UCI Makin Ketat Awasi Motor Doping

| Penulis : 

Topik motor doping, alias mechanical doping, alias technological fraud, terus menghantui arena balap dunia. Walau jumlah kasus yang ketahuan sangat sedikit, tapi terus muncul kekhawatiran bahwa akan ada pihak yang memanfaatkan pemakaian motor untuk mendongkrak performa.

Sejak tahun lalu, UCI –federasi balap dunia-- telah lebih aktif melakukan pengawasan di arena balap dunia. Menggunakan teknologi yang masih sederhana, yaitu magnometric tablet device (komputer tablet dengan sensor khusus).

Untuk tahun ini, UCI menjelaskan strategi lebih komprehensif untuk mengantisipasi terjadinya motor doping.

Di balapan-balapan terbesar, UCI akan menurunkan mobile x-ray cabinet, sebuah truk khusus untuk memeriksa sepeda-sepeda para pembalap. Pengawas lomba juga dilengkapi dengan thermal imaging cameras, yang bisa menangkap keanehan saat sepeda melaju di jalanan. Plus, terus adanya pemakaian komputer tablet di atas.

 

Teknisi memasukkan sepeda ke dalam mobile x-ray cabinet selama press conference di Geneva, Switzerland

 

Di masa depan, UCI juga menyiapkan RFID tagging dan miniature magnometer, untuk menandai dan memonitor semua frame dan wheelset yang dipakai.

“Kami akan melakukan upaya semaksimal mungkin sehingga tidak ada lagi kasus technological fraud di masa depan. Olahraga ini telah tersiksa oleh kasus doping di masa lalu, dan kita tak mau para pembalap merasakan masalah di masa depan,” kata David Lappartient, presiden UCI, saat presentasi di Jenewa, Swiss, baru-baru ini.

Cycling adalah olahraga yang luar biasa, salah satu olahraga paling indah. Orang harus bisa percaya dengan hasil-hasilnya. Karena itulah kami akan terus berjuang melawan doping. Technological fraud ini lebih mudah diatasi daripada doping,” tandasnya.

Nantinya, bukan hanya road race yang diawasi. Tapi juga cyclocross, mountain bike, dan track (velodrome).

Kalau sampai ketahuan, pembalap akan disanksi minimal enam bulan dengan denda antara 20 ribu hingga 200 ribu Swiss Francs. Tim dan organisasi yang terlibat juga diberi sanksi dan denda antara 100 ribu hingga 1 juta Swiss Francs.

Sebenarnya, dengan langkah baru UCI ini, akan hampir mustahil untuk melakukan kecurangan memakai motor di arena kelas dunia. Tapi yang jadi problem, kasus-kasus yang terjadi justru bukan di arena tertinggi. Melainkan di lomba-lomba tingkat nasional atau lokal, yang belum tentu langsung berada di bawah pengawasan UCI. (mainsepeda)

Populer

Menikmati Oase Toleransi Pura Beji Antaboga di Checkpoint 2 Nggravel Glenmore 2026
Pimpin ICF Jatim, Pasma Royce Tekankan Penguatan Prestasi dan Regenerasi Atlet
ART Cycling Team, Komunitas yang Dikelola Layaknya Perusahaan Demi Sustainability
2 Cyclist Muda Pasang Target Berbeda di Nggravel Glenmore 2026
Taklukkan Tour of Flanders 2026, Pogacar Jaga Asa Misi Monument Slam
Race Around Java: Keliling Jawa 3.000 Km, Total Nanjak 30.000 Meter
Rekor Bersepeda Tercepat di Dunia, 296 km/jam!
Samar Wulu, Komunitas Tuan Rumah yang Siap Sambut Peserta Nggravel Glenmore 2026
3 Cyclist Senior Siap Taklukkan Nggravel Glenmore 2026, Usia Bukan Halangan!
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!