLR ini. "Saya sebagai pecinta Trek, ini merasakan jatuh cinta lagi! Padahal di rumah sudah ada satu Emonda dan dua Madone. Saya naksir dengan yang project one Icon warna refliptive," tutur Gunawan, dari komunitas Mozia Jakarta.

Antusiasme 120 cyclist Jakarta saat launching Trek Madone SLR di Bike & Bites Alam Sutera, Tangerang Selatan.

David dari ASCC Jakarta juga memuji frame baru Trek Madone SLR ini. "Meskipun ada fitur IsoSpeed Decoupler tapi akeselerasinya masih tetap responsif," bilangnya saat mencoba langsung di outdoor area Bike & Bites. 

Veronica Yanti (kiri) dan Chaidir Akbar, Trek Ambassador dari Jakarta.

Sesi foto bersama menjadi kewajiban sekaligus sebagai puncak acara launching Trek Madone SLR di Surabaya, Yogyakarta dan Jakarta. Meski begitu, cyclist tidak langsung pulang. “Saya punya Madone 9 udah merasa nyaman dengan teknologi isospeed di seatpost itu. Yang ini pasti lebih nyaman lagi. Jadi galau untuk upgrade, nih!” tutur Haryanto Agus, cyclist dari FratzCC sambil memotret detil-detil Madone SLR dengan smartphone-nya. 

 

Suasana launching Trek Madone SLR di Bike & Bites Alam Sutera, Tangerang Selatan.

Suasana launching Trek Madone SLR di Iconic Cafe Yogyakarta.

 

Foto : Dewo Pratomo, tim Trek Indonesia , Yohan Yuwono

 


COMMENTS