Ratjoen Cycling Club menjadi komunitas dengan jumlah pendaftar terbanyak di Herbana Bromo KOM Challenge 2020. Komunitas terbesar di Malang ini mengirimkan 42 wakil untuk mengikuti event menanjak paling heboh di Indonesia ini.

Herbana Bromo KOM Challenge 2020 adalah kenduri-nya cyclist di Indonesia. Jumlah pesertanya lebih dari 1.400 orang. Mereka datang 400 komunitas yang tersebar di 138 kota, dan kabupaten di seluruh Indonesia. Mereka berasal dari seluruh provinsi. Dari Aceh hingga Papua.

Dari ratusan komunitas tersebut, Ratjoen CC menjadi pengirim peserta terbanyak. "Total anggota kami yang mengikuti Herbana Bromo KOM Challenge tahun ini sebanyak 42 orang," ungkap Irawan Djakaria, salah satu pentolan Ratjoen CC kepada Mainsepeda.com.

Ketika registrasi early bird dibuka, para pentolan Ratjoen CC langsung menginfokan kabar ini ke grup internal. Mereka kemudian mendata siapa saja member Ratjoen CC yang akan mengikuti event menanjak yang akan dilangsungkan 14 Maret 2020 ini.

Hasilnya, ada 42 anggota Ratjoen CC yang akan melahap salah satu tanjakan paling 'horor' di Indonesia itu. "Tahun ini lebih banyak member kami yang ikut ke Bromo. Tahun kemarin hanya 28 peserta," ungkap Pak Kom, sapaan akrabnya.

Pelonjakan jumlah pendaftar Herbana Bromo KOM Challenge 2020 dari Ratjoen CC sejalan dengan peningkatan jumlah member komunitas ini. "Member kami meningkat dalam setahun belakangan. Sekarang berjumlah 237 orang. Mereka semuanya aktif," jelasnya.

Selain faktor pelonjakan member, Herbana Bromo KOM Challenge juga menjadi event spesial untuk komunitas yang baru saja meluncurkan jersey anyar itu. "Ini adalah event wajib bagi kami. Kalau di Ratjoen itu ada dua event yang biasanya diikuti. Salah satunya Bromo KOM Challenge," sebutnya.

Para member Ratjoen CC akan tersebar di berbagai kelas di Herbana Bromo KOM Challenge nanti. Ada yang bertarung di kelompok kompetitif. Ada pula yang gowes di grup non-kompetitif.

Ratjoen CC memang tak menargetkan anggotanya untuk naik podium, dan menjadi King of Mountain (KoM). Meski demikian, mereka tetap mempersiapkan cyclist-cyclist tangguh yang siap, dan kuat untuk menaklukkan tanjakan Bromo.

"Tahun ini yang menjadi jagoan kami adalah Rudy Rustanto yang turun di 50-54 tahun," tutur founder Ratjoen CC tersebut.

Sementara itu, peserta dengan road bike akan start dari Surabaya. Sedangkan peserta kategori sepeda lipat, dan Brompton start dari GOR Untung Suropati, Kota Pasuruan. GOR Untung Suropati sekaligus menjadi pit stop pertama untuk peserta yang start dari Surabaya.

Dari Pasuruan, barisan lomba akan start duluan. Diikuti peloton non-kompetitif serta sepeda lipat dan Brompton. Lomba secara resmi dimulai saat melewati gate KOM Start di Pasrepan. Dari sana, silakan tancap gas sejauh 25 km menuju garis finis di Wonokitri, Bromo.(mainsepeda)

Populer

EJJ 2026: Bersaing di Kategori Pair, Datang Lebih Awal untuk Bonding
EJJ 2026: Siapkan Cue Points, Cara Cyclist Singapura Rencanakan Istirahat, Makan, hingga Beribadah
EJJ 2026: Banjir Giveaway untuk Dotwatcher dan Peserta, Cek Cara Ikutannya!
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
East Java Journey 2026 - Jersey Tahun ini Minimalis dan Fungsional
Unduh Rute Terbaru EJJ 2026 600 Km di Mainsepeda App!
EJJ 2026: Vindranori Tempelkan Sticker Penyemangat, Victor Putar Lagu Rohani untuk Mengusir ‘Setan’
Jadwal & Syarat RPC EJJ 2026: Wajib Datang Sendiri dan Bawa Sepeda!
Pompa Ban Anda sesuai Berat Badan
Bentang Jawa Lunas