Pesepak Bola Indonesia Tetap Bugar dengan Bersepeda

Pandemi Covid-19 tak menghentikan aktivitas olahraga para pemain sepak bola Indonesia. Salah satu olahraga yang mereka lakoni adalah bersepeda. Bagi mereka, bersepeda sangat efektif untuk menjaga tubuh tetap bugar selama libur kompetisi.

Pandemi membuat kompetisi sepak bola Indonesia mandek. Bukan hanya itu, para pemain tidak bisa berlatih bersama karena tim diliburkan. Sebagai gantinya, mereka melakukan sejumlah workout dan olahraga lain di rumahnya masing-masing.

Bek Persebaya Surabaya, Hansamu Yama Pranata adalah salah satu pesohor sepak bola yang aktif gowes selama masa pandemi ini. Yama memiliki sebuah sepeda gunung (MTB) yang menjadi andalannya untuk membelah alam hijau di Mojokerto.

"Saya tetap gowes di sekitar rumah, di Mojokerto. Alhamdulillah Mojokerto aman. Belum ada semaca lockdown di kota-kota lain," kata penggawa tim nasional Indonesia ini kepada Mainsepeda.com.

Jebolan kompetisi internal Persebaya ini mengaku selalu mematuhi anjuran pemerintah selama gowes. "Agar gowesnya aman, saya menggunakan masker. Selain itu juga jaga jarak dengan pengguna jalan lainnya. Sebisa mungkin saya gowes sendirian. Biar setelah gowes bisa langsung pulang," jabarnya.

Hobi bersepeda juga tengah dilakoni pemain senior Persebaya, Rendi Irwan Saputra. Bapak tiga anak ini anak ini acap kali gowes ke luar kota. Rendi mengaku mulai gowes karena terinspirasi Presiden Klub Persebaya, Azrul Ananda. "Gowes biar seperti Pak Pres," canda Rendi.

Mantan pemain Persik Kediri itu sebenarnya sudah mulai gowes sejak 2017 lalu. Namun aktivitas yang padat di sepak bola membuat Rendi mulai jarang bersepeda dalam beberapa tahun terakhir. "Sekarang mulai gowes lagi. Kasihan juga sepedanya sampai berdebu karena tidak dipakai," katanya.

Pesohor sepak bola Indonesia lainnya yang sedang getol gowes adalah Andy Setyo. Pemain tim nasional U-23 Indonesia ini memanfaatkan masa libur kompetisi dengan gowes di kampung halamannya di Magelang. Dalam sekali gowes ia dapat menempuh jarak hingga 60 kilometer.

"Biasanya gowes dari rumah menuju Candi Borobudur. Gowes yang rutin berdampak bagus untuk penguatan kaki. Selain itu, tubuh juga tetap bugar," bilan Andy Setyo.(mainsepeda)

Foto: Dokumen Hansamu Yama, Rendi Irwan, Instagram Andy Setyo


COMMENTS