Tim BMX Indonesia memiliki peluang sangat besar untuk berlaga di Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang. Syaratnya, Indonesia harus masuk ranking 12 besar dunia. Jika misi ini tercapai, Indonesia akan mengulang sukses saat berlaga di Olimpiade 2016 lalu.

Tim BMX Indonesia saat ini berada di ranking ke-17 dunia dengan perolehan 881 poin. Indonesia diuntungkan oleh dua situasi. Pertama, Rusia yang menempati peringkat kesebelas (1090 poin), tersandung kasus doping.

Masalah itu membuat Rusia mendapatkan hukuman super berat dari Badan Anti-Doping Dunia (WADA). Rusia dilarang tampil di semua ajang olahraga dunia. Termasuk Olimpiade 2020, dan Piala Dunia 2022.

Faktor kedua adalah posisi Jepang sebagai tuan rumah Olimpiade 2020. Negeri Sakura duduk satu strip di atas Indonesia, yakni ranking ke-16 dengan 908 poin. Karena statusnya sebagai host country, Jepang secara otomatis lolos ke Olimpiade.

Jadi, Indonesia harus bersaing dengan empat negara agar masuk 12 besar. Keempat negara tersebut adalah Kanada (ranking 12/1035 poin), Jerman (ranking 13/ 1009 poin), Latvia (ranking 14/ 1002 poin), dan Italia (ranking 15/955 poin).

“Indonesia harus masuk ke peringkat yang saat ini dihuni Kanada. Dari posisi kami ke peringkat 12 itu sangat tipis jaraknya. Kurang lebih 150 poin,” ucap Dadang Haries Poernomo, kepala pelatih tim balap sepeda Indonesia.

Dadang menambahkan, Kanada sudah tak sekuat dulu. Kanada kehilangan rider andalannya, Tory Nyhaug. Menurut laman CBC, peraih medali emas di Pan American Games 2015 tersebut memutuskan pensiun pada medio November 2019.

“Kanada semenjak ditinggalkan pembalap andalannya, Tory Nyhaug itu agak goncang juga,” tutur pria asal Banyuwang ini kepada Mainsepeda.com.

Dari sebelas pembalap Indonesia yang sudah mencetak poin di UCI, nama I Gusti Bagus Saputra, dan Rio Akbar menjadi dua terbaik. Gusti Bagus berada di peringkat ke-43 dengan 400. Sedangkan Rio Akbar duduk di ranking ke-51 dengan 346 poin. 

“Menurut kalkulasi kami, kalau Bagus dan kawan-kawan bisa memenangkan dua balapan Hors Category (HC) tahun depan, sudah cukup untuk lolos Olimpiade. Selain itu juga harus tampil maksimal di World Championship di Amerika,” ungkap Dadang.

Formulasi ini tidak harus baku. Menurut Dadang, Gusti Bagus dan kawan-kawan juga harus menjaga poin di setiap event UCI. Sebab, sejumlah negara pesaing memiliki pembalap-pembalap jempolan.

Tanpa Nyhaug, Kanada mengandalkan peringkat 28 dunia, James Palmer. Jerman punya dua jagoan, yakni Liam Webster, dan Philip Schaub. Webster menempati ranking ke-38 dengan koleksi 429 poin. Sedangkan Schaub duduk di peringkat ke-55 dengan 318 poin. 

Latvia juga punya dua rider muda yang kemampuannya tak bisa diremehkan. Mereka adalah Helvijs Babris, dan Kristens Krigers. Babris menduduki ranking 47 dengan 356 poin, dan Krigers di peringkat ke-48 dengan 352 poin.

Sedangkan Italia memiliki pembalap senior yang menonjol. Namanya Giacomo Fantoni. Usianya sudah 28 tahun. Fantoni menempati ranking ke-41 dengan perolehan 414 poin.

Palmer, Webster, Schaub, Babris, dan Fantoni sudah pernah berlaga di Indonesia. Mereka sempat melawan Gusti Bagus, Rio Akbar, dan Toni Syarifudin ketika berlaga di Banyuwangi International BMX 2019, Oktober lalu. (Baca juga: Rider Asing Berjaya di Banyuwangi International BMX 2019).

Schaub dan Babris selalu finis di lima besar di Banyuwangi. Webster selalu berada di posisi delapan besar. Pencapaian terbaik Fantoni adalah menempati peringkat kesebelas. Sedangkan Palmer finis di posisi 16 di Banyuwangi.

Selain empat negara beserta para pembalap andalannya di atas, Indonesia juga wajib mewaspadai Norwegia. Peringkat ke-18 dunia ini punya Tore Navrestad. Rider berusia 23 tahun ini menempati ranking ke-21 dengan koleksi 736 poin.(mainsepeda)

Nation Ranking BMX Men Elite

1. Belanda 4600 poin

2. Perancis 4224

3. Amerika Serikat 2832

4. Swiss 2564

5. Kolombia 2424

6. Britania Raya 2195

7. Australia 2155

8. Argentina 1951

9. Ekuador 1798

10. Brasil 1730

11. Rusia 1090

12. Kanada 1035

13. Jerman 1009

14. Latvia 1002

15. Italia 955

16. Jepang 908

17. INDONESIA 881

18. Norwegia 821

 

Foto: Dokumentasi PB ISSI


COMMENTS