Siap-siap, Tour de Borobudur (TdB) 2021 akan digelar bulan depan. Event gowes seru di Jawa Tengah (Jateng) ini berlangsung selama lima etape sepanjang akhir pekan pada November. TdB 2021membatasi jumlah peserta, maksimal 100 cyclist per sesinya.

Event rutin yang diselenggarakan oleh Samba (Semarang Bicycle Association) ini seharusnya start sejak Agustus. Dibikin 12 seri dan berlangsung hingga Oktober. Hanya saja, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa dan Bali membuat TdB 2021 harus diundur.

Pelaksanaan TdB 2021 akan dimulai pada 6 November mendatang. Kota Surakarta didapuk sebagai tuan rumah untuk start. Rencananya, etape pertama dimulai dari Benteng Vastenburg yang kondang itu. Total jaraknya 97 kilometer. Finisnya di Candi Pawon di Magelang.

Rute di etape kedua dibikin lebih berat. Berangkat dari Candi Borobudur, peserta akan nanjak ke Nepal van Java di Dusun Butuh Kaliangkrik, Magelang. Total jaraknya 75 kilometer. Total elevasi 1.800 meter dengan rata-rata gradien 18 persen.

"Hari kedua ini dibikin khusus lomba. Kami mengundang pembalap nasional untuk datang. Semuanya free. Sebab mereka kami undang untuk berprestasi," terang pentolan Samba Hendra Darmanto kepada Mainsepeda.com, Minggu (17/10).

Siti Atikoh ketika mengikuti Tour de Borobudur 2020

Hendra memastikan seluruh jalur untuk lomba akan clear dari kendaraan lainnya. Bahkan, tim mekanik yang biasa mendampingi para atlet, hanya mendapatkan akses hingga sebelum start KOM di enam kilometer terakhir. Ini bertujuan agar menciptakan lomba yang seru sekaligus sportif.

Etape dua TdB 2021 mempertandingkan empat kelas. Di antaranya adalah Women (non-athlete;ex athlete 40th up), Men (non-athlete non ex athlete; under 41), Men (non-athlete non ex athlete; 41 up), dan Men (athlete & ex athlete).

Kemudian, rute di etape ketiga dan keempat dibikin sangat mirip. Sama-sama start dari Semarang. Hanya lokasi finisnya yang berbeda. Etape ketiga akan berlangsung 14 Oktober. Menempuh jarak 135 kilometer. Finisnya di Omah Mbudur, salah satu desa wisata di sekitar Borobudur.

Etape keempat pada 20 November juga berangkat dari Semarang. Total jaraknya mirip dengan etape tiga. Tapi lokasi finisnya di Desa Bahasa Borobudur. Yang menarik, seperti halnya etape pertama dan ketiga, peserta tidak finis di Candi Borobudur. Melainkan di lokasi di sekitar candi Budha terbesar di dunia itu.

"Kamu mau mengangkat banyak tempat di sekitar Borobudur. Yang dijual bukan hanya candin, tapi semuanya di sekitar Borobudur. Kami kemas Borobudur tetap sebagai episentrum. Sehingga setiap rute kami selalu melibatkan Borobudur," jabar Hendra.

Aksi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ketika melalui sebuah turunan di Tour de Borobudur 2020

Etape kelima sekaligus pemungkas akan start dari Candi Borobudur pada 21 November. Finisnya di Tuk Budoyo di Desa Losari, Kecamatan Tlogomulyo, Temanggung. Tuk Budoyo merupakan mata air di lereng Gunung Sumbing yang memiliki panorama sangat indah. Lokasi ini sedang naik daun di kalangan pesiar maupun cyclist.

Mengusung tagar #sayasudahdivaksin, TdB 2021 akan menerapkan protokol kesehatan ketat. Seluruh peserta wajib divaksinasi hingga dosis kedua. Seluruh panitia dan pelaku wisata yang terlibat di acara ini, juga sudah divaksinasi. Medali finisher TdB 2021 akanberbentuk shield sebagai simbol perlindungan terhadap Covid-19.

"Kami turut melibatkan penduduk setempat sebagai panitia lokal. Mulai dari makanan, tenda, konsumsi, kesenian, semuanya pilihan mereka. Kami hanya menyupervisi," jelasnya. Hendra berharap TdB 2021 dapat membangkitkan pariwisata lokal yang lesu karena terdampak pandemi. (mainsepeda)

Podcast Main Sepeda Bareng AZA x Johnny Ray Episode 60

Foto: Rahmad Hidayat/Samba


COMMENTS