Sang Juara Dunia Setia Pakai Grupset Ultegra

| Penulis : 

Siapa bilang pembalap terbaik dunia harus menggunakan komponen termahal? Elisa Balsamo, pembalap Italia yang baru saja merebut gelar juara dunia perempuan, memutuskan untuk mempertahankan senjata lama. Sepeda Cannondale SuperSix Evo Hi-Mod Disc-nya memang berubah warna, menggunakan pelangi juara dunia UCI. Tapi, secara komponen, tetap sama seperti sebelumnya.
Elisa Balsamo tetap memakai grupset Shimano Ultegra Di2 8070 11-Speed. Bukan hanya ini berada di bawah level Dura-Ace, grupset ini juga segara digantikan oleh versi baru yang 12-speed!
Sepeda Balsamo memang sempat menjadi sorotan saat dia merebut gelar juara dunia di Belgia, pekan lalu. Sebab, pembalap Tim Valcar-Travel & Service itu meraih gelar tertinggi memakai grupset Ultegra. Entah kapan kali terakhir pembalap di level ini meraih gelar seperti ini menggunakan grupset Ultegra.

Ini merupakan bukti, pembalapnya tetap lebih penting dari komponen yang dia pakai!

Bagi yang penasaran dengan detail sepeda Balsamo. Berikut deretan komponennya: Wheelset Vision Metron, ban Veloflex, komponen dari FSA (termasuk crankset dan power meter), serta bottle cage dan bidon dari Elite. (mainsepeda)

Podcast Main Sepeda Bareng AZA x Johnny Ray Episode 58

Foto: Twila Federica Muzzi

Populer

Florian Lipowitz Cedera dan Harus Tinggalkan Tour de France 2026
Para Cyclist Mancanegara Terjun di KAI Ngebel KOM 2026, Tertarik Lanskap Madiun-Ponorogo
Tour de France Terapkan Tes Anti-Doping Massal, Semua Pembalap Diperiksa ITA
Tour de France 2026-Etape 16: Evenepoel Tercepat di ITT, Pogacar Pertahankan Jersey Kuning
Tour de France 2026: UCI Pertahankan Tes Doping Dini Hari Meski Panen Kritik
7 Asupan Carbo Loading Khas Madiun yang Wajib Dicoba buat Peserta KAI Ngebel KOM 2026
Pompa Ban Anda sesuai Berat Badan
Tour de France 2025, Etape 10: Simon Yates Taklukan Le Mont-Dore, Healy Geser Pogacar!
Tour de France 2026-Etape 19: Pogacar Pecahkan Rekor Pantani di Alpe d’Huez
5 Destinasi Wisata Madiun untuk Peserta KAI Ngebel KOM 2026, Keliling Dunia Sampai Kulineran